Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Freaky

 

Kucing ini semacem nggak tau diri. Ceritanya bermula ketika gw sama HJ pindahan rumah ke Malang. Tetiba ini kucing parkir di atas mobil papa. Duduk manis gitu lah diatas kap mobil.

Nah kita beberapa hari langsung aja cabut dari Malang dalam rangka yahhh honeymoon part 1, balik-balik ke Malang kok ya ini kucing semakin nempel ke catman yang ada dirumah. Dikasih makan nggak mau, maunya dielus-elus dikasih perhatian gitu. Sampai akhirnya HJ kasih nama dia Freaky.

Semakin aneh aja karena dia pasti dateng kalo kita buka pintu dapur. Tiap dibuka, nggak sampai lah 5 detik si kucing udah sampai depan pintu. Apalagi kalau dipanggil FREAKY, ehh langsung meong-meong.

HJ dengan bangganya ngeklaim kalau Freaky ini memilih kita untuk menjadi bosnya (berasa kayak 'terimakasih nak kau telah memilih kami sebagai orangtuamu' 😯), jadi kalau nanti kita pindah dari Malang, kita harus bawa Freaky ini. Dari semua hal terkait kepindahan rumah, yang diinget pertama kali 'Pokoknya kalo kita pindah kita harus bawa Freaky, dia milik kita'. Bahkan sebelum HJ balik kerja aja yang dipesenin pertama kali 'Jangan lupa kasih makan freaky! Awas kalo nggak kamu kasih makan' 😕

Sekarang si Freaky lagi hamil, ntah siapa yang menghamilimu nak. Apakah si Friko kucing blok belakang? Ataukah si hitam legam yang selalu mengejar cintamu tapi selalu kau campakkan nak?

Comments

  1. si freaky dijodohin sama kucingku asyik
    itemnya dominan
    klo sama kucingku putih bakalan kece anaknya
    sayang udah gak perawan huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jarang ada kucing prawan sekarang mah... jadi kamu menerima ketidakperawanan Freaky apa ndak?

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini