Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Strolling around Oldtown : Tbilisi

Ceritanya, di Tbilisi ada tulisan I 💜 Tbilisi, tapi kita nggak foto disana karena itu udah terlalu mainstream. 

 

Mendarat di Tbilisi, jalur customnya lancar jaya nggak seperti di Istanbul. Yang dateng cuman dikit, dan situasi sekitar bandara mirip banget sama countryside ala-ala Texas gitu (kaya pernah ke Texas aja haha). Kita nginep di hotel yang lokasinya pas banget di tengah, jadi mau kemana-mana asik. Bisa jalan, deket pula.

 
hotel kita nginep

Sore harinya kita langsung stroll muter-muter cari makan dulu karena eh karena paginya nggak sarapan bener, siangnya cuman dapet sandwich di pesawat (nggak doyan-doyan banget), dan sampai di Tbilisi udah kelaperan. Tau kan kalo singa lagi laper kayak gimana? Ya gitu itu gw kalo laper.

....oke skip soal makan...

Setelah makan masih sore nih, jam 8 barusan gelap, jalanlah kita melewati jembatan yang katanya baru dibangun sebagai penanda 'merdeka'nya Georgia dari Soviet (atau dari Rusia ya, lupa deh). Lewati taman-taman, ada pula Europe Square, semacem alun-alun yang dikasi bendera negara-negara Eropa disana. Dengan harapan, Georgia bisa dijadiin bagian dari Eropa uhuuu. Turki pun juga pengen jadi bagian Eropa.

 
metekhi church

Meluncurlah kita ke Metekhi Church. Eh iya, sewaktu di Istanbul kan keliling masjid, keluar masuk masjid deh ya, nah di Tbilisi ini kita keluar masuk gereja. Ya meskipun nggak semua gereja saya masukin sih karena pake celana terlalu ketat, ato kalo ga gitu bajunya ga sesuai, atau kalau nggak gitu dalemnya terlalu gelap dan saya males kalo masuk gelap-gelapan gitu. Percuma ambil foto juga nggak bisa, ngeliat juga mata rabun.

 

  
Istanbul punya jagung bakar + kestane, Tbilisi punya jus pome + jeruk yang HJ suka tapi gw ga suka

 
Kachapuri, yang ini enak, termasuk yang sup
 
Nah sekitar hotel kita juga ada yang namanya kastil tertua disana. Hemm naik naik ke puncak gunung gitu. Dulu saya ngerasa kek keren banget sih jalanan antar gangnya naek naek gitu, tapi udah ngerasain sendiri sembari bilang 'ya tuhan kenapa sih orang-orang pada nggak bisa apa ya bikin jalan lurus mulus aja. Capek lho'. Tapi sehat mungkin ya, work out banget. Diatas juga ada cable car yang sekali naek 2,5 lari, kalo PP ya 5 lari.

  

mbak jangan lompat ya... hidupmu masih panjang

Diatas juga bisa liat Patung mother of Georgia. Bagus pas sunset. Oiya di sana juga ada banyak pengemis. Kalo cerita partner sih, pengemis-pengemis itu dulunya juga punya simpenan di bank untuk pensiunnya, tapi berhubung waktu itu Soviet pecah taun 1991 akhirnya masa depan mereka juga rusak. Duit simpenan mereka jadi nggak berarti lagi. Akhirnya mereka ngemis dijalanan deh. Makanya guys jangan perang deh, biaya perang itu lho gede. Tapi kalo kata orang yang ada disana, tinggal disana, itu semua cuman mafia. Sama kek di Indonesia.

 


 


Ada hal lain yang bikin geleng-geleng kepala deh, jalan disana menggunakan sisi kanan. Nggak ada yang aneh sih sampai saya menyadari bahwa letak setir mobil ada yang dikanan dan ada juga yang dikiri. Dengan posisi jalan kanan tapi setir kiri, bisa dibayangkan tho normalnya? Tapi dengan posisi jalan kanan dan setir kanan, bayangin aja gimana ga berdoa terus biar cepet sampe tujuan dengan selamat. Serem lho!

 
mobilnya masih banyak yang ala 80an, jadi krasa masuk kota di masa lalu

 
banyak penjual buku-buku bekas atau buku tua dalam bahasa RUSIA. Kalo bahasa inggris ya kemungkinan udah beli banyak gw

ini lorong antara gereja satu dengan gereja lainnya

 
balkonnya lucu ya

kafe ini selalu muter charlie caplin dan kita liatinnya dari balkon kamar hotel diatas kafe ini

 
satu-satunya masjid disekitar Rustaveli, hotel


 
ini apa hayooo???

tempat ibadahnya jews

 

we both enjoyed Tbilisi 💜

Comments

  1. Waaaw saya selalu takjub melihat pemandangan di luar negeri yang sepertinya sangat jauh berbeda dengan Indonesia. Semoga suatu saat saya bisa nyusul mbak kesana ya hehe :D

    Itu makanan yang namanya Kachapuri di dalamnya ada kuah sup gitu ya mbak? Sepertinya saya pernah lihat di film hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. pasti bisa.. jadi dokter aja disana hehehe

      Ehh itu salah tulis yak, harusnya xinxali (ato khinkali ya nulisnya lupa), yg kachapuri itu sup. Yaa meskipun yg ini jg dalemnya berair juga sih haha tp enak 🤤 Cuman masih enakan somay 😂

      Delete
  2. Waahhh Georgiaaa...

    Dari dulu pengen banget ke negara-negara macem Georgia, Armenia, Iran, Azerbaijan, tapi jauhh. Eh kita orang Indonesia pake visa gak sih ke Georgia? Btw kemaren secara gak sengaja gw liat pengumuman katanya orang Indonesia sekarang bebas visa ke Serbia. Liat aja di situs kemlu-nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yak betul sekali! Ini effort skali terbangnya kakak. Jauhhh. 7 jam ke dubai, masih sambung 4 jam ke istanbul, trus dua jam ke georgia haha.

      Georgia pake e-visa mas, yg approved dlm waktu 5 hari teng! Aku pngn ke iran tp visanya skrg ada prubahan katanya :(

      Mo ke serbia kakak? Pngnnya aih bebas visanya ke eropah kaka 😂

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya