Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Day Trip To Mtzkheta

  
pemandangan dari Mtzkheta

Keesokan hari setelah para lelaki menderita diare, kita pergi ke Mtzkheta. Tanpa rencana sama sekali. Dan lagi-lagi bersama dengan sepasang sejoli yang tak bisa berbahasa internasional (saya tetiba menjadi pribadi yang tak cerewet).

Mereka yang dengan tiba-tiba mengajak kita dipagi hari. Saya itu emang jarang merencanakan sesuatu kalau liburan kecuali kalau memang ada yang perlu direncanakan, tapi perjalanan mendadak dengan pemberitahuan pagi 3 jam sebelum berangkat itu juga saya nggak suka. Mau nolak itu ya suami wis mengiyakan, kita juga nggak ada rencana kemana-mana hari itu. Yawis akhirnya berangkat lah.

 
banyak pengemis disana. Kalo kata partner, mereka ngemis karena korban perang usai Soviet pecah. Kalo kata orang sana sendiri, mereka mafia yang yaa sebut saja seperti di Indonesia kebanyakan pengemis adalah mafia

Kita menuju Mtzkheta, kira-kira 30 menit dari Tbilisi. Ntah kenapa hari itu panasnya luar biasa, sampai 32 derajat. Sebelumnya hanya kisaran 26-30 derajat lah mentok, tapi itu kok panas banget. Dan saya paling nggak tahan sama yang namanya panas, sedangkan mobil posisi sama sekali nggak di AC. Bikin makin dongkol aja.

 
wajib mengenakan penutup kepala dan didalem gelap banget makanya saya cuma masuk sekian detik lalu keluar (nggak tahan nggak bisa napas)

 

 
kastil depan gereja Mtzkheta 

 

 

Jujur sih saya nggak inget nama-nama gerejanya, tapi ada satu monastery yang cerita sejarahnya lebih asik. Tapi saya nggak ambil banyak foto 😂 dan disitu, mereka tuh nyewa tour guide buat jelasin isi gereja sama sejarahnya. Nah suami mikirnya nggak usah lah, dia udah paham dikit-dikit. Nah saya mikirnya 'NGGAK USAH PERCUMA JUGA DIJELASIN DALAM BAHASA INGGRIS JUGA ELU GA PAHAM, LAH GW KAN JUGA GA PAHAM BAHASA RUSIA. MAKE SENSE GA SIH LU?'. Ditambah dengan nggak moodnya saya gegara terlalu panas. Jadi ke tempat bagus itu saya cuman mlongo kehausan, laper, nggak mood, cuman duduk aja nungguin suami foto-foto, dan juga saya cuma people watching aja lah.

Dan pulangnya berasa exhausted banget.

Comments

  1. Replies
    1. Langsung nggelogok banyu neng kali kuwi mas. Sueger

      Delete
  2. satu kata aku pengen

    eh ada lagi, dari dagestan berapa jauh mbak>

    duh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk lah cus kesana 💁
      Dagesthan itu lak beda negara wisan ya? Ya kalo terbang mungkin 2-3 jam kali ya... masih sebelahan diatasnya dikit wkwkw

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...