Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Day Trip To Mtzkheta

  
pemandangan dari Mtzkheta

Keesokan hari setelah para lelaki menderita diare, kita pergi ke Mtzkheta. Tanpa rencana sama sekali. Dan lagi-lagi bersama dengan sepasang sejoli yang tak bisa berbahasa internasional (saya tetiba menjadi pribadi yang tak cerewet).

Mereka yang dengan tiba-tiba mengajak kita dipagi hari. Saya itu emang jarang merencanakan sesuatu kalau liburan kecuali kalau memang ada yang perlu direncanakan, tapi perjalanan mendadak dengan pemberitahuan pagi 3 jam sebelum berangkat itu juga saya nggak suka. Mau nolak itu ya suami wis mengiyakan, kita juga nggak ada rencana kemana-mana hari itu. Yawis akhirnya berangkat lah.

 
banyak pengemis disana. Kalo kata partner, mereka ngemis karena korban perang usai Soviet pecah. Kalo kata orang sana sendiri, mereka mafia yang yaa sebut saja seperti di Indonesia kebanyakan pengemis adalah mafia

Kita menuju Mtzkheta, kira-kira 30 menit dari Tbilisi. Ntah kenapa hari itu panasnya luar biasa, sampai 32 derajat. Sebelumnya hanya kisaran 26-30 derajat lah mentok, tapi itu kok panas banget. Dan saya paling nggak tahan sama yang namanya panas, sedangkan mobil posisi sama sekali nggak di AC. Bikin makin dongkol aja.

 
wajib mengenakan penutup kepala dan didalem gelap banget makanya saya cuma masuk sekian detik lalu keluar (nggak tahan nggak bisa napas)

 

 
kastil depan gereja Mtzkheta 

 

 

Jujur sih saya nggak inget nama-nama gerejanya, tapi ada satu monastery yang cerita sejarahnya lebih asik. Tapi saya nggak ambil banyak foto 😂 dan disitu, mereka tuh nyewa tour guide buat jelasin isi gereja sama sejarahnya. Nah suami mikirnya nggak usah lah, dia udah paham dikit-dikit. Nah saya mikirnya 'NGGAK USAH PERCUMA JUGA DIJELASIN DALAM BAHASA INGGRIS JUGA ELU GA PAHAM, LAH GW KAN JUGA GA PAHAM BAHASA RUSIA. MAKE SENSE GA SIH LU?'. Ditambah dengan nggak moodnya saya gegara terlalu panas. Jadi ke tempat bagus itu saya cuman mlongo kehausan, laper, nggak mood, cuman duduk aja nungguin suami foto-foto, dan juga saya cuma people watching aja lah.

Dan pulangnya berasa exhausted banget.

Comments

  1. Replies
    1. Langsung nggelogok banyu neng kali kuwi mas. Sueger

      Delete
  2. satu kata aku pengen

    eh ada lagi, dari dagestan berapa jauh mbak>

    duh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk lah cus kesana 💁
      Dagesthan itu lak beda negara wisan ya? Ya kalo terbang mungkin 2-3 jam kali ya... masih sebelahan diatasnya dikit wkwkw

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal yg diujikan. Dimulai dari EPS TOPIK. Jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin cara singkat karena ingin segera berangkat sehingga menggunakan cara ilegal. Bahkan ada yg lulus tanpa ujian. Bisa saja, tapi di Korea dia mlongo. Untuk soal EPS TOPIK, soal-soal yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. Intinya tentang bagaimana mengetahui hak dan kewajiban bekerja di Korea termasuk printilan yang berhubungan dengan pekerjaan. Karena yang melalui jalur ini

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala