Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

[Piknik] Menjaga Tradisi Desa Sade

Yang kebayang kalau main ke Lombok pertama kali itu pokoknya harus ke Desa Sade. Nggak boleh nggak. Dan keturutan. Pertama kali ke Lombok, aku ke Desa Sade, bareng sama newlywed dan Desi. Nah kedua kalinya ke Lombok, main lagi ke Desa Sade bareng sama HJ.

Kali ini kita didampingi guide asli orang Sade. Yup, ada enaknya juga sih ditemenin guide jadi bisa nanya nanya ni itu sama guidenya. Setibanya kita langsung aja disambut guide sana. Oke berarti rute yang akan dijalani ini bakalan beda sama rute yang pertama.

Mulailah bapak guide ini menjelaskan jumlah orang yang tinggal disana, ada sekitar 100 sekian orang yang tinggal disana. Dan tentunya mereka semua adalah keluarga, bahkan menikah pun harus dengan orang satu desa yang artinya itu menikah dengan keluarga sendiri. Lah nggak inses kah? Nggak tuh. Nggak tau kenapa nggak ada yang inses dan semuanya baek-baek aja. Nikah juga usia 17an udah mulai dinikahin.







Karena penasaran, kan bapaknya ini bisa berbahasa Inggris ya dikit-dikit, apa yang lainnya juga bisa bahasa Inggris? Bapaknya jawab, kalau usia sekitar 30an kebanyakan bisa. Kalau usia diatas itu udah nggak sanggup. Nah karena berjiwa 'guru', akhirnya tanya dong gimana pendidikan yang mereka dapatkan. Dulunya sih pendidikan itu nggak penting, mreka nggak ada yang sekolah. Tapi akhir-akhir ini anak-anak mulai belajar keluar desa. Jadi bisa agak berkembang lah. Padahal di belakang desa ini ada batas dan itu sudah masuk ke desa biasa. Desa modern mereka mengatakannya. Batas desa itu benar-benar memperlihatkan kanan tradisional, kiri super modern. Beda banget 180 derajat.



Penasaran lagi, aku tanya dong, apa mreka pernah keluar kampung. Mereka menjawabnya, 'kita kalau keluar kampung malah segan, malah tidak enak kalau meninggalkan kampung. Jadi lebih baik disini saja. Kita betah'. Itu antara betah atau tidak ada pilihan lain atau memang kungkungan adat trasional mereka terlalu menancap dalam dihati mereka.


Eh pas berkunjung itu ujan deres lho, yang bener aja dah basah-basahan. Trus kita diem disalah satu stan dan milih-milih topi semacem kopyah begitu, nawar harganya dan kita terlibat obrolan singkat dengan penjualnya. Mbak penjual ini umurnya baru 17 tahun tapi lagi hamil besar. Wow, aku cuman bilang 'sayang, ini 17 tahun udah hamil lho, udah nikah lho'. Itu semacem kode super keras 😂😂



Ujan mulai reda kita pun meninggalkan mereka dan pamit pulang. Sebelum pulangpun aku disuruh HJ bilang ke mbak hamil itu, suruh bilang kita doain lairannya lancar, anaknya ibunya sehat dua-duanya.



Yang jelas, tanpa mereka, salah satu adat tradisional Indonesia hanya akan menjadi cerita legenda belaka. Tombak adat tradisional salah satu daerah di Indonesia ada ditangan mereka. Salut 😉

Comments

  1. Mesti diliatin deh karena jalan sama bule

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah pokoknya pandangannya ga menelanjangi aja ga mslh

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu