Skip to main content

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Personal Approach



picture taken from google 

Dulu saya orangnya pemalu, susah bergaul dengan orang baru, dan hal itu bertahan hingga awal SMP. Tapi karena lama-lama koneksi dan kegiatan semakin banyak, akhirnya saya mulai memberanikan diri untuk bergaul dengan orang lain.

Lama-lama makin dewasa ya, makin banyak kegiatan yang melibatkan banyak orang, pikiran mulai berkembang, akhirnya mulai memiliki lebih banyak koneksi. Terutama ketika mulai mengajar di semester akhir kuliah. Mulailah bertemu dengan murid-murid yang nggak tau sama sekali sifat dan karakternya. Lah gimana cara ngajarnya kalau karakternya aja nggak tau? Ya akhirnya saya melakukan pendekatan personal kepada setiap murid yang saya tangani.  

Tanpa pendekatan personal, saya yakin itu ibarat sayur tanpa garam, micin dan MSG. Nggak gampang juga karena karakter mereka aneh-aneh dan saya bertanggungjawab atas ilmu yang akan ditransfer dan harus membuat mereka memahami dan nyaman ketika bersama saya. Dari situ saya gali beberapa hal yang membuatnya minat dan semangat untuk belajar. 

Jadilah sampai sekarang saya cenderung menganggap penting orang yang bekerja dengan saya, jadi saya harus melakukan pendekatan personal. Eh bukan kepo kok, hanya berusaha membuatnya nyaman dan menerima keberadaan saya dan tidak terganggu dengan bekerja bersama saya. 

Disini pun begitu, meskipun saya sadar kalau dilingkungan ini akan ada yang datang dan pergi, tapi setidaknya saya pun membuat lingkungan kerja jadi nyaman untuk diri saya sendiri dan jika memang beruntung, mereka pun juga merasa nyaman. 

Di tempat kerja saat ini, saya pernah memegang beberapa affiliates, seperti Hongkong, Thailand, Singapore, Vietnam, Filipina (untuk sesaat), India, Bangladesh. Dari sekian affiliates yang ada, secara otomatis karakternya berbeda antara satu Negara dengan Negara lainnya. Tugas pertama saya, tentu saja mengenal karakter umumnya, kemudian mempelajari karakter personal baru kemudian bekerja bersama. Dari beberapa Negara tersebut, jarang sekali ada yang mengecewakan saya karena memang sama-sama nyamannya. Bahkan kalau satu teman satu tim absen, dan bukan saya yang jadi back up-nya, mereka mencari saya. Hongkong pun sudah lama saya tinggal tapi mereka masih sering menghubungi saya. Kayaknya belom bisa move on hahaha

Affiliate yang paling saya sayang itu Thailand. Semua user dari sana awalnya serem, tapi ternyata setelah kenal mereka asik juga buat kerja sama, bahkan sampai kita dekat dan mengirimkan sesuatu buat saya yang bikin iri teman satu tim. 

Resiko dari pendekatan personal ini, ada yang terlalu attach dengan saya, ada yang baru dibantu sekali dan hal kecil saja langsung pengen ngajak makan malam pas kunjungan kesini. Ada juga yang bilang suka hahahahha, sampe ada beberapa cewek Thailand yang berkali-kali manggil ‘sweetheart, sweety’ dengan ucapan love you instead of thank you. Kalo yang ini serem, cewek soale haha

Tapi… dengan kenyamanan yang terbentuk, team work pun berjalan lancar dan tanpa hambatan 😄

Comments

  1. Kayaknya asyik ya bisa seteam work sama kamu nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok kita jadi satu tim yok! Balapan ngeblog haha

      Delete
  2. ibarat sayur tanpa garam ya mba heheheh. semangat

    ReplyDelete
  3. Aku juga suka gitu. Pendekatan secara personal. Terutama ibu-ibu warung depan komplek. Biar kalo mau ngutang beras sama micin gampang


    #uhuk

    ReplyDelete
  4. Aku juga suka gitu. Pendekatan secara personal. Terutama ibu-ibu warung depan komplek. Biar kalo mau ngutang beras sama micin gampang


    #uhuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti aku harus deketin bapak2 yg jual galon juga ini? Biar bisa ngutang juga dan nggak dehidrasi dg stok air melimpah 😏

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men