Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Hearts from Thailand



This is Mario. Picture taken from Penshoppe

Ngomong-ngomong soal pendekatan personal, yang paling saya suka kan Thailand ya, saking sayangnya pokoknya diduluin deh ini kalo ada apa-apa. Sampe rela ngerjain yang bukan bagianku karena pengen kelar dan punya hubungan baek dengan mereka semua yang berujung pada beberapa barang kiriman user sana.

Nah minggu kemaren ini, ada manager sana yang tiba-tiba hubungi gara-gara harus routing lagi biar dia bisa approve lagi. Aku selalu set up ‘red light’ yang artinya sibuk, dan tanda halus ‘jangan ganggu’ haahaa. Eh tiba-tiba dia tanya apa aku sibuk tiap hari karena tiap hari selalu merah, ya aku bilang aja iya. Soalnya kerjanya dibagi 2 untuk beberapa affiliates. Nggak biasanya lho dia seramah itu, eh dia trus bilang ‘Keep on good work Prisca, people here admires you a lot’. Itu hari dari pagi mood lagi jelek banget, dan langsung nyesssss ademmmm banget pas dia bilang gitu di ujung jam pulang kerja. Bener-bener ngerasa dihargai banget. 

Besoknya, ada user satu yang manja banget, sukanya manggil sweetheart, my lovely, apalah pokoknya semua sebutan orang pacaran dibilang semua deh. Dia ini cewek, dia kalo mau submit kerjaannya pasti bilang dulu semacem ijin gitu. padahal submit ya submit aja kan, toh nanti juga nongol di reportku. Beberapa waktu itu emang sering bikinin punya dia yang seabrek. Eh trus diakhir dia bilang ‘you really help me a lot. Love youuuu my lovely. Tell me when you come to Thailand, I will take you everywhere and eating in famous place. Also take you to meet Mario. The real Mario. I am serious, I will ask my relation to look at Mario schedule when the day you come and ask him to see you’. Aku ngakak! Mario itu, Mario Maurer, artis Thailand yang unyu banget. Sebenernya nggak begitu ngefans sih, tapi dari Thailand yang aku tau ya dia ini. Beberapa filmnya itu bagus soalnya. 

Setelah itu, aku pun merasa, ‘ohh.. mereka beneran tulus ternyata’. Temen satu tim heran kenapa aku bisa sedeket itu dengan user affiliates sampe bisa ‘nggosip’ karena mereka yang dibicarain ya cuman kerjaan, tapi aku bisa lebih dari itu. 

When she said that people there admires me a lot, I realize something priceless. That happiness comes from a simple thing. That they accept me and comfortable with me, that they treat me as a ‘human’. So if someone ask me again what is biggest achievement in work life, that is my biggest achievement. 


It’s all about saying ‘please help’ and ‘thank you’ in the end 😄

Comments

  1. Thats nice way of saying that. Jarang lho ada yang bisa connect kek gitu. Kebiasaan to the point, biasanya orang. Kalo aku, aku nggak nolak diajak ketemuan sama Mario..#hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahaha aku juga ga nolak ditemuin sama mario hahaha

      Yaa mgkn krn kebiasaan deketin orang pake hati kali ya, nyambungnya jd gampang hehe

      Delete
  2. Si Mario Maurer ini juga digandrungi banget di Filipin (gak nyambung)
    btw aku masih sering terharu sama iklan2 asyik dari Thailand, terutama iklan asuransi jiwa, daleeem

    ReplyDelete
  3. pas buka blognya, gilaaa langsung tereak aaaaaaaa gantengnyaaa hihi

    ReplyDelete
  4. Cepetan mbak minta deposito aja !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tolong ajarin dong. Kan situ yg hobi narget deposito, cek satu milyar sama ciki sepabrik

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men