Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

It's A Chocolate Day!




 It’s 14 February and it is chocolate day!!!!!

Apakah aku merayakannya? Nggak kok. Tapi sepagi buta udah dikasih coklat sama temen kantor, cewek, dari kemaren ngasih coklat mulu. Trus supervisor bawa brownies coklat, dan masih ada beberapa coklat lainnya. Jadi for sure this is a chocolate day!!!!

Terima kasih untuk sumbangan kalorinya dari pagi hari. Dilaci masih ada beberapa coklat yang belum bisa dikonsumsi dikarenakan mengantri untuk dimasukkan ketempat penyimpanan akhir (read : perut).

Dan HJ tiba-tiba bilang ‘hun! It’s valentine day’. And I said ‘it is a chocolate day’. Dia ngakak. 

Ya terussssssss mau ngerayain? Ngerayain model gimana juga? Wong dia lagi di Dubai mau balik ke Afganistan. Mau kirim coklat? Bunga? Ahh kamu nggak seromantis itu dehh kayaknya. Oh iyaaa ngomong-ngomong soal bunga, siang sebelum makan siang aku sama temen aku ke pantry kan. Ngeliat ada satu buket bunga gede banget. Kita berdua mikir ini pasti valentine dehh. Trus si ibuk pantry bilang ‘Buat valentine ini, kalian nggak punya cowo yaaaa’. Temenku sih bilang ‘Yah, suamiku nggak akan pernah bisa seromantis ini’. Dan aku bilang ‘pacar aku lagi di Dubai perjalanan balik ke Afganistan, mana mikir dia buat bikin beginian’. Seketika ibu pantry bilang ‘kesian dehhhh kalian’

Yaampun.  Menohok!

Makan siang pun kita keluar. Gayaa lahh, mentang-mentang hari ini hari coklat ya. Diajak makan diluar. Ketempat baru yang tempatnya cozy. Sekali-kali lah. Eh ternyata ada yang bayarin. Mimpi apa cobak yaaaaa hari ini terasa istimewa makan siang dibayarin. Pulang makan siangkan kita mampir beli coklat ya. Aku yang sedari pagi udah eneg coklat mulu, masih juga kebagian coklat lagi.

 
Anyway, thanks for those who make 14th February become so special… although I don’t celebrate it but I have a lot people who really care about me and give me chocolateeeee and save those calories on my round belly. THANK YOU SO MUCH!
 


Random! Si HJ lagi di Dubai berdiri di antara gate A6 yang terbang ke Bali dan gate A7 terbang ke Kabul, difficult choice katanya. Hatinya pengen masuk A6 tapi tiketnya nyuruh masuk A7 😂😂

Comments

  1. waHahaha masih mending ada yang nyumbangin kalori dalam rupa cokelat. tahun ini gue nggak dapet cokelat sama sekali sih :")

    ReplyDelete
  2. saya lupa kalau ada hari Valentine, Sudah lewat ya?

    ReplyDelete
  3. Kirim nang omahku wae mbak. Tak entekke ngko coklate

    ReplyDelete
  4. kok nggak pernah ada yang ngasih saya coklat yaaa
    hmmm
    hmm

    ReplyDelete
  5. Kalau aku sih gak kerasa ya kalau ada hari coklat, karena di kota aku sedang hingar bingar pemilu mba, jadi hari coklatnya terabaikan kayaknya. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohh hahaha pemilu milih gubernur hebohnya kayak pilpres yak

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Seolah Kalian Tau Segalanya

'Ihiw, ada bahan obrolan baru buat dianalisa dan dinyinyirin nih. Si dia mau kawin sama bule. Duitnya banyak kali. Ato kalo gak gitu yaaa dia cuma buat mainan aja' Kita nggak akan pernah memuaskan hasrat banyak orang demi membuat mereka semua senang. Jika kita ingin membuat pasangan hidup kita bahagia, ya wajar, ya normal. Tapi tidak untuk membuat para suporter ataupun hanya penonton dalam hidup kita bahagia juga kah? Toh dari setiap langkah yang kita ambil, benar maupun salah juga masih saja bisa diambil celah salahnya untuk diwejangi ala mereka. Atau lebih bekennya, dinyinyirin. Mungkin beberapa tulisan saya tentang menikahi WNA banyak yang terdengar 'keras', maafkan saya yang sedang jengkel-jengkelnya. Menikah dengan orang yang berbeda yang datangnya ribuan miles jauhnya dari Indonesia juga bukan hal yang mudah, you know! Tapi orang dengan mudahnya saja melihat kita yang sedang jalan berdua dan bertanya, atau nyeletuk istilahnya, 'Guidenya ya mbak?'...

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...