Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Tabunganku Di Mana-Mana

 

Bukan berarti gw kaya banget, duitnya banyak dimana-mana lol (di aamiin i aja deh semoga cepet kaya cepet bisa punya rumah, seisinya dan kawan-kawannya wkwk).

Jadi Tabunganku disini adalah produk tabungan yang ada disetiap bank. Produk ini produk "permintaan" pemerintah untuk ada disetiap bank agar rakyatnya ini ndak males menabung. Dengan setoran awal hanya 20ribu dan nggak ada fee bulanan serta dengan bunga ringan sekali. Enak kan? Udah nggak ada fee bulanannya, setornya bisa minimal 20ribu aja. Jadi nggak harus nunggu lama buat nabung. Punya duit dikit langsung disetorin deh.

Ada berapakah fitur Tabunganku yang kumiliki?

Ada 3!

Karena kerempongan seorang wanita yang tak usah disebutkan, tercetuslah beberapa rekening bank yang diperlukan untuk memajukan bangsa dan masa depan rumah tangga. Tiga diantaranya adalah Tabunganku yang ada di Bank BNI, CIMB, dan juga BCA. Masing-masing memiliki fitur tersendiri yang bikin kita mikir "Ah yaaa udah lah saling melengkapi jadinya ini".

 
keren kan yang CIMB

Tabunganku pertama yang kubuka adalah BNI. Tujuan awalnya untuk menyimpan uang tabungan. Fitur ini tidak ada ATM nya. Cuma buku aja. Jadi kalo mau transfer ke rekening lainnya harus ke teller dengan prosedur pemindahan buku (atau apa ya namanya). Terlihat seperti transfer biasa, tinggal isi lembaran transfer, datang ke teller dan sudah terpindah dengan sendirinya nanti. Tapi sejak tahun lalu (atau lebih tepatnya sejak kusadari), tabunganku ini bisa masuk ke list di ibanking yang sekaligus bisa transfer dari sana juga meskipun hanya ke BNI aja. Jadi kalau kalian punya ATM BNI yang jenis lainnya, hal ini menguntungkan karena kalau kalian butuh uang mendadak tinggal transfer via mobile banking atau ibanking ke BNI lainnya dan tinggal diteruskan saja butuhnya mau diapain.

Yang kedua milik CIMB. Buka ini karena baca-baca katanya bebas fee ambil duit dari CIMB di ATM manapun termasuk luar negeri. Yasudah kurasakan butuh. Kubikin lah ini. Kupilih yang tanpa buku, jadinya bisa langsung cek di mobile banking. Laporan bulanannya masuk via email. Beres kan. Nah fitur ini lebih menguntungkan bagiku karena fiturnya sangat mirip dengan kartu lain. Bisa transfer ke beda bank, kartu ATM nya nggak keliatan kalo punya Tabunganku, udah gitu tanpa fee bulanan, asik lah pokoknya. Kugunakan sebagai tempat duit pengeluaran bulananku. Cukup membantu.

Yang baru saja kubuka ini rekening tabunganku punya BCA. Milik BCA ini ada ATM nya, tapi nggak bisa transfer beda bank (hanya bisa mendapatkan transfer dari bank mana saja). Pengambilannya sebulan hanya bisa 3 kali saja. Basic banget lah. Dan emang seharusnya seperti ini sih ya kalo sesuai definisi Tabunganku.

Kenapa butuh usaha lebih untuk ambil duitnya? Ya karena emang tujuannya buat nabung dong. Biar nggak sebentar-bentar diambil. Kalo gampang ya sama aja kek kartu lainnya. Hanya saja dengan sedikit modifikasi seperti milik CIMB akan juga menguntungkan bagi penggunanya yang nggak mau bayar fee bulanan banyak lol!

Kita nggak bicara soal bunga ya, karena dengan sedikitnya biaya yang kita keluarkan tentunya juga berdampak pada rate bunga yang rendah. Bunga ini sih biasanya udah abis kepake buat fee transfer beda bank lol. Kalo mau yang syariah takut riba hmmm mungkin bisa tanya bank-bank syariah...? karena belum pernah sekalipun ku punya rekening bank syariah. Ato solusi lain, simpen bawah bantal 😂

Adakah dari kalian yang punya Tabunganku?

Comments

  1. untung saya mah ngga punya tabungan yang banyak seperti miliknya admin...
    saya mah cuma punya tabungan dosa yang lagi terus ditebus supaya ngga masuk nerakanya terlalu lama....#ehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh berat mang. Bs ikutan punya saya nitip ditebusin mang? 😆

      Delete
  2. Wahhh ema-emak mah kantongnya banyak yah..

    Mbok, aku ditransferi mbokan...

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Seolah Kalian Tau Segalanya

'Ihiw, ada bahan obrolan baru buat dianalisa dan dinyinyirin nih. Si dia mau kawin sama bule. Duitnya banyak kali. Ato kalo gak gitu yaaa dia cuma buat mainan aja' Kita nggak akan pernah memuaskan hasrat banyak orang demi membuat mereka semua senang. Jika kita ingin membuat pasangan hidup kita bahagia, ya wajar, ya normal. Tapi tidak untuk membuat para suporter ataupun hanya penonton dalam hidup kita bahagia juga kah? Toh dari setiap langkah yang kita ambil, benar maupun salah juga masih saja bisa diambil celah salahnya untuk diwejangi ala mereka. Atau lebih bekennya, dinyinyirin. Mungkin beberapa tulisan saya tentang menikahi WNA banyak yang terdengar 'keras', maafkan saya yang sedang jengkel-jengkelnya. Menikah dengan orang yang berbeda yang datangnya ribuan miles jauhnya dari Indonesia juga bukan hal yang mudah, you know! Tapi orang dengan mudahnya saja melihat kita yang sedang jalan berdua dan bertanya, atau nyeletuk istilahnya, 'Guidenya ya mbak?'...

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...