Skip to main content

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Tabunganku Di Mana-Mana

 

Bukan berarti gw kaya banget, duitnya banyak dimana-mana lol (di aamiin i aja deh semoga cepet kaya cepet bisa punya rumah, seisinya dan kawan-kawannya wkwk).

Jadi Tabunganku disini adalah produk tabungan yang ada disetiap bank. Produk ini produk "permintaan" pemerintah untuk ada disetiap bank agar rakyatnya ini ndak males menabung. Dengan setoran awal hanya 20ribu dan nggak ada fee bulanan serta dengan bunga ringan sekali. Enak kan? Udah nggak ada fee bulanannya, setornya bisa minimal 20ribu aja. Jadi nggak harus nunggu lama buat nabung. Punya duit dikit langsung disetorin deh.

Ada berapakah fitur Tabunganku yang kumiliki?

Ada 3!

Karena kerempongan seorang wanita yang tak usah disebutkan, tercetuslah beberapa rekening bank yang diperlukan untuk memajukan bangsa dan masa depan rumah tangga. Tiga diantaranya adalah Tabunganku yang ada di Bank BNI, CIMB, dan juga BCA. Masing-masing memiliki fitur tersendiri yang bikin kita mikir "Ah yaaa udah lah saling melengkapi jadinya ini".

 
keren kan yang CIMB

Tabunganku pertama yang kubuka adalah BNI. Tujuan awalnya untuk menyimpan uang tabungan. Fitur ini tidak ada ATM nya. Cuma buku aja. Jadi kalo mau transfer ke rekening lainnya harus ke teller dengan prosedur pemindahan buku (atau apa ya namanya). Terlihat seperti transfer biasa, tinggal isi lembaran transfer, datang ke teller dan sudah terpindah dengan sendirinya nanti. Tapi sejak tahun lalu (atau lebih tepatnya sejak kusadari), tabunganku ini bisa masuk ke list di ibanking yang sekaligus bisa transfer dari sana juga meskipun hanya ke BNI aja. Jadi kalau kalian punya ATM BNI yang jenis lainnya, hal ini menguntungkan karena kalau kalian butuh uang mendadak tinggal transfer via mobile banking atau ibanking ke BNI lainnya dan tinggal diteruskan saja butuhnya mau diapain.

Yang kedua milik CIMB. Buka ini karena baca-baca katanya bebas fee ambil duit dari CIMB di ATM manapun termasuk luar negeri. Yasudah kurasakan butuh. Kubikin lah ini. Kupilih yang tanpa buku, jadinya bisa langsung cek di mobile banking. Laporan bulanannya masuk via email. Beres kan. Nah fitur ini lebih menguntungkan bagiku karena fiturnya sangat mirip dengan kartu lain. Bisa transfer ke beda bank, kartu ATM nya nggak keliatan kalo punya Tabunganku, udah gitu tanpa fee bulanan, asik lah pokoknya. Kugunakan sebagai tempat duit pengeluaran bulananku. Cukup membantu.

Yang baru saja kubuka ini rekening tabunganku punya BCA. Milik BCA ini ada ATM nya, tapi nggak bisa transfer beda bank (hanya bisa mendapatkan transfer dari bank mana saja). Pengambilannya sebulan hanya bisa 3 kali saja. Basic banget lah. Dan emang seharusnya seperti ini sih ya kalo sesuai definisi Tabunganku.

Kenapa butuh usaha lebih untuk ambil duitnya? Ya karena emang tujuannya buat nabung dong. Biar nggak sebentar-bentar diambil. Kalo gampang ya sama aja kek kartu lainnya. Hanya saja dengan sedikit modifikasi seperti milik CIMB akan juga menguntungkan bagi penggunanya yang nggak mau bayar fee bulanan banyak lol!

Kita nggak bicara soal bunga ya, karena dengan sedikitnya biaya yang kita keluarkan tentunya juga berdampak pada rate bunga yang rendah. Bunga ini sih biasanya udah abis kepake buat fee transfer beda bank lol. Kalo mau yang syariah takut riba hmmm mungkin bisa tanya bank-bank syariah...? karena belum pernah sekalipun ku punya rekening bank syariah. Ato solusi lain, simpen bawah bantal 😂

Adakah dari kalian yang punya Tabunganku?

Comments

  1. untung saya mah ngga punya tabungan yang banyak seperti miliknya admin...
    saya mah cuma punya tabungan dosa yang lagi terus ditebus supaya ngga masuk nerakanya terlalu lama....#ehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh berat mang. Bs ikutan punya saya nitip ditebusin mang? 😆

      Delete
  2. Wahhh ema-emak mah kantongnya banyak yah..

    Mbok, aku ditransferi mbokan...

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad