Skip to main content

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...

Dibalik Kumuhnya Yangon, Tempat Ibadah Berjejer Mesra

 

Myanmar terkenal dengan sebutan old version nya dari Asia Tenggara. Dari segi perekonomian dan pengembangan kotanya sih nggak terlihat mencolok maupun tertata rapi. Kalau secara penampakan dibandingkan dengan Jakarta sih masih 11-12 lah. Ada gedung-gedung tinggi mencolok lengkap dengan brand mahal didalamnya, tapi tak jauh dari situ banyak perkampungan kumuh.

Sama halnya dengan makanan pinggir jalan, banyak dijual makanan dengan harga murah dan juga dengan level kebersihan yang ntah seberapa. Kalau dilihat sekilas sih mirip beberapa tempat makanan pinggir jalan yang ada di Indonesia, tapi ntah kenapa di Yangon terlihat lebih jorok. Jadi kita nggak berani terlalu dalam mencicipi. Padahal biasanya hajar aja.

Tapi dibalik itu semua, bangunan cantik dibelakangnya sangat menggoda dan menarik. Bangunan yang dibangun kolonial Inggris ini sangat cantik dan menarik karena masih pada bentuk dan posisi yang sama. Bahkan rute jalannya pun berbentuk "kotak". Sungguh sangat kurang asia sekali.

Sayangnya banyak pula yang tak terawat. Hanya ada beberapa bangunan yang terawat dan masih digunakan sebagai kantor maupun tempat pelayanan publik seperti bank, kantor imigrasi, tapi lebih banyak yang terbengkalai. Perjalanan mengelilinginya pun bikin tersesat karena tiap sudutnya terlihat sama lol.

Ada satu yang menarik hatiku, yaitu dimana ada masjid, gereja, sinagoge, temple, pagoda, klenteng juga di satu lingkungan yang sama. Bukan yang terlalu jauh jauh tapi ada di tempat yang tak jauh. Gw selalu cinta sama tempat ibadah yang letaknya berdampingan berdekatan mesra. Bayangkan aja ada suara adzan dari masjid bersautan dengan suara pujian dari pagoda, bel gereja yang berbunyi bersautan dengan lonceng dari klenteng dengan bau dupa khasnya (hanya sinagoge saja yang sunyi karena memang sepi aja).



Hal ini sangat unik dan menarik mengingat terkenalnya Myanmar dengan kasus rohingya nya. Ntah keoriginalitasan kasus Rohingya ini apa yang sebenarnya, gw juga nggak akan bahas disini karena gw nggak paham akar masalahnya daripada salah tulis. Tapi yang jelas keberadaan banyak tempat ibadah di satu lokasi yang sama ini unik.

Kata suami gw "Siapa bilang di Myanmar lu nggak bisa sholat di masjid? Nih buktinya masjid banyak bener disini. Ada lebih dari tiga nih. Tinggal pilih aja yang mana  maunya". Ketika dia bilang begitu, disaat itu gw sadar, "Lho iya ya, kok banyak masjid disini ya??"

Dan OH! Aku suka sekali keluar masuk tempat ibadah orang lain untuk mengagumi betapa cantiknya dekorasi dalamnya dan juga makin bersyukur dengan apa yang kuyakini. Ntah kenapa, it works that way.

Comments

  1. Weeeit, di antara kumuhnya Yangon, ada tempat ibadah yang duh bagus juga ya, Mbaaa ya.

    Oiyaaa, masalah Rohingya itu, sudah selesai belum sih, sekarang? ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya sih belum, karena masih intense disana. Masih banyak peace keepers disana karena beberapa kota besar malah nda bisa dimasuki krn konflik yang ntah konflik apa. Yangon termasuk aman utk dikunjungi, tp kota2 dket perbatasan ndak bisa

      tapi bagus ya, mreka berjejer mesra gitu. suka bgt liatnya. kamu harus kesana deh :)

      Delete
  2. Baru tau gimana gambaran kota Yangon, aslik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh hehehe masih ada beberapa lain yg akan menyusul. Cantik kok yangon 😄

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...

Gampangnya Apply e-visa Rusia

Red square Jadi, WNI diberi kemudahan untuk ke Rusia. Cukup dengan apply e-visa yang bisa didapatkan dalam hitungan hari saja. Meskipun sudah sering apply e-visa, tapi e-visa Rusia ini agak unik formulirnya. Jadi sebelum apply, gw baca gimana caranya di sini yang amat sangat runtut dan mudah dipahami. Sebelum isi formulir online, ada baiknya siapkan foto 3.5 x 4.5 dengan background putih dulu. Setelah itu jangan lupa untuk beli asuransi. Karena agak kepikiran, gw putuskan untuk beli asuransi dari perusahan yang ada di sana. Asuransi yang gw beli dari sini . Tadinya setelah beli kok nggak ada info apapun, bahkan bukti bayar pun nggak ada. Tapi petugasnya cukup tangkas setelah gw email, gw langsung dapat asuransinya. Nomer asuransi diperlukan untuk mengisi formulir, jadi harus beli asuransi sebelum apply visa.  Nah, bagi gw, ini formulir baru kali ini dapat pertanyaan yang unik-unik semacam apakah pernah pelatihan militer, wajib militer, pernah pegang / punya senjata, bahkan sampai ...

Pakai Debit Jenius di Luar Negeri

Amsterdam Central Station  Ini pertama kalinya pakai debit Jenius di luar negeri. Pemakaian ini menggunakan sumber dana EUR yang ada di aplikasi. Jadi uang yang keluar adalah uang EUR, bukan IDR.  Untuk buka rekening valas di Jenius, tinggal ditambahkan saja bagian buka akun valas lalu pilih kurs yang diinginkan. Di kasus ini gw punya rekening EUR di Jenius yang ditujukan untuk transaksi di Eropa.  Karena kemarin lagi di Belanda, akhirnya pengen coba pakai debit card Jenius karena EDC di Belanda belum tentu bisa untuk kartu kredit saja. Sebelum digunakan tentunya jangan lupa untuk menyambungkan kartu debit ke rekening mata uang asingnya biar sumber pengeluaran juga langsung dari tabungan valas itu. Tinggal klik klik aja kok. Tibalah saatnya menggunakan mata uang EUR yang sudah kubeli dari Jenius. Waktu itu gw pakainya di Schipol, di dua toko berbeda, dan keduanya nggak bisa tap langsung. Jadi harus insert kartu, tentu bukan masalah.  Karena terbiasa dengan transaksi...