Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Rangga kembali

Setelah 14 tahun menanti akhirnya rangga kembali. Bukan cuman rangga sih, tapi Cinta, Milly, Carmen, Maura juga. Film ini sambutannya luar biasa gilanya sejak ada bocoran kalau akan ada AADC 2 tahun 2016 ini. Niat hati pengen nonton seminggu setelah premiere dengan harapan nggak bakal uyel-uyelan di bioskop, ehhh ternyata seminggupun bioskop terasa panas. Saking banyaknya penonton saudara. Bahkan di salah satu mall memutar film ini di 3 studio dengan jarak tayang yg berbeda satu jam. Bayangin. Sumpek banget.

Seminggu setelah premier itu kursi yang tersisa di jam tayang 10 keatas. Ya bisa tidur lah kalau nonton jam segitu haha
Saya tidak akan menuliskan sinopsis ceritanya karena sudah banyak dimana-mana sinopsis. Cuman mau menuliskan kesan setelah nonton film legendaris ini aja. *dan sedikit sinopsis kalau dibutuhin sih heehe*

Ada Apa Dengan Cinta 1 diproduksi saat dunia perfilman Indonesia sedang mati suri. Awal menonton film ini, meninggalkan satu pertanyaan "Ini endingnya kok gantung gini sih?". Menurut saya dari kacamata saya yang masih kecil, itu film akhirnya kok ndak 'selesai' gitu lho. Dibilang nggak bagus itu, ya bagus. Dibilang bagus banget kok masih gantung ya. Ahh ya sudahlah mungkin cuma perasaan saya aja sih.

Nah sampai akhirnya ada yang bilang bakal ada AADC 2, woahhh girang setengah mati. Berasa kayak anak yang ngarepin kelanjutan suatu kisah yang tertunda. Hal pertama yang saya pikirkan adalah "Ohh jadi ini maksudnya Mira Lesmana bikin gantung AADC 1 dulu ituuu". Tapi nggak tau sih emang itu yang dipikirin mbak Miles sama kayak aku apa nggak haha.

Ternyata baru keturutan nonton satu bulan setelah premier. Sedih deh ya. Premier 28 April, baru nonton 28 Mei. Ya sudahlah yang penting ndak penasaran lagi sama film ini.

Film dibuka dengan tawa Milly. Sumpah ngefens banget sama ketawanya Milly. Dia masih tetap memerankan Milly yang polos dan agak 'oon'. Lucu banget deh kalau Milly ketawa ini. Kayak lepassss banget ketawanya. makin keliatan unyuk karena dia lagi hamil ceritanya. Si Maura udah punya anak banyak dan yang jadi suaminya si suami dia sendiri, Christian Sugiono. Si Carmen abis 'salah gaul' katanya, tapi ternyata dia juga udah nikah cuman ditinggal aja sama suaminya. Berarti cuman cinta aja yang belom nikah. Nungguin Rangga kali ya.

Cinta, dia itu mama muda ya didunia nyata, bener-bener orang yang saya kagumi banget. Fans beratnya Dian Sastro deh. Pernah ketemu dan dia jadi pembicara di seminar internasional di Jakarta. Ya ampun, pesonanya bener-bener alami apalagi dia kan cantiknya alami gitu ya, ditambah cara nyampein materinya kece abis. Bener-bener langsung 'mbakkk resep cantik sama pinternya apa siihh?'

Vila yang dipakai Cinta dkk itu cantik banget. Trus tempat-tempat yang dikunjungi di Jogja juga cantik. 'Kita skip dulu candi-candi untuk kali ini', yaiyalah di Jogja banyak candi dan pasti udah sering dikunjungin kan. Tapi disitu saya tidak melihat candi-candi yang sering dikunjungi wisatawan. Malah nunjukin daerah di ketinggian yang bisa melihat sunrise. Cantik lho, meskipun keliatan sedang mendung.

Rangga, masih tetep gitu. Cool gimana gitu. Tapi bener juga sih, dia lebih banyak senyum kali ini. Nah gaya percakapan yang dipakai Miles selalu ada ciri khasnya. Agak baku. Kalau gaya ngobrol Cinta sama temennya sih biasa, ala Jakarta. Tapi gaya ngobrol Cinta dan Rangga berbeda. Sastra banget. Menggunakan kata "lalu"daripada "trus", bener-bener AADC banget
.
Yang saya kagumi dari film ini dari dulu adalah persahabatan mereka. Mereka berlima, namun di AADC 2 ini sayangnya hanya berempat karena Allya diceritakan meninggal. Persahabatan mereka menginspirasi persahabatan saya dengan teman-teman sejak SMP. Kami juga berlima. Untungnya nggak ada yang bernasib seperti Cinta yang harus nunggu Rangga 14 taun.

Apa ya, ceritanya Cinta udah dilamar sama pacarnya, tapi ternyata ketauan kalo Rangga balik. Gatau gimana kejadiannya tapi yang jelas si Cinta akhirnya ngejar Rangga ke bandara lagi. Helahh ini AADC 1 ngejar dibandara, yg sekarang juga. Tapi yang ini nggak kekejar sih. Jadi sebulan kemudian Cinta ke New York. Hmmm enaknya yo

Oiya, disini juga Rangga ketemu sama ibunya. Saya nggak begitu ingat sih di AADC 1 emang kayaknya Rangga ditinggal ibunya, tapi saya juga nggak inget kalau si Rangga punya kakak dan adek juga. Yawes intinya ketemu akhirnya setelah 25taun dia nggak ketemu ibunya. Ini mengharukan lho kisahnya, bener-bener haruu banget deh.

Ohh ada satu hal lagi yg menggelitik, begini nih kurang lebih obrolannya :
R : aku ikut pemilu lho
C : oiya?? Milih siapa?
R : hmmm (sambil tersenyum)
C : kayaknya pilihan kita sama deh ya
R : kayaknya sih.. gimana? Kecewa nggak?
Kemudian rangga dan cinta ketawa bareng. Saat adegan itu berlangsung, serius saya ngakak berat dan cuman se bioskop itu saya aja yg ngakak. Because I really find it interesting and funny 

Akhir dari kisah ini ditutup dengan ciuman manis Rangga dan Cinta di New York. Ini suka banget saya. Cute romantic kisses :)

Eh ada lagi ding, si Milly akhirnya lairan. Digendong Rangga kirain bayinya mereka, ternyata Mamet bilang "belom pantes, balikin bayi gue"


Dapet dari google

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…