Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit. Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya. Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego. Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...
Ketika menginginkan satu hal terjadi, ada 3 hal yang saya yakin dan percaya :
1. Usaha tidak akan menghianati hasil. 1000 kali percobaan gagal, namun karena kegigihannya, dengan percobaan ke 1001 percobaanya berhasil. Kenapa? Karena dia sudah meruntuhkan tembok penghalang itu dipukulan ke 1001. Susah? Iya. Saya juga merasakan hal itu berat. Jika kita berusaha 30% maka hasil yang kita dapatkan akan 30%juga. Jika 100%, maka hasil yang lebih dari bayangan kita akan menghampiri. Putus asa itu lawannya. So, stay strong. Dont be so easily giving up. It is all about choice. You choose to win or lose.
2. Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita. Percaya kenapa? Karena Tuhan sudah menyiapkan jawaban dari setiap cobaan yang akan kita hadapi. Selalu ada jawaban bahkan sebelum kita mengalaminya. The answers are always provided even before the questions are being asked. Saya yakin itu. Study kasus kasus pribadi saya. Karena kita akan mengetahui itu adalah sebuah jawaban ketika kita mendapatkan pertanyaan.
3. Prasangka kita adalah prasangka Tuhan. Itu berarti kita harus berpikir positif. Berpikir positif tidak mudah. Ketika kita sudah 90% berusaha, kemudian ada seseorang yang mengatakan "ahh itu tidak mungkin terjadi, kamu hanya menghayal". Sumpah demi Tuhan saya ingin membunuh orang itu. Sebuah keyakinan mental baja agar berhasil, tiba-tiba gagal karena mempercayai kata-kata negatif tersebut. Tapi kita harus melihat kenyataan, hmm kita melihat kenyataan kok, selalu ada peluang gagal dan berhasil dalam satu kali percobaan. Gagal dan berhasil memiliki peluang 0,5 masing-masing. Dan disitulah pikiran positif kita berperan. dengan berpikiran positif, otak kita akan tersugesti melakukan hal positif demi mencapai tujuan kita. Instead of thinking about the possibility of negative things that might happen. Or even already make a plan B, C, D and so. Because when you make plan B, that means you already open up a posibility of a failure. Well yea you can make the plan B only after if your plan A clearly doesnt work. Dan disitulah kecepatan kita dalam berpikir dan bertindak sedang diuji. Yang jelas, Prasangka kita adalah prasangka Tuhan.
Comments
Post a Comment
Share your thoughts with me here