Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Senyum 3 detik

Biasanya orang akan berkata 'senyum 3 jari'. Ah you know what does it mean kan?? Tapi coba deh sekarang perhatikan senyum 3 detik setiap orang yang ada disekitar.

Gimana sih kalau bisa melihat senyum orang lain kepada kita? Ikutan senyum kan kita jadinya, ndak stres, capek juga hilang. Karena senyuman bisa membawa aura positif dari diri kita sendiri. Saya termasuk orang yang paling menggemari senyum. Siapapun kalau berpapasan dengan saya, sudah pasti saya beri senyum manis saya. Karena jujur saya paling nggak suka sama orang yang pelit senyum. Ngapain juga sih pelit senyum, toh senyum tidak memakan banyak energi dan juga tidak membuat kita rugi. Malah menyehatkan dan menebar aura positif untuk sekitar.

Bisa dilihat kok tipe senyum yang ikhlas dan yang tidak. Jika orang senyumnya ikhlas, senyum itu akan hilang setelah 3 hingga 5 detik dengan tempo perlahan dan tidak kaku. Nah kalau yang ndak ikhlas, senyum bisa hilang dalam hitungan 1 detik. Coba deh dilihat disekitarnya, apa ada orang yang senyum 1detik hilang?

Jujur itu nyebelin bangetttt. Seperti saya misal, saya suka tertawa dan senyum (kecuali kepada orang yang nyebelin dan berniat jahat), eh pas senyum ke orang malah dia sinis, kan sebel jadinya. kalau nggak gitu pas suntuk kerja, biasanya sebagai hiburan saya suka senyum ketawa tawa sama rekan kerja. Eh tapi kalau nasib saya berdekatan dengan orang yang nggak doyan senyum gimana dooonggg??? Saya cuman berharap aja sih nggak cepet tua. Jenuh tauuu berada dekat orang yang ndak pernah senyum. Auranya gelap hahaha..

Karena senyum juga yang membuat saya in love sama dirinya hihihi

Oiya satu lagi, mudah senyum bisa jadi indikator bahagia lhoo. At least for me hehe


With baby Aisyena


That smile shows that this picture is real me. If you cant find that smile on me, becareful! You meet the fake me haha

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...