Skip to main content

BUKU

Ganesha - Ubud. Toko buku favorit, sering jual buku antik. Benda yang gw sayang banget yaa buku-buku gw. Gw mau minjemin buku gw, tapi kalau buku gw diminta orang... hmmm... nggak dulu deh ya. Kalau minjemin pun pasti mikir-mikir dulu, orangnya bertanggungjawab apa nggak hehehee. Dari kecil, orangtua gw selalu minta untuk berhemat ya karena kita memang dari keluarga yang biasa saja. Uang jajan gw biasanya setengah dari uang jajan temen-temen gw. Bukannya mereka pelit, ya emang dibiasain hidup gak foya-foya aja. Lagian juga gw nggak punya alasan kan, karena belum punya duit sendiri haha!  Tapi kalau soal buku, nggak usah ditanya. Semahal apapun pasti dibeliin kalo emang perlu. Royal banget kalo soalan buku. Karena prinsip mereka, "Orangtua kamu ini nggak kaya, nggak mampu ngasih kamu duit banyak. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi kamu pendidikan terbaik yang kamu bisa dapatkan. Buku salah satunya. Jadi nggak boleh pelit." Betul, nilai kehidupan tersebut

Parkir tiga dua ribu

Berbicara soal parkir memarkir, indonesia masih menganut sistem tradisional dalam memarkir. Maksudnya harus membayar langsung setelah meninggalkan lokasi (atau sebaliknya). Jadi bukan menganut asas pakai karcis parkir elektronik dengan sistem bayar pun elektronik (apa sih itu namanya pokoknya itu lah, bukan manual ya).

Soal harga, tergantung jenis kendaraan. Motor biasanya seribu rupiah tapi kalau nyebrang dibiarin, kalau bayar dua ribu pas nyebrang dibantuin. jasa tergantung jumlah fee yang berikan biarpun beda cuman seribu aja. Kalau mobil umumnya 3-5ribu. Hal itu juga sejajar di mall, motor dibandrol harga 2,500 atau 3,000 rupiah sedangkan mobil 2 kali lipat harga parkir motor.

Nah pagi tadi saya mengunjungi pusat grosir yang ada di Surabaya, ketika akan parkir, kami memutuskan untuk berhenti dilantai 2 karena memang tidak melihat adanya parkiran mobil, hanya melihat sekilas tempat sempit untuk parkir. Waktu kami bertanya ke satpamnya beliau mengatakan "boleh pak disini, tapi bayar 32ribu. Kalau nggak mau ya harus ke lantai 5 atau 6, disana free tempatnya". Gue cuman "wow, gila aja, bisa buat beli nasi goreng depan kosan 3 porsi tuh". Karena mempertimbangkan barang belanjaan yang bakalan banyak, akhirnya kami mengambil parkir 32ribu itu. Untungnya nggak salah parkir. Dilantai 2 itu memang lantai tujuan barang yang mau kami beli.

Setelah menemani belanja, karena berangkat belum sarapan, kondisi pusing dan semakin pusing melihat orang, akhirnya saya keluar ke parkiran dan menunggu disana. Mata saya melihat sekeliling dan menemukan satu papan bertuliskan "dilarang parkir kecuali mobil box". Saya jujur cuman melongo aja sih, kami memang tau ada yang tidak lurus disini tapi gitu ya diambil aja tadi ya haha. Yang jadi pertanyaan saya, kok edan ya, parkiran bisa 32 ribu lho, hampir setara parkir valet di hotel bintang 5 lho. Padahal ini cuman grosiran. Tapi grosirannya juga gede kali.

Cuman mikir aja, ini resmi apa oknum ya? Karena dibawah kita sudah bayar 5ribu, harusnya ya langsung keatas parkirnya, tapi ternyata kita bisa 'beli' tempat parkir dibawah lantai 5 seharga 32 ribu. Ntahlah ya, itu yang salah siapa dan apakah bisa disebut kesalahan?? Tanyakan pada bapak-bapaknya hohoho

Comments

Popular posts from this blog

BUKU

Ganesha - Ubud. Toko buku favorit, sering jual buku antik. Benda yang gw sayang banget yaa buku-buku gw. Gw mau minjemin buku gw, tapi kalau buku gw diminta orang... hmmm... nggak dulu deh ya. Kalau minjemin pun pasti mikir-mikir dulu, orangnya bertanggungjawab apa nggak hehehee. Dari kecil, orangtua gw selalu minta untuk berhemat ya karena kita memang dari keluarga yang biasa saja. Uang jajan gw biasanya setengah dari uang jajan temen-temen gw. Bukannya mereka pelit, ya emang dibiasain hidup gak foya-foya aja. Lagian juga gw nggak punya alasan kan, karena belum punya duit sendiri haha!  Tapi kalau soal buku, nggak usah ditanya. Semahal apapun pasti dibeliin kalo emang perlu. Royal banget kalo soalan buku. Karena prinsip mereka, "Orangtua kamu ini nggak kaya, nggak mampu ngasih kamu duit banyak. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi kamu pendidikan terbaik yang kamu bisa dapatkan. Buku salah satunya. Jadi nggak boleh pelit." Betul, nilai kehidupan tersebut

Lessons Learned in 2021

March '21. Me, during the lowest point of my life. Yes, I still smile and dead inside lol. 2021 is personally not an easy year. It's the year where I questioned my existence as a human being. I thought being a kind person was enough.  Obviously, I felt insecure when the closest person told me how I was not special, doing less than what I could. That triggered me and I started to ask myself "What am I doing on this earth? What's my purpose as a human? What am I going to do? What do I want to do? What do I want to become? What kind of future do I want? What am I?"  That person only became the trigger, yet the problems existed inside me. So I realized completely that it was about me, not someone else. There was something wrong with me. When I knew that the problem is me, I seek help. Lucky me (or should I say, unlucky me?), I didn't have those scary nights alone. My best friend went through the same, so we're kinda helping each other. Though the trigger was d

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini