Skip to main content

Taking a Train from Moscow City to Yaroslavky

walking to the wagon We chose deliberately in the winter to travel from Moscow to Yaroslavsky. In my defense, we kinda had to use the holiday a little bit. If we're waiting for the good weather, it probably not gonna happen for 3 months and then nothing again. So this trip was taken on February 2026. So we've decided to take a few days off going from Moscow to half of the golden ring. The name ring, means literally ring. Refers to a few cities that used to be very important in the past. Starting from Moscow city (where which we're coming from, technically). I have to mention the cities here anyway; Sergiyev Posad, Pereslavl Zalessky, Rostov Veliky, Yaroslavl, Kostroma, Ivanovo, Vladimir, and Suzdal. there will be info about the train  We took the train trip from Moscow. I would say it's the "normal type" of train. So we sat next to each other. Two seaters next to each other. I think my husband took the non-economy one. He booked the train from the app, tutu. T...

[Tradisi Budaya] Menilik tradisi Lamongan

Jika proses lamaran pada umumnya adalah sang lelaki yang melamar wanita, sedikit berbeda halnya dengan Lamongan. Di Lamongan, sangatlah wajar jika para wanita yang melamar lelakinya. Hal itu masih terjadi hingga saat ini.

Agak sedikit kaget ketika mendengarkan cerita dari seorang teman yang berasal dari sana. Karena penasaran, saya akhirnya bertanya apakah nanti dia juga melakukan hal yang sama. Namun ternyata kekasihnya ingin melamarnya. Berbeda dari tradisi asal mereka.

Prosesi lamaran pun, umumnya di Indonesia lelaki datang kerumah wanitanya dan memberikan hantaran seperlunya. Nah kalau di Lamongan, wanitanya nanti akan menghantar juga kerumah lelakinya dengan hantaran yang lebih banyak dari hantaran lelakinya. Ini sih berdasarkan kasus teman saya dan dia pun mengatakan bahwa hal itu wajar terjadi di Lamongan.

Setelah melamar, prosesi selanjutnya adalah menikah. Ini juga nggak kalah ramainya. Umumnya, para undangan mendapatkan souvenir atau kue dalam kardus kecil untuk dibawa pulang setelah kondangan. Namun untuk resepsi di desa teman saya yang wanita, lagi-lagi sedikit berbeda. Setelah pulang kondangan, yang mereka bawa berupa minyak goreng seperempat liter, mi kriting seperempat kilo, dan beberapa sembako lainnya. Sehingga 'terkesan' budget yang dikeluarkan untuk resepsi lebih besar daripada jumlah amplopan. No offense ya. Jika memang niatnya mencari untung, ohh anda tidak akan bisa. Jika niatnya hanya syukuran dan berbagi, ya benar-benar harus menyiapkan budget yang besar.

Setiap kali mengunjungi teman yang ada di Lamongan, saya selalu terkesan dengan hal baru yang berbau tradisi.

Ada satu hal lagi yang ntah bagaimana, namun menurut saya itu salah satu bentuk gagal paham. Dont mean to offense ya, tapi yang ini benar-benar unik. Pertama kali kesana, kami jalan-jalan pagi. Kala itu saya belum berjilbab. Saya menggunakan celana olahraga yang panjang dan kaos yang pantas. Namun semua mata orang di desa memandangi saya dan salah seorang teman lainnya. Penasaran, saya pun bertanya kepada teman saya kenapa. Diapun menjawab jika berjilbab adalah penting disana. Tidak masalah apakah menggunakan celana atau rok pendek dengan kaos pendek, yang penting kepala tertutup jilbab. What??? Jadi nggak penting kamu pakai baju dan celana pendek asalkan kamu berjilbab.

Hmmm... agak gagal paham 😯

Nahh kemarin kan si dia abis lairan. Pulang dari sana, kami diberikan bingkisan seperti sabun deterjen setengah kilo, pewangi cucian, dan juga permen satu bungkus. Dan semua dibungkus kertas kado. Saya cuman bisa mikir, "selalu ada hal yang unik dari Lamongan setiap kali berkunjung".

Satu tempat di Indonesia memiliki tradisi yang unik dan berbeda. Cuman bisa bayangin aja, ada berapa macam wilayah di Indonesia? Dikalikan dengan tradisi tiap daerah, betapa kayanya tradisi dan budaya Indonesia ini..

Comments

Popular posts from this blog

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...