Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Berusaha bertindak normal

Kenapa mantan kekasih selalu menggangu? Sebut saja selalu mengubungi disaat yang tidak tepat.

Hanya ada dua jawaban.
Pertama, dia ingin kembali mengulang hubungan baru dengan orang yang sama.
Kedua, ingin merusak hubungan sang mantan kekasih dengan pasangan barunya.

Yang pertama tidak akan menjadi masalah jika keduanya masih sama-sama sendiri atau single. Namun akan menjadi masalah ketika sang mantan kekasih sudah memiliki hubungan yang baru dengan orang lain.

Yang kedua sudah jelas bermasalah karena pasti tujuannya negatif. Merusak, definisi dalam bahasa apapun juga pasti bermakna negatif. Merusak bisa berupa mengunggulkan diri sendiri, bahkan hingga mencaci maki pasangan baru dari mantannya dengan cara mengatakan bahwa dirinyalah yang lebih baik dan lebih cantik. Pembunuhan karakter banget

Jika memang dia bertujuan baik, tentunya dia memiliki otak untuk berpikir bahwa dia berpotensi menimbulkan masalah bagi hubungan orang sehingga dia harus berhati-hati dalam menghubungi sang mantan.

Tapi jika dia bertujuan jelek dan tidak punya otak untuk berpikir, dia tidak akan pernah memperdulikan bagaimana perasaan si pasangan baru. Karena yang dia pikirkan hanya bagaimana cara dia kembali menjalin hubungan dengan mantannya.

Nah apesnya kalau dia seorang wanita. Semua wanita memiliki perasaan ekstra. Perasaan yang tidak pernah bisa dibohongi. Walaupun lelaki mengatakan hal itu tidak akan berpengaruh baginya, tapi berpengaruh ke mental wanitanya. Bukan apa-apa, tapi orang yang seperti itu adalah orang sakit jiwa.

Apa yang bisa saya lakukan? Bersabar. Ya sabar. Apa lagi?

Ingin hati rasanya mencaci maki dirinya. Namun saya masih memiliki otak dan masih bisa berpikir normal untuk membiarkannya. Dan berusaha percaya kepada pasangan saya. Toh saya sudah memiliki cintanya dan saya juga sudah memilih untuk mencintainya dan mempercayainya.

Keinginan untuk mencacinya sudah hilang. Hanya ingin mengatakan sesuatu untuknya dari hati seorang wanita kepada sesama wanita.

Bayangkan bagaimana jika hal itu terjadi kepada anda? Bagaimana perasaan anda? Apakah anda akan marah? Apakah akan baik-baik saja?

Karena sebagai wanita, meskipun saya mengatakan baik-baik saja, tetap saja dalam hati hal itu terasa menyakitkan. Ya, itu menyakitkan. Namun saya akan berusaha bertindak dan berpikir normal. Karena saya bukanlah dia yang tidak punya otak.

Lets try to be more 'normal' and wise. Just another thoughts of someone who really love hers.

Comments

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu