Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

[Piknik] Deburan ombak Pantai Ngliyep

Pantai Ngliyep adalah salah satu pantai yang terletak di laut selatan. Tepatnya di Malang Selatan. Sebenarnya bukan hanya pantai ini saja, namun beberapa jajaran pantai yang tak kalah cantiknya. Terletak sekitar 30menit dari rumah nenek, jalan menanjak dan menurun menjadi variasi menuju Ngliyep. Tapi jalanan tersebut sudah lebih baik daripada belasan tahun yang lalu. Masih saja curam, namun kondisi jalan sudah baik dan wajar untuk dilewati.

Sepanjang perjalanan, kanan kiri jalan, disuguhi dengan pemandangan rumah pedesaan dan juga hutan. Hijau. Iya hijau lho, seger banget, bikin mata seger dan adem.

Tiket masuk terbilang murah, pastinya berapa saya lupa, tapi tidak lebih dari 20ribu. Serta membayar tiket parkir mobil. Ada dispensasi khusus bagi pemilik KTP warga sekitar, biaya masuk jauh lebih murah daripada warga selain domisili asli. Kurang tahu kalau tiket untuk mancanegara, mungkin agak lebih mahal.

Belasan tahun sejak kelas 4 SD, akhirnya saya kembali lagi ke pantai ini. Pantai yang sudah menjadi agak lebih baik dan teratur daripada belasan tahun yang lalu. Kali ini adalah kali pertama adik terkecil saya bermain di pantai. Karena pertama kali, dia takut sekali menyentuh air laut dengan alibi takut terseret jauh.

Datang pukul 8 pagi, pantai masih sepi dan air sudah terasa dingiin sekali. Ombak pun masih bersahabat dengan kita. Deburannya masih normal dan berubah sedikit ganas pukul 11. Saya anti berenang di pantai. Bukan apa-apa, tapi karena nggak bisa renang. Jadi hanya main dipinggiran pantai. Bersama dengan adik saya yang kedua, seperti anak kembar sedang menikmati air hehe..

Karena iseng, akhirnya kami berdua mengambil sampah dipinggir pantai. Karena itu sampah plastik beneran jijik banget ada disana. Bahkan ada sampah kondom dipinggiran pantai. Sempet banget sih 'main' di pinggir pantai. Ya terserah sih, tapi jangan dibuang sembarangan dong sampahnya.

Ada banyak plang bertuliskan bahaya, larangan berenang di laut, dan beberapa larangan lainnya tapi tidak ada larangan membuang sampah disana. Hmm padahal menurut saya itu larangan paling penting, mengingat negara kita adalah penyumbang sampah plastik terbesar kedua dilautan. Speechless.

Puas menikmati pantai, nggak usah kawatir lapar. Karena banyak kantin yang menjual makanan dengan harga yang normal. Kami memesan tuna bakar seberat 2 kilo atau lebih, hanya seharga kurang dari 50ribu (seinget saya lho ya, nggak ikutan bayar sih). Tapi termasuk kategori murah kok untuk makanan. Tapi lebih baik tanya harganya dulu deh daripada nanti nyesel karena kemahalan. kalau mau lebih murah lagi, bawa bekal dari rumah, jangan lupa tikernya, digelar pinggir pantai, duuhh enaknya piknik dengan orang tercinta.

Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Snailmail

I signed up in an international portal since I was at high school. I was a quiet one, not much talk especially with stranger. But since that day, I feel myself get easier to talk to strangers. In that portal, there are several options why you join there, including 'flirting', that is shown on the optional boxes. And I found something interesting, snailmail. I never heard about this before, but I thought it is like a mail that goes slower because snail always walking so slow. Then someone chatted me and told me that she want to snailmail. I asked her what is that and she said 'it is postcard swapping'.   was taken at Museum Angkut years ago. taken using my old unique phone Wow.. postcard swapping.. my granny and I did it long time ago before mobile phone was invented. Well I mean before we all use mobile phone to connect to each other. I have family in The Netherlands, and we only have a phone, if we call them using home phone it would cost a lot for even few minu...