Skip to main content

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

[Piknik] Deburan ombak Pantai Ngliyep

Pantai Ngliyep adalah salah satu pantai yang terletak di laut selatan. Tepatnya di Malang Selatan. Sebenarnya bukan hanya pantai ini saja, namun beberapa jajaran pantai yang tak kalah cantiknya. Terletak sekitar 30menit dari rumah nenek, jalan menanjak dan menurun menjadi variasi menuju Ngliyep. Tapi jalanan tersebut sudah lebih baik daripada belasan tahun yang lalu. Masih saja curam, namun kondisi jalan sudah baik dan wajar untuk dilewati.

Sepanjang perjalanan, kanan kiri jalan, disuguhi dengan pemandangan rumah pedesaan dan juga hutan. Hijau. Iya hijau lho, seger banget, bikin mata seger dan adem.

Tiket masuk terbilang murah, pastinya berapa saya lupa, tapi tidak lebih dari 20ribu. Serta membayar tiket parkir mobil. Ada dispensasi khusus bagi pemilik KTP warga sekitar, biaya masuk jauh lebih murah daripada warga selain domisili asli. Kurang tahu kalau tiket untuk mancanegara, mungkin agak lebih mahal.

Belasan tahun sejak kelas 4 SD, akhirnya saya kembali lagi ke pantai ini. Pantai yang sudah menjadi agak lebih baik dan teratur daripada belasan tahun yang lalu. Kali ini adalah kali pertama adik terkecil saya bermain di pantai. Karena pertama kali, dia takut sekali menyentuh air laut dengan alibi takut terseret jauh.

Datang pukul 8 pagi, pantai masih sepi dan air sudah terasa dingiin sekali. Ombak pun masih bersahabat dengan kita. Deburannya masih normal dan berubah sedikit ganas pukul 11. Saya anti berenang di pantai. Bukan apa-apa, tapi karena nggak bisa renang. Jadi hanya main dipinggiran pantai. Bersama dengan adik saya yang kedua, seperti anak kembar sedang menikmati air hehe..

Karena iseng, akhirnya kami berdua mengambil sampah dipinggir pantai. Karena itu sampah plastik beneran jijik banget ada disana. Bahkan ada sampah kondom dipinggiran pantai. Sempet banget sih 'main' di pinggir pantai. Ya terserah sih, tapi jangan dibuang sembarangan dong sampahnya.

Ada banyak plang bertuliskan bahaya, larangan berenang di laut, dan beberapa larangan lainnya tapi tidak ada larangan membuang sampah disana. Hmm padahal menurut saya itu larangan paling penting, mengingat negara kita adalah penyumbang sampah plastik terbesar kedua dilautan. Speechless.

Puas menikmati pantai, nggak usah kawatir lapar. Karena banyak kantin yang menjual makanan dengan harga yang normal. Kami memesan tuna bakar seberat 2 kilo atau lebih, hanya seharga kurang dari 50ribu (seinget saya lho ya, nggak ikutan bayar sih). Tapi termasuk kategori murah kok untuk makanan. Tapi lebih baik tanya harganya dulu deh daripada nanti nyesel karena kemahalan. kalau mau lebih murah lagi, bawa bekal dari rumah, jangan lupa tikernya, digelar pinggir pantai, duuhh enaknya piknik dengan orang tercinta.

Comments

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men