Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Cegah Demensia dengan Menulis

Bagi sebagian orang, menulis bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Bukan hal yang asyik juga untuk dilakukan. Tidak semua orang menyukai hal yang sangat saya sukai ini. Dengan berbagai alasan, menulis menjadi sesuatu hal yang membosankan dan menyulitkan. Bagi saya, hanya satu hal dalam menulis yang sangat menyulitkan saya, menulis puisi. Saya bisa menulis semua hal yang langsung, jelas dan tertuju dengan pasti, tapi lain halnya dengan menulis puisi atau hal abstrak lainnya versi sastrawan. See, biarpun saya hobi menulis, tapi saya juga masih memiliki momok tersendiri dalam menulis. Beruntungnya, menulis puisi hanya ada dikelas bahasa Indonesia hehe.

Saya cenderung menulis hal-hal sosial disekitar. Menulis hal disekitar bisa jadi menjadi hal yang mudah. Hmm jangan salah. Menulis semudah apapun selalu membutuhkan pemikiran yang rumit. Rumit dalam artian menulis bukan asal tulis. Apalagi sekarang ada hukum-hukum terkait tulisan terutama dalam bentuk digital dan terlebih lagi itu sesuatu yang merendahkan atau menjelekkan hal lain. Meskipun dalam tulisan tersebut tidak dimaksudkan untuk menjelekkan pihak lain, namun jika pihak yang merasa diperbincangkan dalam tulisan tersebut bisa saja menuntut kita secara hukum. Itulah mengapa kita harus berpikir sebelum mempublikasikan tulisan kita. Berpikir jangka panjang.

Ada hal lain yang membuat menulis sangat direkomendasikan sebagai gaya hidup. Menulis bisa mencegah demensia, sama halnya seperti membaca. Demensia adalah penyakit penurunan daya ingat atau yang lebih dikenal dengan sebutan pikun.  Demensia kebanyakan mendera para manula. Tapi bukan berarti yang muda pun tidak bisa pikun. Pikun dikarenakan otak yang tidak lagi bekerja dan berpikir dengan kompleks. Itulah mengapa sangat penting melatih kemampuan otak untuk kembali berpikir walaupun bukan hal yang sangat kompleks.

Nenek saya sudah berusia sekitar 72 tahun, tapi masih terlihat segar dan trendi. Sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda pikun. Karena nenek saya rajin membaca meskipun tidak menulis. Membaca Al-Quran, membaca buku-buku saya yang ada dirumah. Saya sering membeli buku yang mudah dibaca. Jadi itu akan membantu otaknya terus bekerja dan terhindar dari demensia. Oiya nenek saya juga suka menyalurkan hobinya yang lain, cerewetin orang. Rupanya itu juga yang membuatnya sehat.

Simply, write what you think and think what you write.

Comments

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya