Cegah Demensia dengan Menulis

1:21 PM

Bagi sebagian orang, menulis bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Bukan hal yang asyik juga untuk dilakukan. Tidak semua orang menyukai hal yang sangat saya sukai ini. Dengan berbagai alasan, menulis menjadi sesuatu hal yang membosankan dan menyulitkan. Bagi saya, hanya satu hal dalam menulis yang sangat menyulitkan saya, menulis puisi. Saya bisa menulis semua hal yang langsung, jelas dan tertuju dengan pasti, tapi lain halnya dengan menulis puisi atau hal abstrak lainnya versi sastrawan. See, biarpun saya hobi menulis, tapi saya juga masih memiliki momok tersendiri dalam menulis. Beruntungnya, menulis puisi hanya ada dikelas bahasa Indonesia hehe.

Saya cenderung menulis hal-hal sosial disekitar. Menulis hal disekitar bisa jadi menjadi hal yang mudah. Hmm jangan salah. Menulis semudah apapun selalu membutuhkan pemikiran yang rumit. Rumit dalam artian menulis bukan asal tulis. Apalagi sekarang ada hukum-hukum terkait tulisan terutama dalam bentuk digital dan terlebih lagi itu sesuatu yang merendahkan atau menjelekkan hal lain. Meskipun dalam tulisan tersebut tidak dimaksudkan untuk menjelekkan pihak lain, namun jika pihak yang merasa diperbincangkan dalam tulisan tersebut bisa saja menuntut kita secara hukum. Itulah mengapa kita harus berpikir sebelum mempublikasikan tulisan kita. Berpikir jangka panjang.

Ada hal lain yang membuat menulis sangat direkomendasikan sebagai gaya hidup. Menulis bisa mencegah demensia, sama halnya seperti membaca. Demensia adalah penyakit penurunan daya ingat atau yang lebih dikenal dengan sebutan pikun.  Demensia kebanyakan mendera para manula. Tapi bukan berarti yang muda pun tidak bisa pikun. Pikun dikarenakan otak yang tidak lagi bekerja dan berpikir dengan kompleks. Itulah mengapa sangat penting melatih kemampuan otak untuk kembali berpikir walaupun bukan hal yang sangat kompleks.

Nenek saya sudah berusia sekitar 72 tahun, tapi masih terlihat segar dan trendi. Sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda pikun. Karena nenek saya rajin membaca meskipun tidak menulis. Membaca Al-Quran, membaca buku-buku saya yang ada dirumah. Saya sering membeli buku yang mudah dibaca. Jadi itu akan membantu otaknya terus bekerja dan terhindar dari demensia. Oiya nenek saya juga suka menyalurkan hobinya yang lain, cerewetin orang. Rupanya itu juga yang membuatnya sehat.

Simply, write what you think and think what you write.

You Might Also Like

0 komentar

Let me know what you think about mine ~ Share it here