Skip to main content

Posts

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Bye Privacy

Toilet di Sanur Semenjak perkembangan teknologi makin ugal-ugalan, yang kita serahkan adalah privasi kita. Gw rasa nggak semua dari kita cukup jeli dan cukup sabar buat bacain T&C aplikasi yang kita unduh. Main iya iya oke oke aja biar cepet bisa dipake. Iya nggak? Oh jangan salah, gw suka banget dengan teknologi. Gw bukan orang yang demen ribet jadi kalau dipermudah teknologi, gw bakalan pake pasti. Terutama yang untuk mempermudah hidup. Gw suka kepraktisan dalam hidup. Makin gw sadar soal privacy breach  akhir-akhir ini. Gw pernah instal salah satu app untuk Shopify, app tersebut plugin untuk chat service gitu. Ketika kita tes, ternyata si owner bisa lho ngeliat apa yang diketik, dihapus dan hendak dikirimkan dari user ini. Mirip seperti kita sedang ujian, tapi kertas jawaban kita diliatin sama pengujinya. Otomatis ketauan dong mau ngetik apa, sopan gaknya, mau maki apa gak. Ketauan. Ngeri. Lalu berlanjut dengan aplikasi lain yang kami perlukan, yaitu konversi mata uang. A...

Staycation Gratis di Plataran Canggu

HAH! Loyalitas gw sebagai pengguna Grab terbayar juga 😂 Ntah apa kebaikan di masa lalu yang gw lakuin sampe bisa menang staycation gratis di Plataran Canggu. Awalnya gw nggak tau dan sebetulnya nggak peduli juga soal hadiah di balik kode promo. Terpenting buat gw yaaa tarif gw dipotong sekian ribu karena gw pengguna Grab setiap hari.  Lalu, masuklah WA bilang gw menang staycation. Apaan nih? Karena gw takut  scam , gw tanyain ke akun resmi Grab dan ternyata emang betul gw menang staycation. Girang dong gw. Wong jalan sehat agustusan aja nggak pernah menang doorprize kok 😂  Minggu lalu (kapan hari di bulan Maret) gw  redeem  vouchernya. Canggu ini... bukan tempat gw banget. Dua kali ke negeri Canggu, sama sekali nggak tertarik. Kek negara sendiri aja dia ini. Canggu dari tempat gw lumayan jauh, jadi gw naik teman bus dulu dong. Ternyata bisa berhenti di halte terdekat, kira-kira 2 KM lah dari hotel ini. Lalu gw lanjut ojek dari situ ke hotelnya.  gw baca ...

Beli Kartu SIM di Dubai

Dubai creek Ini merupakan tahun ke-4 setelah kunjungan pertama ke Dubai. UAE menjadi satu-satunya negara terbanyak yang gw kunjungi untuk alasan bertemu suami. Baru kali ini juga gw punya nomer Dubai. Dulunya gw kira kalau kita nggak bisa beli nomer segampang di Indonesia karena H bilang ribet katanya. Yaudah kita nggak beli, hanya sekedar pakai wifi hotel dan tempat tujuan aja seperti Dubai Mall. Lagipula juga intensitas utama gw balas chat ya dari suami gw. Yang lain bisa menunggu. Kalo bareng juga ngapain kan chatting . Tahun lalu, kami pertama kali eksplor UAE menggunakan kendaraan sendiri. Nyetir sendiri maksudnya, nggak naik bus dll. Karena nyetir sendiri, kami perlu internet untuk GPS dong. Akhirnya H beli nomer di bandara. Pake paspor aja biasa.  "Oh ternyata bisa ih beli nomer di Dubai" Nah, sekarang waktu kami ke Dubai lagi, H bertanya-tanya apakah nomer yang lalu tuh masih aktif apa nggak. Setelah cari informasi, ternyata kita bisa verifikasi paspor kita di kios a...

Asuransi Perjalanan, Esensial Nggak?

Sanur "Mbak, kamu pake asuransi apa waktu ke Eropa kemaren? Aku mau nyontek dong beli yang apa" "Halah nggak penting itu, cuma buat administrasi aja" Dulunya pasti gw berpikir gitu juga, tapi sejak gw kenal bener-bener fungsi dan manfaat asuransi, gw nggak pernah anggap asuransi kesehatan dan asuransi perjalanan hanya untuk sekadar "administrasi" aja.  Lagi-lagi kalau soal asuransi biasanya sih orang cenderung ogah untuk ambil karena "Ambil duit kita aja tapi ga balik duitnya" Ya nggak? Iya lah. Orang cenderung berpikir kalau membayarkan asuransi itu sama dengan menjaminkan uang kepada pihak asuransi, jika tidak terjadi apa-apa maka uang kita bisa dikembalikan wkwkwk. Nggak gitu cara mainnya, Marimar. Eh meskipun ada kok asuransi yang begitu, gw pernah liat dan baca. Tapi itu cuma satu dari sekian juta produk asuransi yang beredar.  Ketika melakukan perjalanan domestik, gw selalu ambil plus asuransi. Biasanya itu tuh di bawah yang ada kotak untuk...

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 s...

Skincare dan Sampahnya

Lunch bag dari seorang kawan di tahun 2015 yang masih gw pake sampe sekarang. I am not a skincare maniac but I am using a quite big amount of skincare. Gw berbangga diri mampu tidak menghasilkan sampah pembalut tiap bulannya karena sudah beralih ke menstrual cup , tapi... eh gw masih nyumbang sampah dari skincare gw. Meskipun gw bukan beauty blogger/youtuber yang punya skincare segitu banyaknya, tapi gw juga pemakai produk-produk tersebut. Masalahnya, banyak yang datang dalam ukuran mini. Harga yang tidak mini menyebabkan banyak dari kami yang lebih memilih membeli dalam ukuran kecil juga.  Ya nggak murah skincare itu. Mana kalau skincare cewek itu jidat, mata, pipi kanan kiri, leher aja bisa-bisa beda yang harus diolesin 😂 Sebel gw! Rutinitas skincare gw cukup sederhana banget. Sabun muka, micelar water, toner, serum HA, Niacinamide, sesekali peeling juga, pelembab pagi dan malam. Belum lagi printilan makeup yang nggak banyak kok, tapi berkala banget belinya misal tiap 2 bulan a...

Shifting from Windows to MacOS

Took me a year to decide whether I should buy a Mac or not. Yea, well not mac and cheese obviously.  I was a windows user for over ten years. My first laptop was a secondhand Acer for a year then I bought Samsung and lasted for 9 years. Samsung notebook was not cheap back then compared to the other notebook. I saved up my money and my dad helps me with the other 1/3.  My hunch was right. I said, "I want to buy this one, it seems like the best in the market for now. I need it for 5 years at least." Sammy was there for 9 years. What I can't move on from that laptop was the battery. Lasted 5 hours for the first 3 years, then 2 hours for the rest of the years. Well, now it can only be turned on if I plug the charger on.  Sadly they're not available here anymore. When I asked the stores, they said "Where have you been? Samsung is now focused on their smartphone" But... but... it is a great laptop 😢 I was so desperate when I realized that I need a new laptop. I w...

Menabung USD Lagi

Setelah mencoba transaksi valuta asing di DBS  dan pembandingnya, kemarin gw putuskan untuk menyimpan dana dalam bentuk USD di Digibank. Bukan investasi tujuan gw karena menurut gw valuta asing bukan instrumen investasi yang tepat buat gw. Kenapa akhirnya gw putuskan untuk nabung USD lagi? Gegara bos gw nih minta gw cariin sumber krisis Asia dan Rusia tahun 97-98. Agak serem ya ketika perusahaan-perusahaan banyak hutang dalam mata uang selain IDR, banyak yang kolaps dan dana hutang jadi menggelembung sekali.  Makin banyak gw baca makin gw sadar juga kalau krisis pasti terjadi. Rentang tahunnya atau kapannya kita nggak akan pernah tau, tapi krisis pasti terjadi. Ada yang jarak 3 tahun, 10 tahun, 20 tahun, yang jelas krisis itu pasti terjadi. Sepanjang sejarah sih, manusia selalu berhasil melewati krisis walaupun terseok-seok. Tapi bisa.  Dari situ gw mikir, kayaknya emang perlu sokong dana dalam bentuk mata uang asing selain IDR. Gw rasa untuk saat ini USD adalah pilihan ...

Buka Tabungan Emas via Pegadaian Digital

Dubai Mall Iya ini yang kedua kalinya gw bikin tabungan emas di Pegadaian. Akun yang dulu ada di Pegadaian syariah. Bisa sih dilanjut aja ke akun digitalnya Pegadaian Syariah tapi harus minta CIF ke outletnya. Jadi yaudah lah bikin aja baru. Lagian juga saldonya tinggal 0.1 aja 😅 Gw putuskan bikin akun lagi di Pegadaian konvensional. Bikinnya nggak sampai 5 menit udah jadi. Dapet voucher potongan 10 ribu pula. Setelah isi data yang ada, normal pengisian data layaknya untuk akun-akun digital lainnya. Pembelian minimal 50ribu. Karena ada voucher potongan 10ribu, gw bayar emasnya 40ribu doang.  Pembayarannya bisa transfer dari virtual account di beberapa bank yang ada di Indonesia: BNI, BRI, BCA, Mandiri, Permata, dan Maybank. dan kena tambahan biaya 2,500. Jadi jumlah bayar gw sebesar 42,500. Setelah melakukan pembayaran, akun tabungan emas sudah langsung aktif dan bisa dilakukan transaksi di situ. Esoknya gw coba top up 50 ribu. Bisa dengan memasukkan jumlah rupiah maupun jumlah sa...

Frontsummer Lagi

Frontsummer ini adalah anggota front pembela kebenaran anggota lainnya. Grup ini juga bukan terinspirasi dari front pembela yang itu ya. Ini bukan tulisan pertama tentang mereka sih karena gw bener-bener bersyukur banget punya mereka sebagai penghuni layer pertama dalam kehidupanku.  Singkat cerita aja Frontsummer ini singkatan dari frontal mesum-ers. Karena kita yang suka bicara blak-blakan soal hal tabu, tercetuslah nama tersebut. Kami adalah teman satu kelas di matematika. Waktu WA mulai masuk Indonesia dan HP mulai ganti HP pinter semua, kami membentuk grup WA. Grup WA pertamaku. Tadinya ada 30an orang, tapi sekarang jadi belasan aja karena yang lain nggak kuat dengan ketabuan yang kami sering lontarkan.  Nah belasan orang ini bertahan bersama sudah lebih dari 5 tahun. Kami berteman sejak 2009 sampai saat ini. Alasan gw kenapa gw sayang banget sama orang-orang di dalam grup ini karena mereka selalu bisa jadi sandaran. Sesederhana "Ya ampun sebel banget dah hari ini harga c...