Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Frontsummer Lagi

Frontsummer ini adalah anggota front pembela kebenaran anggota lainnya. Grup ini juga bukan terinspirasi dari front pembela yang itu ya. Ini bukan tulisan pertama tentang mereka sih karena gw bener-bener bersyukur banget punya mereka sebagai penghuni layer pertama dalam kehidupanku. 

Singkat cerita aja Frontsummer ini singkatan dari frontal mesum-ers. Karena kita yang suka bicara blak-blakan soal hal tabu, tercetuslah nama tersebut. Kami adalah teman satu kelas di matematika. Waktu WA mulai masuk Indonesia dan HP mulai ganti HP pinter semua, kami membentuk grup WA. Grup WA pertamaku. Tadinya ada 30an orang, tapi sekarang jadi belasan aja karena yang lain nggak kuat dengan ketabuan yang kami sering lontarkan. 

Nah belasan orang ini bertahan bersama sudah lebih dari 5 tahun. Kami berteman sejak 2009 sampai saat ini. Alasan gw kenapa gw sayang banget sama orang-orang di dalam grup ini karena mereka selalu bisa jadi sandaran. Sesederhana "Ya ampun sebel banget dah hari ini harga cabe naik", yang domisili lain kan jadi mikir juga. Celetukan macem, "tau gak sih ternyata warna oranye di visual branding tuh punya arti murah." Atau lemparan soal-soal semacam "bisa gak sih nol dibagi satu tuh? lupa gw." Atau "JNE lama banget ya tuhan udah 4 hari nggak ada update, ini kenapa sih?" Lu kira gw kurir JNE?

Butuh resep makanan? Mereka lebih lengkap dari cookpad. Mulai dari tips dan trik untuk masak sesuatu, ada di situ. Atau yaaa minimal tau lah bumbu Bamboe, Racik atau bumbu Mahmudah yg paling enak buat masakan itu.

Awalnya nggak nyangka aja kami bisa sejauh ini berteman. Berantem pasti, sempet keluar masuk grup juga kalau lagi ada gangguan kejiwaan yang butuh disembuhkan. Dari yang awalnya cuma berbagi jawaban tugas dan ujian, sampai sekarang yang kita semuanya melek finansial, investasi, dan segala macam perintilannya. 

Pertanyaan jenis, "kalau beli rumah, apa aja sih yang harus diurus?" mereka tau. Pengalaman dari belasan orang yang dibagi di satu grup untuk dijadikan media belajar. 

Kalau ada yang lagi dapet rejeki, berbagi cerita bahagia, yaampun bahagianya tuh nular banget. Semacem kasih kabar, "guys gw baru beli rumah" atau "guys, gw hamil" atau "guys gw dapet kerjaan baru ini" atau "guys akhirnya setelah seminggu ga bisa pup, gw bisa pup sekarang!" Yes we share shit too! Mama gw pernah bilang "WA an terooooosssss sama frontsummer. Paling juga kalo berak dibilang ke mereka." Waktu itu gw baru aja selesai ngetik "Lega banget dah abis berak." Hebat ih mama gw.

Banyak dari mereka yang udah melahirkan Frontsummer 2.0. Beberapa dari mereka gw pernah ketemu, beberapa belum pernah. Bersyukur banget kita saling jaga perasaan. Kalau kebablas pun pasti akan bikin percakapan personal dan bilang kalau tersinggung atau maaf sudah menyinggung. Lalu kehidupan kembali normal lagi. 

Berbeda pendapat itu wajar. Kami selalu memiliki nilai-nilai kehidupan yang berbeda, kepercayaan yang berbeda. Bagusnya, satu poin masalah selalu dapat belasan point of view yang bikin pertimbangan untuk menyelesaikan masalah jadi lebih luas jangkauannya. 

"Guys, kuingin berkata kotor. Ijinkan aku. Jancxxx, asx, texxk..." You name it lah. Kalau udah lega, baru deh cerita kenapa. Kami nggak pernah menghakimi yang lain karena kami tau perjuangan dari jaman kuliah sampai di titik kehidupan saat ini. Kami tau susah senangnya. Kami tidak berhak menghakimi satu sama lain. Kami hanya wajib mendukung, menyediakan bahu untuk bersandar, dada yang lapang untuk jadi objek celatuan, menyediakan telinga atau mata untuk mendengar, menyediakan jari dan mulut untuk membalas cerita mereka, menyediakan otak untuk berpikir membantu menyelesaikan masalah mereka. 

Frontsummer is our safe place to vent, rant, share, anything. I can't thank enough how they become an important part of my life too 💙

Comments

  1. keknya kita sekubuh deh mba pris...soalnya akupun kalau dirunut runut juga suka bicara blak blakan...even hal hal tabuh yang patut diperbincangkan setajam sileeeeed hahahhah...bicara banyak hal yang kadang kalau di dunia orang lurus (maksudnya secara tatanan perkataan) mungkin kita dianggap 'agak-agak' ya...bilang jancu*** even di jatim aja itu hal biasa aja kudiceramahiiiih hahahhahahhaha...

    tapi beginilah kadang karakterku emang blak blakan dan jarang jejaiman juga wkwkwkkw...

    etapi beber bener...harga cabe lagi melambuuuung tinggi mpe ke angkasa #mulai lebey gw
    iya sekilo rawit aja uda ngalahin harga beras wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHAH yang penting seneng tho jadi diri sendiri. Dan asal tau aja, mengumpat bisa memperpanjang umur lhoooo krn gak mendem emosi dalam tubuh wwkwkwkwkw

      iyaaa hehhh aku kmrn mau beli cabe kok harganya muahal yaa :( padahal lagi pengen yg pedes2 ini.

      Delete
  2. Namanya keren banget, eh singkatannya mesum 😆

    Tapi emang nyenengin banget ya Mbak kalau punya temen sengerti itu, kita bebas mau ngapain nggak ada jaim2an, mau ngomong hal nggak penting pun nggak masalah.

    Tapi ini keren loh, udah sampe bertahun2 grupnya masih rame aja, biasanya kan orang bikin grup wa ramenya cuma di awal aja 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akupun juga tercengang kita udah berteman dan makin gila selama bertahun-tahun 😆 makin lama makin clingy wkwkwk
      Mungkin krn nggak saling menghakimi ya jadinya ngerasa aman aja mau ngapa2in juga.

      yaitu nama kalo ada yg nanya artinya, kutakut jelasinnya. takut mereka kaget 😂

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter