Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Frontsummer Lagi

Frontsummer ini adalah anggota front pembela kebenaran anggota lainnya. Grup ini juga bukan terinspirasi dari front pembela yang itu ya. Ini bukan tulisan pertama tentang mereka sih karena gw bener-bener bersyukur banget punya mereka sebagai penghuni layer pertama dalam kehidupanku. 

Singkat cerita aja Frontsummer ini singkatan dari frontal mesum-ers. Karena kita yang suka bicara blak-blakan soal hal tabu, tercetuslah nama tersebut. Kami adalah teman satu kelas di matematika. Waktu WA mulai masuk Indonesia dan HP mulai ganti HP pinter semua, kami membentuk grup WA. Grup WA pertamaku. Tadinya ada 30an orang, tapi sekarang jadi belasan aja karena yang lain nggak kuat dengan ketabuan yang kami sering lontarkan. 

Nah belasan orang ini bertahan bersama sudah lebih dari 5 tahun. Kami berteman sejak 2009 sampai saat ini. Alasan gw kenapa gw sayang banget sama orang-orang di dalam grup ini karena mereka selalu bisa jadi sandaran. Sesederhana "Ya ampun sebel banget dah hari ini harga cabe naik", yang domisili lain kan jadi mikir juga. Celetukan macem, "tau gak sih ternyata warna oranye di visual branding tuh punya arti murah." Atau lemparan soal-soal semacam "bisa gak sih nol dibagi satu tuh? lupa gw." Atau "JNE lama banget ya tuhan udah 4 hari nggak ada update, ini kenapa sih?" Lu kira gw kurir JNE?

Butuh resep makanan? Mereka lebih lengkap dari cookpad. Mulai dari tips dan trik untuk masak sesuatu, ada di situ. Atau yaaa minimal tau lah bumbu Bamboe, Racik atau bumbu Mahmudah yg paling enak buat masakan itu.

Awalnya nggak nyangka aja kami bisa sejauh ini berteman. Berantem pasti, sempet keluar masuk grup juga kalau lagi ada gangguan kejiwaan yang butuh disembuhkan. Dari yang awalnya cuma berbagi jawaban tugas dan ujian, sampai sekarang yang kita semuanya melek finansial, investasi, dan segala macam perintilannya. 

Pertanyaan jenis, "kalau beli rumah, apa aja sih yang harus diurus?" mereka tau. Pengalaman dari belasan orang yang dibagi di satu grup untuk dijadikan media belajar. 

Kalau ada yang lagi dapet rejeki, berbagi cerita bahagia, yaampun bahagianya tuh nular banget. Semacem kasih kabar, "guys gw baru beli rumah" atau "guys, gw hamil" atau "guys gw dapet kerjaan baru ini" atau "guys akhirnya setelah seminggu ga bisa pup, gw bisa pup sekarang!" Yes we share shit too! Mama gw pernah bilang "WA an terooooosssss sama frontsummer. Paling juga kalo berak dibilang ke mereka." Waktu itu gw baru aja selesai ngetik "Lega banget dah abis berak." Hebat ih mama gw.

Banyak dari mereka yang udah melahirkan Frontsummer 2.0. Beberapa dari mereka gw pernah ketemu, beberapa belum pernah. Bersyukur banget kita saling jaga perasaan. Kalau kebablas pun pasti akan bikin percakapan personal dan bilang kalau tersinggung atau maaf sudah menyinggung. Lalu kehidupan kembali normal lagi. 

Berbeda pendapat itu wajar. Kami selalu memiliki nilai-nilai kehidupan yang berbeda, kepercayaan yang berbeda. Bagusnya, satu poin masalah selalu dapat belasan point of view yang bikin pertimbangan untuk menyelesaikan masalah jadi lebih luas jangkauannya. 

"Guys, kuingin berkata kotor. Ijinkan aku. Jancxxx, asx, texxk..." You name it lah. Kalau udah lega, baru deh cerita kenapa. Kami nggak pernah menghakimi yang lain karena kami tau perjuangan dari jaman kuliah sampai di titik kehidupan saat ini. Kami tau susah senangnya. Kami tidak berhak menghakimi satu sama lain. Kami hanya wajib mendukung, menyediakan bahu untuk bersandar, dada yang lapang untuk jadi objek celatuan, menyediakan telinga atau mata untuk mendengar, menyediakan jari dan mulut untuk membalas cerita mereka, menyediakan otak untuk berpikir membantu menyelesaikan masalah mereka. 

Frontsummer is our safe place to vent, rant, share, anything. I can't thank enough how they become an important part of my life too 💙

Comments

  1. keknya kita sekubuh deh mba pris...soalnya akupun kalau dirunut runut juga suka bicara blak blakan...even hal hal tabuh yang patut diperbincangkan setajam sileeeeed hahahhah...bicara banyak hal yang kadang kalau di dunia orang lurus (maksudnya secara tatanan perkataan) mungkin kita dianggap 'agak-agak' ya...bilang jancu*** even di jatim aja itu hal biasa aja kudiceramahiiiih hahahhahahhaha...

    tapi beginilah kadang karakterku emang blak blakan dan jarang jejaiman juga wkwkwkkw...

    etapi beber bener...harga cabe lagi melambuuuung tinggi mpe ke angkasa #mulai lebey gw
    iya sekilo rawit aja uda ngalahin harga beras wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHAH yang penting seneng tho jadi diri sendiri. Dan asal tau aja, mengumpat bisa memperpanjang umur lhoooo krn gak mendem emosi dalam tubuh wwkwkwkwkw

      iyaaa hehhh aku kmrn mau beli cabe kok harganya muahal yaa :( padahal lagi pengen yg pedes2 ini.

      Delete
  2. Namanya keren banget, eh singkatannya mesum 😆

    Tapi emang nyenengin banget ya Mbak kalau punya temen sengerti itu, kita bebas mau ngapain nggak ada jaim2an, mau ngomong hal nggak penting pun nggak masalah.

    Tapi ini keren loh, udah sampe bertahun2 grupnya masih rame aja, biasanya kan orang bikin grup wa ramenya cuma di awal aja 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akupun juga tercengang kita udah berteman dan makin gila selama bertahun-tahun 😆 makin lama makin clingy wkwkwk
      Mungkin krn nggak saling menghakimi ya jadinya ngerasa aman aja mau ngapa2in juga.

      yaitu nama kalo ada yg nanya artinya, kutakut jelasinnya. takut mereka kaget 😂

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya