Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Asuransi Perjalanan, Esensial Nggak?

Sanur

"Mbak, kamu pake asuransi apa waktu ke Eropa kemaren? Aku mau nyontek dong beli yang apa"

"Halah nggak penting itu, cuma buat administrasi aja"

Dulunya pasti gw berpikir gitu juga, tapi sejak gw kenal bener-bener fungsi dan manfaat asuransi, gw nggak pernah anggap asuransi kesehatan dan asuransi perjalanan hanya untuk sekadar "administrasi" aja. 

Lagi-lagi kalau soal asuransi biasanya sih orang cenderung ogah untuk ambil karena "Ambil duit kita aja tapi ga balik duitnya" Ya nggak? Iya lah. Orang cenderung berpikir kalau membayarkan asuransi itu sama dengan menjaminkan uang kepada pihak asuransi, jika tidak terjadi apa-apa maka uang kita bisa dikembalikan wkwkwk. Nggak gitu cara mainnya, Marimar. Eh meskipun ada kok asuransi yang begitu, gw pernah liat dan baca. Tapi itu cuma satu dari sekian juta produk asuransi yang beredar. 

Ketika melakukan perjalanan domestik, gw selalu ambil plus asuransi. Biasanya itu tuh di bawah yang ada kotak untuk centang "Tambahkan asuransi perjalanan sebesar 12,500", sebesar biaya langganan Mola TV lol. 

Waktu gw pergi ke Swiss taun kapan lalu, sebagai warga negara dari negara belahan dunia ketiga, tentu saja gw diwajibkan untuk mempunyai asuransi perjalanan. Perjalanan gw tercover sejak dari Dubai hingga Swiss. Gw tenang aja lah dalam perjalanan itu. Di saat bersamaan, asuransi H habis waktu perjalanan tersebut. Ngeselin juga dia. Resah kalau ada apa-apa. Trus gw ngerasa "Oh gini ya rasanya aman" 😅

Waktu itu, bentuk asuransi yang gw ambil hanyalah merupakan "kewajiban" karena visa. Tapi lama kelamaan tiap pergi ke manapun, gw selalu tambahan asuransi perjalanan. Tahun lalu, saat pandemi baru mulai dan gw baru bisa ketemu H setelah berbulan-bulan, gw bener-bener beli asuransi untuk safety net. Asuransinya standar banget dan belum bisa memberikan proteksi jika tertular covid. Tapi yasudahlah beli saja. 

Eh ternyata, Emirates baik banget, sejak pandemi, semua penumpang akan terasuransi secara otomatis jika tertular covid. Pokoknya kalau kena, langsung hubungi Emirates dan mereka akan urus segalanya. Ga usah aneh-aneh pokoknya, karena bentuknya bukan reimburse tapi langsung servis dari hari pertama tertular.  

Itu bikin gw agak legaan karena masih jarang asuransi perjalanan yang bisa cover covid selama perjalanan. Setidaknya untuk saat ini gw belum nemuin. Jadi perjalanan gw terlindungi dengan 2 asuransi perjalanan.

Membeli asuransi itu perkara membaca setiap detail syarat dan ketentuan yang berlaku. Sekecil apapun hal, akan sangat bisa membatalkan klaim asuransi. Gw sering denger sih beberapa orang bilang "Kamu nggak percaya tuhan sampe harus beli asuransi segala?" Yahhhh gimana ya, tuhan nyuruh umatnya buat berusaha juga sih 😆 Ya kali-kali kepleset di tempat orang, bayarnya mahal, ehh bisa diklaim asuransi kan ya nggak jebol banget nih kantong. 

Bukan berarti bahwa dengan terlindungi asuransi jadi bikin kita liar atau nggak berhati-hati juga. Ya nggak gitu ehh! Gw bersyukur hingga detik ini gw nggak pernah pakai atau klaim asuransi perjalanan ini 😊 

Pilihan membeli atau tidaknya asuransi perjalanan ini juga balik lagi ke pilihan masing-masing. Asuransi perjalanan ini nggak wajib seperti pakai masker saat pandemi kok 😌 Tapi tetep ya, jangan lupa poin utamanya adalah belilah asuransi sesuai kebutuhan dan teliti membaca syarat & ketentuannya. Jangan sampai nanti bilang "Ah DuIT Gw nGGaK BaLIk, gW DiboONgi AsuRANsi!" 

Kalian tim beli asuransi perjalanan atau lossss aja? 😋


Ps: gw ga jualan asuransi btw wkwkw

Comments

  1. Selama ini aku tim loss aja kak, tapi aku jadi mikir setelah baca postingan ini, cukup pwnting juga punya asuransi buat jalanjalan. Kita gatau disana apa yg terjadi dengan kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya, kita gatau bakal kenapa2. Asuransi perjalanan yg bundling pesawat biasanya gak gede2 banget bayarnya. Kalo emang sering banget perlu jalan sih lebih baik beli yg tahunan, lebih murah jadinya. Meskipun kita juga tetep yaaa berdoa biar ga perlu pake atau reimburse asuransinya 😆

      Delete
  2. wow ...terbuka mata batinku kakaaa hahahha
    tadinya aku masuk golongan Marimar itu wkwkwkw...asuransi...keluar duit...duit cair pas ada apaa apa..tapi ternyata ga semua ya...bahkan di Dubai emirates arab bener bener whort it karena bisa langsung berguna andai andai dalam perjalanan tengah sakit atau contihnya tertular corona. Ga pake administrasi ribet ini itu lagi langsung diangkut untuk dirawat. Keren juga sih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah akupun begitu, eman bayar asuransi buang2 duit doang dulu mikirnya. tapi sesuatu itu ada karena ada alasannya sih ya 😆 beli aja kalo emang perlu.

      Emirates termasuk bagus banget sih pelayanannya., nggak babibu banget. Bayarnya nggak gitu mahal banget tapi banyak coverage-nya. Termasuk bahkan kalo beli2 tiket atraksi/masuk kemanapun bisa dapet diskon dari tiket emirates wkwkwkw. Aku cinta diskon dan all in service hahaha

      Delete
  3. Saya sih tim yg los aja,, biarpun pubya asuransi tetap ribet dipersulit dll, indonesia memang suka ribet... Sepertinya seru otw dubai,, asuransi saja gak ribet langsung diservis yh mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu juga, krn belum pernah reimburse asuransi jadinya nggak tau bakal seribet apa. Biasanya sih kalo yg nakal manfaatin ketidaktelitian kita sih. Jadi emg sebelum beli harus bener2 baca dan teliti banget poin2 yg sampe belasan lembar itu hahaha

      Semoga makin lama makin gampang aja sistemnya kl reimburse ya

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men