Skip to main content

Posts

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Skincare dan Sampahnya

Lunch bag dari seorang kawan di tahun 2015 yang masih gw pake sampe sekarang. I am not a skincare maniac but I am using a quite big amount of skincare. Gw berbangga diri mampu tidak menghasilkan sampah pembalut tiap bulannya karena sudah beralih ke menstrual cup , tapi... eh gw masih nyumbang sampah dari skincare gw. Meskipun gw bukan beauty blogger/youtuber yang punya skincare segitu banyaknya, tapi gw juga pemakai produk-produk tersebut. Masalahnya, banyak yang datang dalam ukuran mini. Harga yang tidak mini menyebabkan banyak dari kami yang lebih memilih membeli dalam ukuran kecil juga.  Ya nggak murah skincare itu. Mana kalau skincare cewek itu jidat, mata, pipi kanan kiri, leher aja bisa-bisa beda yang harus diolesin 😂 Sebel gw! Rutinitas skincare gw cukup sederhana banget. Sabun muka, micelar water, toner, serum HA, Niacinamide, sesekali peeling juga, pelembab pagi dan malam. Belum lagi printilan makeup yang nggak banyak kok, tapi berkala banget belinya misal tiap 2 bulan a...

Shifting from Windows to MacOS

Took me a year to decide whether I should buy a Mac or not. Yea, well not mac and cheese obviously.  I was a windows user for over ten years. My first laptop was a secondhand Acer for a year then I bought Samsung and lasted for 9 years. Samsung notebook was not cheap back then compared to the other notebook. I saved up my money and my dad helps me with the other 1/3.  My hunch was right. I said, "I want to buy this one, it seems like the best in the market for now. I need it for 5 years at least." Sammy was there for 9 years. What I can't move on from that laptop was the battery. Lasted 5 hours for the first 3 years, then 2 hours for the rest of the years. Well, now it can only be turned on if I plug the charger on.  Sadly they're not available here anymore. When I asked the stores, they said "Where have you been? Samsung is now focused on their smartphone" But... but... it is a great laptop 😢 I was so desperate when I realized that I need a new laptop. I w...

Menabung USD Lagi

Setelah mencoba transaksi valuta asing di DBS  dan pembandingnya, kemarin gw putuskan untuk menyimpan dana dalam bentuk USD di Digibank. Bukan investasi tujuan gw karena menurut gw valuta asing bukan instrumen investasi yang tepat buat gw. Kenapa akhirnya gw putuskan untuk nabung USD lagi? Gegara bos gw nih minta gw cariin sumber krisis Asia dan Rusia tahun 97-98. Agak serem ya ketika perusahaan-perusahaan banyak hutang dalam mata uang selain IDR, banyak yang kolaps dan dana hutang jadi menggelembung sekali.  Makin banyak gw baca makin gw sadar juga kalau krisis pasti terjadi. Rentang tahunnya atau kapannya kita nggak akan pernah tau, tapi krisis pasti terjadi. Ada yang jarak 3 tahun, 10 tahun, 20 tahun, yang jelas krisis itu pasti terjadi. Sepanjang sejarah sih, manusia selalu berhasil melewati krisis walaupun terseok-seok. Tapi bisa.  Dari situ gw mikir, kayaknya emang perlu sokong dana dalam bentuk mata uang asing selain IDR. Gw rasa untuk saat ini USD adalah pilihan ...

Buka Tabungan Emas via Pegadaian Digital

Dubai Mall Iya ini yang kedua kalinya gw bikin tabungan emas di Pegadaian. Akun yang dulu ada di Pegadaian syariah. Bisa sih dilanjut aja ke akun digitalnya Pegadaian Syariah tapi harus minta CIF ke outletnya. Jadi yaudah lah bikin aja baru. Lagian juga saldonya tinggal 0.1 aja 😅 Gw putuskan bikin akun lagi di Pegadaian konvensional. Bikinnya nggak sampai 5 menit udah jadi. Dapet voucher potongan 10 ribu pula. Setelah isi data yang ada, normal pengisian data layaknya untuk akun-akun digital lainnya. Pembelian minimal 50ribu. Karena ada voucher potongan 10ribu, gw bayar emasnya 40ribu doang.  Pembayarannya bisa transfer dari virtual account di beberapa bank yang ada di Indonesia: BNI, BRI, BCA, Mandiri, Permata, dan Maybank. dan kena tambahan biaya 2,500. Jadi jumlah bayar gw sebesar 42,500. Setelah melakukan pembayaran, akun tabungan emas sudah langsung aktif dan bisa dilakukan transaksi di situ. Esoknya gw coba top up 50 ribu. Bisa dengan memasukkan jumlah rupiah maupun jumlah sa...

Frontsummer Lagi

Frontsummer ini adalah anggota front pembela kebenaran anggota lainnya. Grup ini juga bukan terinspirasi dari front pembela yang itu ya. Ini bukan tulisan pertama tentang mereka sih karena gw bener-bener bersyukur banget punya mereka sebagai penghuni layer pertama dalam kehidupanku.  Singkat cerita aja Frontsummer ini singkatan dari frontal mesum-ers. Karena kita yang suka bicara blak-blakan soal hal tabu, tercetuslah nama tersebut. Kami adalah teman satu kelas di matematika. Waktu WA mulai masuk Indonesia dan HP mulai ganti HP pinter semua, kami membentuk grup WA. Grup WA pertamaku. Tadinya ada 30an orang, tapi sekarang jadi belasan aja karena yang lain nggak kuat dengan ketabuan yang kami sering lontarkan.  Nah belasan orang ini bertahan bersama sudah lebih dari 5 tahun. Kami berteman sejak 2009 sampai saat ini. Alasan gw kenapa gw sayang banget sama orang-orang di dalam grup ini karena mereka selalu bisa jadi sandaran. Sesederhana "Ya ampun sebel banget dah hari ini harga c...

Morning Person!

How morning person I am? Hmm, people know that I am not a morning person. I will fully function after 10 until midnight. Somehow, lately, I feel like I am missing out on things in the morning like bubur kacang ijo.  So I decided to try to be a morning person. Well... at least waking up and start my day earlier than I usually do. It was not easy at first. But my boss said, "Let's try to have a morning meeting." Obviously, I was challenged. It worked out but also exhausting at first.  But I still try to wake up early and start my day early. I found out that lavender and chamomile tea helps for better sleep. I definitely bought the tea and start to drink it every day in the evening. So black tea in the morning, or turmeric drink, and lavender & chamomile tea in the evening when I wrapped up some work left at home.  The lavender & chamomile tea did not work directly but it helps to calm my body a few hours before bed. It relaxed my muscles and mind before bed. Though ...

Rambut yang Menyuburkan

Awal bentukan sansiviera gw. Bukan, bukan rambut gw yang subur kok bukan. Rambut gw masih mengalami patah tulang harian, rontok kemana-mana ya tuhan susah bener biar rambut panjang gak rontok. Jadi ceritanya gw punya sansiviera kan, hadiah ulang tahun lalu. Dia mini gitu kan, batangnya banyak banget rimbun. Setelah gw tinggal berminggu-minggu, dia ternyata letoy karena kurang sinar mentari dan air. Hingga batangnya tersisa 4 dan akarnya semi busuk.  Posisi batang sudah mulai tegak Sansiviera ini termasuk tumbuhan yang tahan banting menurut gw. Daripada gw buang, yaudah lah gw tunggu dulu. Gw pindah ke pot, gw pangkas akar busuknya, gw tata lagi. Eh makin lama kok makin lemes yaa batangnya nih. Agak stres juga masa sih mati nih tumbuhan kan gw dapet hadiah.  Lalu, nggak tahu kenapa tiba-tiba gw dapet ilham buat naro rontokan rambut gw di pot. Gw cari dong apa iya sih rambut bisa nyuburin tanaman. Dapet beberapa dari hasil googling, katanya sebagai pengganti urea. Yahhh yaudah l...

Beda Bahasa Beda Persona

Burmese Have you ever feel different when you speak in your local language and Bahasa Indonesia, or even English?  Berbicara dalam bahasa yang berbeda bisa jadi menciptakan persona yang berbeda. Dulu sih awal-awal mulai berbahasa Inggris setiap hari ngerasa "Kok beda ya rasanya pas ngomong pake Bahasa Inggris?" Sejauh ini sih gw baru ngobrol pake 4 bahasa. Keempat bahasa berbeda itu juga ada feeling dan mood yang beda tiap kali dipake.  Ternyata, persona yang berbeda dari bahasa yang diucapkan ini juga memang betul adanya menurut penelitian. Nggak mengubah kepribadian sepenuhnya sih, tapi lebih ke menonjolkan feeling yang lagi dirasakan. Bagi gw, berbahasa Inggris lebih bikin gw percaya diri dalam mengungkapkan isi hati, keinginan, apapun itu yang ada di uneg-uneg lebih bisa tersampaikan dalam Bahasa Inggris. Nggak tau kenapa, padahal bukan bahasa ibu juga. Menurut gw sih lebih karena nggak ada batasan sopan/nggaknya seperti unggah ungguh seperti di Bahasa Jawa/Korea. Lebi...

Uniknya Bahasa Asing

Dari beberapa kali belajar bahasa asing, menurut gw bahasa asing yang paling cocok di lidah orang Indonesia yang ngomongnya gampang itu Bahasa Spanyol. Karena R-nya bulat banget dan cara bacanya persis dengan apa yang tertulis. Gw rasa nggak ada orang Indonesia yang ga mampu ngomong "Por favor mi amor" dengan lantang. Como estas? Muy bien! Sedangkan bahasa yang banyak kata yang mirip dengan Bahasa Indonesia (juga Jawa) tentu saja Bahasa Belanda. Banyak kata-kata yang kita nggak perlu lagi hafalin kosakata baru dalam bahasa itu. Klompen, handoek, ram, tegel, foto, tas, dan lainnya.  Bahasa yang menurut gw kaku banget adalah Bahasa Jerman. Penulisannya mirip banget dengan Bahasa Belanda tapi yang keluar beda banget. Menurut gw Belanda lebih melow daripada Jerman dalam hal pengucapan. Hampir sama seperti penulisannya, apa yang tertulis cenderung bisa dibaca semua.  Bahasa yang menurut gw ngegas, yaaa Bahasa Korea. Meskipun tujuannya nggak ngegas, tetep aja kedengarannya ngegas. ...

Denpasar Moon

Sanur I never thought that I would love to live in Denpasar. My favorite place in Bali is actually Ubud, but that's my POV as a tourist. I tried to look for a place to stay near the beach or some open spaces like a park. The first place I stayed was quite far from those. Well... 15-20 mins, still far. Then I moved a bit to the north and it's only 10 mins from Sanur and a minute walking distance to the big park. Oh and 5 mins walking distance to any government office, like immigration, tax, insurances, banks, post office, BPJS, you name it.  Technically, Denpasar is a big city. But nature around is fantastic. You can access almost everything that a big city can offer, but also you can be in nature as much as you can and it's only within walking distance. Well... a few minutes at least. When I lived in Malang, it was also in one of the good spots. Though I lived only close to the mall where I usually buy things I need there. Took me at least 30 mins to get to the Alun-alun or...