Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit. Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya. Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego. Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...
Tanyakan kepada banyak siswa siswi di seluruh Indonesia, apakah mereka menyukai matematika? Saya yakin akan lebih banyak yang menyatakan "kurang menyukai matematika" daripada "menyukai matematika". Layaknya sudah menjadi hal yang umum dan wajar kalau mengatakan matematika itu sulit. Bahkan setelah saya menjadi mahasiswa matematika dan lulus dari jurusan matematikapun saya juga merasa kalau matematika itu memang sulit. Bukan bermaksud membesar-besarkan kalau memilih jurusan matematika itu pasti akan mengalami masa sulit karena sulitnya matematika. Bukan. Setiap jurusan pasti memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Nah, dulu saya sering bertanya-tanya kenapa kita belajar matematika sesulit ini di sekolah ?Fungsinya apa??? Apakah integral bisa diterapkan orang awam dalam proses membeli barang di supermarket ? Apakah differensial bisa juga digunakan orang awam untuk menghitung hutang ? Selalu bertanya-tanya seperti itu. Bagi beberapa teman, matematika memang momok terbe...