Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Vaksin Booster (ke-3) di Bali


Gw anaknya emang rajin banget imunisasi dari bayi. Bersyukur banget mak gw bukan antivak wkwkw. Jadi ketika tau booster covid bisa didapat di bulan ke-6 setelah vaksin kedua, bergegaslah diriku ini mencari informasi. Gw sempet itung juga, "Kalau 6 bulan berarti gw dapet bulan Februari, tanggal berapa ya? Oh gini aja, setaun dibagi 2 kan 6 bulan. Oke berati 182,5 hari." Setelah gw hitung ternyata gw liat ada list di di tanggal 23 Februari. Maunya tanggal 22 Februari yaa biar cantik tanggalnya juga biar inget aja, tapi nggak dapet tanggal itu. 

Nah, harusnya kan di Peduli Lindungi keluar tiket vaksin ya. Temen gw yang vaksinnya 2 hari duluan dari gw aja udah dapet tiket kok gw belum. Dia udah dapet dari bulan lalu, gw nggak ada. Yaudah akhirnya gw hitung manual tadi. 

Karena gw nggak dapet tiket, tapi gw hitung manual, tentu saja gw berdoa semoga gw nggak ditolak ya. Nah, di Bali enak banget. Daftarnya pakai aplikasi antrian namanya SpeedID. Ini waktu gw vaksin pertama udah ada sebenernya, tapi gw nggak pernah dapet antrian lol. Waktu itu juga aplikasinya belum sebagus sekarang. Tapi waktu temen gw bilang, "Pake SpeedID mbak, coba aja, cari." Ya gw akhirnya download lagi aplikasi itu. 

Booster di sini nggak tiap hari ada. Jadi ada yang seminggu sekali aja, seminggu 3 kali, seminggu 4 kali, tinggal pilih aja. Ini sih kayaknya aplikasi khusus Bali ya. Kayak Jakarta yang juga punya aplikasi sendiri.


setelah scan barcode antrian keluar ini, artinya tinggal tunggu aja nanti dipanggil

Ternyata udah bagus dong. Ya nggak usah dibayangin yang jauh-jauh tapi aplikasinya berfungsi banget. Tinggal gw klik "booster" aplikasi langsung bergerak mencari tempat vaksin booster sekitar. Ada beberapa puskesmas yang memperuntukkan vaksin untuk orang di domisili setempat. Ada juga RS yang boleh siapa saja. Ada juga sentra vaksinasi di gedung DPR dengan kuota 400 orang per harinya. Kebetulan gw dapet RS deket gw yang kuotanya cuma 50 aja per hari. Gw daftar Pfizer tapi ternyata stok habis jadi ya dapet AZ lagi. Yaudah gapapa. 

Gw vaksin di Bali Royal Hospital. Lokasinya tinggal ngesot doang. Tapi pas vaksin ujan dong. Gerimis lah, tapi ya males nyetir basah-basah. Naik ojek aja lah, cuma 5 menit doang. Lalu masuk antrian scan ina inu pukul 8.35an sudah di tunggu antrian. Nunggu 5 menit, langsung masuk pendataan ina inu, cek tekanan darah dan lain sebagainya, tapi nggak seekstrim yang vaksin 1, 2 dulu. pukul 8.48 udah disuntik aja. Lalu nunggu 10 menit untuk tunggu ada reaksi setelah vaksin atau nggak. Sekaligus didata untuk dimasukkan ke sistem Peduli Lindungi. 

Oh ya, nanti petugasnya cek tanggal vaksin kedua, dicocokin apa udah boleh vaksin atau belum.

Iseng banget dia nongolnya abis gw suntik. Ada tanggal yang tertera juga. Tapi banyak kasus yang udah di atas 6 bulan belum dapet juga kayak gw.

Nah sembari nunggu, gw refresh aplikasi Peduli Lindungi gw dan baru dapet dong tiket ketiga buat vaksinnya. Tau aja nih aplikasi kalo gw booster hari ini. Tapi yaudah lah udah daftar juga kok. Belum jam 9 gw udah keluar RS. Kartu vaksinasi dikirimkan online via WA jadi nggak usah bawa kertas gitu. 10 menit kemudian gw udah dapet sertifikat ketiga. 

Gw emang semangat banget buat booster karena gw termasuk orang yang sering mobile ke luar negeri untuk ketemu suami. Meskipun kalau di rumah yaudah di rumah aja, nggak pernah nongkrong di tempat rame, paling juga grounding di pantai sendirian. Sekaligus juga gw punya tanggungjawab agar tidak menularkan virus ke orang lain dan diri gw sendiri. Sehat-sehat aja lah pengennya. 

Tulisan ini akan gw update ketika gw ngerasain efek sampingnya. Tunggu 2 harian lagi wkwkw.

Jadi gimana, kalian udah booster belum? Yuk booster kalau udah waktunya! 

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

BERDIKARI

Kau tahu kawan kepanjangan dari Berdikari?? Aku rasa, kebanyakan dari kita pasti tau itu kan??!! Yah, BERDIKARI adalah berdiri di kaki sendiri. Artinya??? Mandiri, tangguh, tidak bergantung pada orang lain. Itu yang sejak dulu di gaung-gaungkan kepada kita. Indonesia merupakan salah satu negara yg berkembang. Kita emang sih belum menjadi negara maju seperti Eropa atau Amerika atau negara manapun lah itu. Tapi jika sedikit ditelisik nih ya, kita merdeka adalah hasil perjuangan atau hasil pemberian?! Pasti kita dengan kepala tegak akan mengatakan "Perjuangan sendiri, kerja keras kami selama ratusan tahun". Iya! Benar. Kita merdeka atas keringat dan darah seluruh warga negara. Kita berdiri di tanah merdeka ini dengan kerja keras. Patut bangga? Patut!!! Karena merdeka dengan hasil sendiri, tidak ada negara lain yg menopang hidup kita. Kita berdiri, berjalan, dan berlari atas kemauan kita sendiri. Akibatnya apa? Akibatnya tidak akan ada negara lain yg mengurus kepentingan intern...