Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Cooking and Baking Skills Unlocked

First trial banana bread baked in the rice cooker. The picture was taken at 4 PM Bali times, golden hour when sunlight passing through my window and curtain.  

During 2020 I cook and bake a lot more than I did in the previous year. A lot of people told me that I can't cook. But I know that is not right. I just had no willingness to cook. When I moved to Bali, I started to miss the familiar foods in Java. My comfort foods. Although I eat everything Balinese cuisine was not that good for me the first time I tried it. It did not really satisfy my taste buds. But I realize it was just because I ate a not tasty Balinese food back then. Told ya first impression is important for me. Now I love it.

So I start to cook a lot more at home because I can't find tasty Javanese foods here. Yes, you can, but you need the journey to find the best one. It's a fun journey where you need to try a lot of things and decide which one is matching your palate. 

Aglio Olio. I don't fancy spaghetti but the simplicity makes it great.

First thing first, get your kitchen seasoning and spices right. Aside from garlic, onion, salt, pepper, and sugar, I started to buy candlenut, coriander, oregano, galangal, bay leaves, kafir lime, lemongrass, cinnamon, turmeric, and so on. You gonna enjoy cooking when all of these spices are there in your kitchen. The spices I bought are the powder one. Sometimes it is not as great as the original ones but you can keep it longer if you buy them in powder version. Besides, I love to make some drinks from spices. Kinda like jamu. Hated it but love it now.

They cover the needs of daily cooking. I started to learn how to make foods that involve more than salt, pepper, onion, and garlic. Find the recipes from people whose foods I like to eat (or match my palate). I never thought that I in my late 20s is about asking and sharing tasty recipes with each other. 

Bihun goreng. I was not so sure to make it, worried if it was too soggy or dry. It was not.

Then I want to make some cake. I started to bake. I don't have an oven and I try to find the substitution. I use a rice cooker instead. It worked! I am amazed by myself how I can bake very great in the first trial. That got me to realize tho, some recipes are the same but what makes it taste different is the technique. Cooking is nothing much different than mathematics. How to make it step by step. The timing. The formula and measurement. So you gotta learn that and familiarize your hands and mind to all those recipes.

Taste great but taking so much time to wait. I think I'll buy it next time 😃

When someone says "Huh you can't cook? At all? She cooks better than you!" You don't need to worry because everyone can cook. The only difference is do you want to cook? It's about willingness. Cooking is a basic skill for living. Everyone should be able to cook. But even if you don't cook, just rely on Grab and Gojek for that. They are created for that 😋 

*Only uploaded the presentable pictures I made and noodles family is the easiest cooking.

Comments

  1. Gofood aja kakakkk

    Praktisss

    Wkwkwkwkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh tentu saja kalau malasnya sedang tiba, masih memuja diskon 50% LOL

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men