Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Bikin Kopi Sendiri & Masak Agar Hemat

bikin kopi sendiri di rumah bisa sekece dan seenak ini

Memang betul ngopi Janji Jiwa itu enak banget, apalagi kalau beli 3 aja bisa lebih murah daripada beli 2. Sekali dua kali dalam seminggu sih masih oke. Gw tau gw nggak akan segitu perhitungannya sama makanan tapi selagi bisa direncanakan ya sebisa mungkin direncanakan. Karena gw tiap hari ngopi. Gw nggak akan skip kopi setelah makan pagi. Jadwal gw ngopi jam 9 pagi - 2 siang. Gw batasi diri gw buat nggak ngopi lebih dari satu cup per hari, di atas jam 3 siang udah nggak terlalu berani ngopi karena bisa bikin begadang. 

Gw selalu bawa kopi ke kantor. Gw bikin sendiri, masukin botol termos. Kopinya biasa aja yang gw biasanya minum, kasih susu dikit. Bikin panas, masukin botol termos, bawa ke kantor deh. Awal memulai kebiasaan ini nggak gampang. Sering banget lupa buat bikin kopi. Sering juga botolnya kelupaan buat dibawa pulang. Akhirnya belajar konsisten karena kelupaan bawa kopi dan terpaksa beli kopi itu nyebelin banget.  

gw beli ini di Aruna Bambu (IG). produk mereka bagus-bagus.

Selain bikin kopi sendiri, gw juga jadi lebih rajin masak. Ternyata pengeluaran belanja untuk makanan per minggunya sekitar 200 ribuan. Itupun menunya udah enak dan ramah kantong. Paling juga gw beli makan untuk makan siang di kantor. Kadang gw bawa bekal, kadang nggak, tergantung aja bangunnya telat apa nggak. Masih sesekali makan di luar juga kok misal pengen pizza, burger, satenya abang ini, nasi campur Balinya Pasar Sindu, jus itu, seafoodnya amfibia. Tapi udah jarang banget. Selagi masih bisa masak, gw akan masak.

Memang sih di beberapa kasus beli makan di luar akan lebih murah daripada masak sendiri. Ini perkara penyesuaikan menu aja. Gw udah punya menu apa aja yang bakal lebih murah kalau beli daripada masak sendiri.  

telur amburadul, udang garlic, paprika biar seger. lunch bag-nya ini pemberian temen deket gw taun 2015 yang masih gw pake sampe sekarang.

Setelah gw hitung-hitung, biaya untuk hidup itu nggak mahal. Yang mahal biaya untuk gayanya 😆 Gw jadi lebih bahagia ketika tau penghematannya bisa 50% biaya makan di luar.

Kamu gimana? 

Comments

  1. Hish, gaya sekali ya anda beli sedotan bambu. Judulnya cintai bumi...

    Kalo bawa bekal judulnya cintai dompet


    Hahahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Tentukan Jangka Waktu Investasi

Seperti Ganesha bukan? Dewa ilmu pengetahuan dan lambang kecerdasan. Favorit gw. Tapi ini speaker sih 😆   "Aku mau investasi" "Oke bentuknya apa dan berapa lama?" "Hmm ya pokoknya apa lah yang cocok buatku" Ya you kira I dukun? Selain menentukan profil resiko , acara yang perlu untuk dipikirkan adalah menentukan berapa lama jangka waktu investasi. Ada yang membagi kedalam dua kategori yaitu pendek dan panjang, ada pula yang membaginya ke tiga kategori yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Nah kebutuhan ini hanya investor yang tahu. Tentunya tiap orang nggak bisa disamakan kebutuhannya.  Jangka pendek biasanya berkisar tidak lebih dari 5 tahun. Biasanya deposito dan obligasi dimasukkan dalam kategori ini. Biasanya yang jangka pendek ini selalu mendapat return pasti, karena selalu pasti jadi resikonya sangat rendah sekali. Kemudian jangan lupa untuk mengecek apakah return yang ditawarkan masih mampu untuk menghalau laju inflasi untuk beberapa tahun ...