Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Merah Putih



Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. 

Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.



Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami gw becanda soal kemerdekaan atau apapun yang berhubungan dengan Belanda dan Indonesia perihal politik masa lalu. Gw selalu bangga tiap kali ke luar negeri mengenakan batik atau sekedar terbang ke Jawa mengenakan kebaya Bali yang gw pake harian.

Sebenci-bencinya gw ke birokrasi dan kasus korupsi di negeri ini, segilanya gw pengen ganti paspor, tapi gw cinta tanah ini. Indonesia buat gw adalah darah gw. Mengalir dalam tubuh gw. Meskipun jika nanti di masa depan gw memilih untuk menjadi bukan WNI tapi identitas gw tetep merah putih. Nggak akan pernah bisa diganti maupun terganti.  

Hai Indonesia! Gw nggak mengidolakan sistem birokrasi dan kasus korupsi yang ada di tubuhmu, tapi aku mencintaimu. Selamat 75 tahun. Tetaplah berdiri teguh wahai Pancasila dan Burung Garuda. Tak akan rela hati ini jika kau diganti menjadi yang lainnya. 

Sampai mati gw merah putih.

Comments

  1. Dalem banget mbak. Akakaka
    Memang urusan birokrasi di negeri ini bikin campur aduk ya, pdhl sekarang semua serba digital, bisa memudahkan segala hal. Tp entahlah bagi Indonesia. Meski begitu, akupun cinta mati sama negeri ini. Terlepas dr para koruptornya. Eh lg
    Tos dulu dong. Akupun suka pke batik ketika bepergian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap pake batik kayak bangga gitu nggak sih? Semacem "Hey look at me. I am the coolest!" HAHAHAHA

      Delete
  2. Mbak, sampean email ke emailnya kantor pemerintahan apapun akan dibalas besok di hari kiamat. Alasan yang utama adalah jarang sekali dibuka. Alasan ke dua adalah lupa pasword emailnya. Kalo sudah seperti itu silakan tarik napas anda dalam-dalam....

    ReplyDelete
    Replies
    1. KOK BISAAAAAA jarang dibuka?? Agak ndak logis tapi yaaaaa gitu dehh ya. Sekarang yg lebih cepet sih DM ke twitter/instagram gitu. Kalo DM nggak digubris, tinggalin aja komen. Komennya biasanya dianggap agak marah2 dan kl bisa gaboleh marah2 di komen wkwkwk kocak

      Delete
  3. Foto nya cantik gan wkwkwkw, Gagahh make batik.

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya