Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Selamat Hari Kemerdekaan

 

Selamat hari kemerdekaan negeriku. Meskipun usiamu baru (sudah) 73 tahun, tetaplah berjuang melawan kebobrokan yang dilakukan para oknum bangsa ini.

Kalau dilihat kebelakang, usia 73 tahun ini usia pensiun buat manusia. Tapi hell no untuk sebuah bangsa. Ini usia mateng-matengnya, produktif-produktifnya untuk menghasilkan sesuatu yang keren. Meskipun pula di usia yang sama, Korea Selatan udah super maju sedangkan kita gini-gini aja masih banyak koruptornya, saya percaya tiap bangsa juga punya timeline nya masing-masing. Ibarat kata temen kamu usia 23 udah punya 2 anak sedangkan kamu usia 27 belum juga nikah, so what? Hidup bukan balapan 😂

Disaat Korea Selatan udah bisa impor Kpopnya ke seluruh dunia, hape Samsungnya yang menguasai sebagian besar pasar dunia, internet super cepat yang bahkan belum diklik aja udah jalan, kita gimana? Masih berkutat berkelut dengan yang namanya isu politik agama dan ras. ternyata kita cukup rasis ya? 😐

Bahkan seringkali gw tengkar sama suami gw karena dia bilang "buat apa lo bangga sama kemerdekaan lo kalo pada akhirnya juga sebenernya lo belom merdeka? Bayangin kalo lo masih sama Belanda, bakal maju banget lo kayak negara kita. Nggak bakal lo hadepin yang namanya korupsi kebangetan, isu2 rasial macem gini". Hell no! Kita boleh aja pasutri, tapi hati ini seburuk apa negeri ini tetep ini tanah air gw. Yaaaa bagusnya kalo masih sama Belanda mungkin paspor kita kekuatannya setara paspor EU. Mungkin juga pembangunan akan lebih merata dan lebih "feels Europe" gitu, bisa jadi kalo gw kawin sama suami gw juga dokumennya nggak sulit, Tapi kok semuanya kek kepentingan gw sendiri ya???

Tapi gw tetep aja bangga sama kemerdekaan negeri ini yang diraih dengan susah payah. Mau orang islam, kristen, hindu, budha, cina, jawa, bali, papua bahkan beberapa orang asing yang hatinya jatuh kepada negeri, apapun itu, gw bangga banget dengan perjuangan mereka. Karena sekarang perjuangan bangsa ada di tangan kita. Dulu gw pikir kalo kata-kata "Nasib bangsa ini berada di tanganmu pemuda" dulunya gw kira cuma kiasan belaka, atau khusus orang yang berkecimpung di dunia politik. Tapi ternyata sekarang gw rasain sendiri sejak gw masih kuliah. Gw ngerasa kalau ternyata sekecil apapun peran gw dalam hidup tuh secara sengaja nggak sengaja juga berdampak. Gw ngajar, tujuannya mencerdaskan bangsa. Gw nulis, tujuannya buat kampanye di beberapa aspek seperti pendidikan, budaya dan karakter bangsa ini. Sebisa mungkin tiap ada kesempatan, gw pasti koar-koar soal unity in diversity seperti misi yang diemban dalam Bhineka Tunggal Ika.

Indonesia dari ujung ke ujung itu beda bro and that deserve to be respected
the coffee library - Malang, tempatnya instagramable banget fyi


Karena bangsa ini sedang kritis. You know kan kalau bangsa ini sungguh diciptakan se-diverse mungkin dan ada beberapa kalangan yang "memaksa" untuk mengganti Pancasila dengan satu paham yang mereka pahami benar. Manusia-manusia penghuni Indonesia ini unik, nggak bisa disamaratakan dengan satu sistem. Jadilah itu kenapa Pancasila adalah sistem yang paling yahud yang bisa mengakomodir kebutuhan bangsa ini. Jikalau suatu hari nanti ada yang berani teriak untuk ganti sistem Pancasila dengan yang lainnya, gw bakal jadi orang pertama yang protes! Abis protes kalo masih tetep aja, gw minggat 😂 dasar gak bertanggungjawab wkwkwk

Bener juga kata-kata dulu yang sering didengar, "Perjuanganmu mempertahankan bangsa akan lebih sulit dari perjuanganku karena yang kamu lawan adalah saudara setanah airmu sendiri". Jadi gw berharap banget di tahun ke-73 ini, semoga manusia-manusia bangsa ini semakin dewasa dan mampu berpikir serta bertindak demi kepentingan bersama. Bukan hanya demi kepentingan pribadi dan golongan. Boy, I thought those words were only words, but it sucks when you have to say that everytime to remind people to do things that won't harm others.

Meskipun gw sering tengkar ga jelas sama suami gw soal bangganya gw bisa merdeka dari negaranya dia, gw tetep yakin kalau semua itu soal berproses. Gw yakin Indonesia punya timeline nya sendiri untuk jadi lebih "merdeka". Gw juga yakin suatu hari nanti, Indonesia bakal jadi singa si raja hutan. Gw juga yakin perjuangan orang-orang terdahulu nggak ada yang sia-sia. Gw juga yakin, selama kita bisa kendalikan diri sendiri, negeri ini akan maju. Gw yakin banget suatu hari nanti gw bisa liat Indonesia yang dibanggakan oleh semua orang. Maju bangsanya, bermoral manusianya.

Karena gw yakin, proses itu tak kalah penting dari sebuah hasil 💕

PS : You should watch The Handmaid's Tale if you support Pancasila to be changed. Watch that series and think if you still want to be in that system. Well, I believe the commanders would love that because that's their main purpose. But for you who just tail those "commanders" without even understand the purpose, watch that series!

Comments

  1. Selamat hari kemerdekaan Kakak, bagaimana pusingnya jadi presiden ya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pusingnya sepuluh keliling kak, bantuin dong! wkwkw

      Delete
  2. Wkwkwkwk, la kok ngarep Indonesia bagian dadi Uni Eropa.

    Iya, sekarang banyak orang yang pengen ganti Pancasila dengan paham yang lain. Kakean mangan micin kayane.

    Happy Independence Day !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. micin sak pabrik digawe cemilan kyoe mas HUH! mangkel aku nek wong2 bengok2 ganti sistem. ganti sistem ndasmu tah!

      sorry emosi haha

      mari tetep jaga persatuan bangsa ini

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men