Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Mengintip Grand Mosque Sheikh Zayed

 Pergi ke UAE tak lengkap tanpa mengunjungi Grand Mosque Sheikh Zayed yang ada di Abu Dhabi. Meskipun tujuan awal ada di Dubai, tapi kita niat mlipir ke Abu Dhabi yang jaraknya 2 jam dari Dubai menggunakan bis.

Kita pun menuju terminal Al-Ghubaibah untuk membeli tiket bis menuju Abu Dhabi. Karena ketololan saya, saya sama sekali nggak tau kalau antrian beli tiket dipisah antara cowo sama cewe, pas dipanggil 'mam, please here!', saya sih ngah ngoh aja. Ternyata baru sadar kalo antriannya cowo semuanya dan untungnya HJ langsung 'nyelametin' mukak istrinya ini buat pindah ke loket seberang karena kita salah loket. Well.. at least gw nggak ngeliat mukaknya para cowo-cowo yang udah ngelirik gw dari atas sampe bawah sembari (mungkin) mikir 'ini cewe sakit?'. Beda budaya kaka

 
pulangnya pengen top up kartunya eh tapi malah dikasih tiket kertas begini

Ok, tiket ditangan. Kali ini saya dikasih kartu transportasi yang multifungsi ala negeri maju which is jadi hobi teranyar sekarang. Seneng dong! Tapi dompet nggak muat lama-lama hahha!. Dari Al-Ghubaibah ke Abu Dhabi harganya sekitar AED 25, dengan jarak tempuh 2 jam. Sepanjang jalan kita ngapain? Tidur! Karena emang kanan kiri hamparan gurun dan semua hal yang berbau gurun. Kita bangun setengah jam sebelum turun bis.

 
terminal Abu Dhabi, bagian bis menuju Dubai

Kita memutuskan berangkat dari Dubai sekitar jam 2 siang, jadi sampai di Abu Dhabi sekitar jam 4 sore dan itu masih panas banget.

Setelah turun bis, kita naik taksi menuju masjid yang jaraknya 15 menit dari terminal bis.

Masjidnya super sekali. Super gede. Karena ini adalah masjid terbesar di UEA, dan bener-bener strict banget kalau mau masuk sana. Yang jelas ada aturan dalam berpakaian. Saya yang tadinya pake jeans, akhirnya ganti celana. kalaupun baju nggak sesuai, nanti akan dipinjami jubah untuk wanita dan laki-laki. Jubahnya persis kek jubah yang dipake di The Handmaid's tale. Lucu gitu.

aturan berpakaian

Masjid ini luas tempat parkirnya, hmm sebut saja tamannya ya. Jalan menuju masjidnya itu lho lama. Sebelum masuk juga ada security check macam masuk bandara, saya berkali-kali bunyi ternyata saya baru sadar kalo sepatu saya kan ada metal-nya (yang baru bener-bener saya sadari pas disuruh nyeker di bandara Dubai). Nah interiornya dominasi warna putih, pilarnya asik banget, tempat wudhunya uuuhhhh uwapiiikkk tenan. Nah ada juga perpustakaannya tapi kita nggak masuk sih. Kita udah keburu butuh AC jadinya kita mlipir ke coffee shop nya. Tapi kita sholat disana, maghrib. Adzannya subhanallah, luar biasa bikin tenang. and guess what? I am the only one who wear mukena hahaha!

 

 

 

 

 
sunset

 

 

  
sayang tempat wudhunya ga boleh difoto dan saya ternyata bisa juga mematuhi aturan hahaha

 
nah baju yang coklat diseberang itu buat cewek, yang putih buat cowo

 

  

Kalau ke UEA jangan lupa mampir yaaa...

Comments

  1. wih apik
    pingin gulung2 ndek tengah iku, subhamanllah
    jiboober gak oleh mlebu yo mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. huwalah mas, gulung2 yo sido digeret pulisi e tho hahaha

      ora oleh melbu mas, langsung dikrukupi wes ahah

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…