Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Malang Day Trip

 
candi Singosari

Kala itu, kita berdua pengen coba trip sehari (atau setengah hari ya) di Malang. Bukan Bromo bukan pula ke Batu dengan segala theme park nya. Berbekal kitab wajib penjelajah a.k.a lonely planet, kita menuju 3 tempat. Candi Singosari, Candi Sumberawan, dan Kebun Raya Purwodadi (sebenernya tambah kebun teh tapi transportasi tidak mendukung karena kita pakai transportasi umum). Tbh, this is my first experience to go to these two temples.


Dari rumah, rumah kita ada di daerah Arjosari ya, buat yang tau, itu semacem Malang pinggiran. Mau ke tengah kota itu setengah jam. Kita naik angkot yang menuju ke arah Lawang, sebut saja angkot hijau karena emang warnanya ijo yak, dari situ sekitar 15 menit menuju Singosari. Kita salah tempat turun, harusnya kita turun di Pasar Singosari biar lebih deket, eh turun di gang sebelumnya. Jadilah kita jalan agak jauh. Tapi karena getting lost itu kadang seru juga, dari situ kita berdua tau kalau disitu banyak sekolah islami semacem MI, MTs, MA gitu deh. Padahal atmosfernya nggak islam-islam banget sih, tapi ya ada satu ponpes disitu.

Nah setelah jalan 15 menit, sampailah di candi Singosari. Kita masuk isi daftar absen tamu, nggak perlu bayar sebenernya tapi cuman kasih infaq buat kas gitu (sama juga bayar jadinya ya), udah deh masuk. Kebetulan barengan sama anak-anak SMA yang mau bikin drama tentang Singosari gitu. Semacem cek lokasi juga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
restorasi 1937

Setengah jam mungkin kita disana, kita memutuskan untuk keluar. Beli es campur enak seger siang-siang tapi suami gw liatnya jijik kek sampah mungkin ya apa aja ada. Trus nanya lah ke ibu es campur caranya ke Candi Sumberawan gimana, beliau bilang bisa naek bentor, harganya sekitar 50ribu sekali jalan. Jarak Candi Singosari ke Sumberawan sekitar 6km. Akk mahalnya 50ribu, belom tentu mau juga nungguin kita. Heemm HJ coba googling ternyata bisa naik grab, uber, go car semacemnya. Wahh.. coba-coba order ehh ternyata ada yang nyantol dan mau nganter. Tarifnya? 25 ribu doang. Nah karena kita nggak tau medannya seperti apa, kita propose ke bapaknya buat nungguin kita dan bapaknya mau. Ini juga perjalanan pertama buat bapaknya.

6km itu nggak jauh-jauh banget sih, tapi hemmm sumpah amazing banget. Saya nggak nyangka lho di suburban macem Singosari gini masih ada daerah yang terpencil banget, yang kayak di desa gitu atmosfernya. Asik kok.

Nah nyampe nih ya, parkir, OMG ternyata ruame. Dan kita baru sadar itu liburan waisak. Maklum ya bukk eike kan udah berenti kerja jadi sehari-hari rasanya holiday, nggak sadar hari 😁

Tiket masuknya 2500 aja. Karena bapaknya uber nggak pernah kesana, dan karena kita suruh nungguin juga, ah kita ajak aja masuk sekalian. Kita beliin tiketnya, kita masuk bareng kesana. Candinya bentuknya lucu banget. Kalau candi lain biasanya beken dengan ujung lancip, ini ujungnya dan bentuknya kek rumahnya Patrick di Spongebob square pants. Ini bukan penistaan lho, tapi ini bentuk kekaguman saya aja baru pertama kali ini saya liat candi bentuknya bunder gini. Ada yang tau mungkin ada candi lain bentuknya juga begini?

 
menuju candi Sumberawan

 

 
 waisak 

 
nggak dicantumkan tahun restorasi

 

 

 


 
kayak rumahnya hobbit 

Kita disana nggak lama-lama banget, sebentar aja trus balik ke Pasar Singosari. Berapa kita bayar ongkosnya??? 40 ribu aja. Ditunggu dan pp. Murah ya...

Lanjut ke Kebun Raya Purwodadi naik angkot. Ada kali setengah jam ya. Keneknya heboh ada bule naek angkot, ada juga cewek rada centil gitu tapi surprisingly dia bisa ngomong bahasa Inggris, jadi dia nerjemahin pertanyaan keneknya ke suami.  Apa kabar saya? Mana laku saya kalo udah jalan sama suami ya yang beken si suami.

 Sampai di kebun raya, HJ bilang ini lebih gede daripada yang di Bogor. Tapi buat saya mah, segede-gedenya kebun raya juga saya nggak ngerti pohon macem apa disana, fungsinya apa soale dateng ya cuman dateng doang. Nggak ada yang jelasin apa-apa. Tapi sama suami dijelasin beberapa lah ya, sambil  kita jalan mesra gitu bro. Berasa pacaran ditaman.

 

 

Kita agak lama abisin waktu disana, karena emang jalan, jadinya ya lama gitu. Balik ke tengah kota udah sorean. Dan lumayan kok, worth to try 😉

Strictly prohibited to steal take my pictures without permission

Comments

  1. kan ke candi heuheu
    aku ngalup mbak, ayo dolan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha sik yo entenono aku muleh, aku sek mengudara

      Delete
  2. Ndi, kok rag ono poto kecipokane? Mumpung nang kebon, hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu