Skip to main content

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

Bangsring Breeze Serasa Rumah Sendiri



 

HJ itu sebelum booking apa-apa pasti cek kitab sucinya dulu (lonely planet) plus tripadvisor dulu. Sebelum ke Banyuwangi, tetiba dia bilang Bangsring Breeze aja ya sayang, yang punya juga orang Belanda. Woah. Okelah terserah, you decide. Kita book lewat booking.com. Lengkap dengan fasilitas jemputan ke Stasiun Baru Banyuwangi, sekaligus diantar balik ke stasiun atau Ketapang, plus bisa minta anter ke alfamart indomart karena emang disana nggak ada transportasi umum yg oke.

 
sunset dari lantai dua

Mereka jemputnya on time banget, kita nggak pake nunggu, langsung deh. Sepanjang jalan menuju hotel, kita dikasih liat pulau Bali. Bali lho cuman 5cm didepan mata. Gila ini Banyuwangi keren bener sih.

Nah trus kita belok ke gang kecil. Yaaaa mungkin gang selebar 2-3 meter gitu lah. Kecil kok. Kita surprised banget karena nggak bakal mikir masuk gang gini. Biasanya hotel sekelas dia mah pinggir jalan atau sekalian ditengah sawah kek hotel yang dipake nginep Obama di Ubud gitu.

Lebih surprise lagi pas nyampe disana. Langsung disambut satu managernya, kecil lucu ramah gitu mbak nya ini, 'Halo, Hendrik dan Prisca....'. Woah.. kek di Gili Air aja kita langsung dipanggil nama begini. Dan lebih surprise nya lagi, kita dibilang satu-satunya tamu untuk malam itu.

 
tangga menuju kamar

Percaya nggak sih, pertama menginjakkan kaki, otak sama hati ini langsung mikir 'OMG! gw pengen bikin kek gini. Feels home banget deh'. Stafnya juga memperlakukan kita layaknya keluarga sendiri dengan tampilan informal tapi sopan. Duh gimana ya, keren deh pokoknya. Saking kerennya saya langsung kasih review di malam pertama nginep disana. Oiya, ownernya juga memanggil staf nya dengan sebutan 'our family'. Si bos yang orang Belanda ini ternyata juga nikah sama orang Jember, trus beli tanah disana seharga 60juta seluas satu hektar (?) Percaya nggak? Saya sih nggak percaya, sampe akhirnya ibu-ibu pemijat menjelaskan kenapa bisa segitu murah harganya. Gw sih langsung gatel pengen beli, tapi gw udah ga ada income 😂

  
teras depan kamar, kursinya mengingatkan akan rumah lawas

 

 

 
 itu pintu ke kamar mandi

 
outdoor shower. I am in love with this hotel design

 

Masakannya itu lho, no MSG sama sekali. Enak-enak pula. Stafnya ramah semuanyaaaaa. Kamarnya, hemmmmm super! dan ditanah seluas itu hanya ada 5 kamar, dan dalam proses pembangunan 2 kamar baru lagi. Suasanya? nggak usah ditanya, adem dan breezy banget. Makanya namanya Bangsring Breeze, hotel yang ada di Bangsring yang bener-bener breezy banget.

 

 

 


Pemiliknya bener-bener memanfaatkan tenaga kerja lokal. Semua yang kerja disana adalah anak lokal, termasuk dua ibu pemijat itu juga orang sana. Kesan yang diberikan, ahhhh 12 out of 10 lah pokoknya. Ini hotel kedua setelah Hotel Majapahit yang memukau saya.

 
gazebo

 

 
captured dari teras kamar, dan dari gazebo ini bisa liat pulau Bali 

 



Kita selalu makan di lantai bawah, yang ternyata di lantai atas juga ada ruang makan lengkap dengan beberapa koleksi buku. Tapi ruang makannya kita nggak terlalu suka sih, soalnya terlalu modern dan merusak keaslian bangunan lainnya yang super sederhana tapi elegan (ini soal selera kita berdua aja sih haha). oiya di restoran lantai satu, ada pool. Saya sih nggak bisa, tapi pas diajarin sama HJ dan dia kasih kesempatan istrinya yang newbie ini kebebasan buat masukin bola hitamnya, akhirnya permainan pertama, dengan analogika dan taktis yang matematis, istrinya menang 😂 beat her husband in first game meskipun sering masukin bola putih right after bola gw masuk lobangnya yang bener.

Dan baru kali ini kita sampe bisa ngangenin hotel, berkali-kali bilang 'ayuk balik banyuwangi nginep di Bangsring Breeze, trus ke Ubud pijat disana'. Khayal kan. Kita berdua emang sering absurd kok.

Yang jelas sih kita puas banget, seneng banget disana. Dan yang pasti feel home.

Comments

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Tips Membeli Buku

Ada duitnya wkwkw! Ya maksud gw, harga buku di Indonesia bisa dibilang nggak murah terutama buku yang berbahasa asli misalnya Bahasa Inggris. Buku cetakan versi asli biasanya harganya bisa 2 kali harga buku terjemahannya, atau dua-tiga kali harga e-book. Ini e-book yang original ya, bukan yang bajakan. Kayak semacem beli di kindle atau books-nya google itu.  Kadang emang sering pengen beli fisik bukunya tapi kok harganya sampe 300ribu banget, sedangkan hasrat ingin membaca ini tinggi sekali. Nah, kalau skenario yang begini yang terjadi (dan paling sering), gw biasanya cek toko buku bekas dulu. Di Bali ada beberapa toko buku bekas yang reliable , meskipun koleksinya kita nggak akan tau ya karena ya random juga. Satu di Sanur, satu di Ubud.  Ini karena kapan hari gw udah beli bukunya Madeline yang Song of Achilles di Periplus, 200ribuan. Lalu nemuin bekasnya dengan sampul yang gw mau, cuma 25ribu. Jadi gw udah beli yang baru, beberapa hari kemudian gw ke toko buku bekas dan nemu itu. Set

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu