Skip to main content

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite spot ...

Bangsring Breeze Serasa Rumah Sendiri



 

HJ itu sebelum booking apa-apa pasti cek kitab sucinya dulu (lonely planet) plus tripadvisor dulu. Sebelum ke Banyuwangi, tetiba dia bilang Bangsring Breeze aja ya sayang, yang punya juga orang Belanda. Woah. Okelah terserah, you decide. Kita book lewat booking.com. Lengkap dengan fasilitas jemputan ke Stasiun Baru Banyuwangi, sekaligus diantar balik ke stasiun atau Ketapang, plus bisa minta anter ke alfamart indomart karena emang disana nggak ada transportasi umum yg oke.

 
sunset dari lantai dua

Mereka jemputnya on time banget, kita nggak pake nunggu, langsung deh. Sepanjang jalan menuju hotel, kita dikasih liat pulau Bali. Bali lho cuman 5cm didepan mata. Gila ini Banyuwangi keren bener sih.

Nah trus kita belok ke gang kecil. Yaaaa mungkin gang selebar 2-3 meter gitu lah. Kecil kok. Kita surprised banget karena nggak bakal mikir masuk gang gini. Biasanya hotel sekelas dia mah pinggir jalan atau sekalian ditengah sawah kek hotel yang dipake nginep Obama di Ubud gitu.

Lebih surprise lagi pas nyampe disana. Langsung disambut satu managernya, kecil lucu ramah gitu mbak nya ini, 'Halo, Hendrik dan Prisca....'. Woah.. kek di Gili Air aja kita langsung dipanggil nama begini. Dan lebih surprise nya lagi, kita dibilang satu-satunya tamu untuk malam itu.

 
tangga menuju kamar

Percaya nggak sih, pertama menginjakkan kaki, otak sama hati ini langsung mikir 'OMG! gw pengen bikin kek gini. Feels home banget deh'. Stafnya juga memperlakukan kita layaknya keluarga sendiri dengan tampilan informal tapi sopan. Duh gimana ya, keren deh pokoknya. Saking kerennya saya langsung kasih review di malam pertama nginep disana. Oiya, ownernya juga memanggil staf nya dengan sebutan 'our family'. Si bos yang orang Belanda ini ternyata juga nikah sama orang Jember, trus beli tanah disana seharga 60juta seluas satu hektar (?) Percaya nggak? Saya sih nggak percaya, sampe akhirnya ibu-ibu pemijat menjelaskan kenapa bisa segitu murah harganya. Gw sih langsung gatel pengen beli, tapi gw udah ga ada income 😂

  
teras depan kamar, kursinya mengingatkan akan rumah lawas

 

 

 
 itu pintu ke kamar mandi

 
outdoor shower. I am in love with this hotel design

 

Masakannya itu lho, no MSG sama sekali. Enak-enak pula. Stafnya ramah semuanyaaaaa. Kamarnya, hemmmmm super! dan ditanah seluas itu hanya ada 5 kamar, dan dalam proses pembangunan 2 kamar baru lagi. Suasanya? nggak usah ditanya, adem dan breezy banget. Makanya namanya Bangsring Breeze, hotel yang ada di Bangsring yang bener-bener breezy banget.

 

 

 


Pemiliknya bener-bener memanfaatkan tenaga kerja lokal. Semua yang kerja disana adalah anak lokal, termasuk dua ibu pemijat itu juga orang sana. Kesan yang diberikan, ahhhh 12 out of 10 lah pokoknya. Ini hotel kedua setelah Hotel Majapahit yang memukau saya.

 
gazebo

 

 
captured dari teras kamar, dan dari gazebo ini bisa liat pulau Bali 

 



Kita selalu makan di lantai bawah, yang ternyata di lantai atas juga ada ruang makan lengkap dengan beberapa koleksi buku. Tapi ruang makannya kita nggak terlalu suka sih, soalnya terlalu modern dan merusak keaslian bangunan lainnya yang super sederhana tapi elegan (ini soal selera kita berdua aja sih haha). oiya di restoran lantai satu, ada pool. Saya sih nggak bisa, tapi pas diajarin sama HJ dan dia kasih kesempatan istrinya yang newbie ini kebebasan buat masukin bola hitamnya, akhirnya permainan pertama, dengan analogika dan taktis yang matematis, istrinya menang 😂 beat her husband in first game meskipun sering masukin bola putih right after bola gw masuk lobangnya yang bener.

Dan baru kali ini kita sampe bisa ngangenin hotel, berkali-kali bilang 'ayuk balik banyuwangi nginep di Bangsring Breeze, trus ke Ubud pijat disana'. Khayal kan. Kita berdua emang sering absurd kok.

Yang jelas sih kita puas banget, seneng banget disana. Dan yang pasti feel home.

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Taking a Train from Moscow City to Yaroslavky

walking to the wagon We chose deliberately in the winter to travel from Moscow to Yaroslavsky. In my defense, we kinda had to use the holiday a little bit. If we're waiting for the good weather, it probably not gonna happen for 3 months and then nothing again. So this trip was taken on February 2026. So we've decided to take a few days off going from Moscow to half of the golden ring. The name ring, means literally ring. Refers to a few cities that used to be very important in the past. Starting from Moscow city (where which we're coming from, technically). I have to mention the cities here anyway; Sergiyev Posad, Pereslavl Zalessky, Rostov Veliky, Yaroslavl, Kostroma, Ivanovo, Vladimir, and Suzdal. there will be info about the train  We took the train trip from Moscow. I would say it's the "normal type" of train. So we sat next to each other. Two seaters next to each other. I think my husband took the non-economy one. He booked the train from the app, tutu. T...

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...