Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Memandang Burj Khalifa

 
View from Rove hotel 

Karena satu dan dua serta tiga alasan, akhirnya kita memutuskan untuk 'kencan' di Dubai. Nggak ada drama sepanjang perjalanan menuju Dubai, kecuali jalan panjang menuju gate. Duowooooo banget wes pokok e ya. Nggak di Soekarno Hatta, Changi maupun Dubai sana. Lumayan olahraga yes!

Sepanjang perjalanan ke Singapura, saya duduk sendiri. Jadi hepi lah bisa manjangin kaki. Begitu juga dg perjalanan menuju Dubai. Ah lega pokoknya bangku 3 dipake sendirian.

Aku nyampe duluan di Dubai, sekitar jam 1 siang. Sedangkan HJ sampai jam 9 malem. Nungguin dia dibandara sampe bego. Jadi ngapain aja aku disana? Jetlag, ngantuk. Jam biologis sih udah nunjukin jam 9 malem, tapi disana baru jam 4 sore sedangkan harus nunggu HJ sampe jam 9 malem disana kan. Hemmmm gimana cobak


Akhirnya menghibur diri dengan makan fast food, jalan-jalan muter bandara sampe oon, trus baca novel, trus ngeliatin orang-orang jalan, trus dengerin adzan yang super aduhaiiii enakkkk bener. Belom pernah denger di Indonesia adzan macem gitu. Bener-bener pengen dengerin adzan lagi lagi lagi. Baru kali ini ngerasa eager so much ke Islam yang nggak cuma di mulut aja.

Long story short, akhirnya kita ketemu. Tapi nggak ada adegan cipika cipiki cipok kanan cipok kiri soalnya prohibited daripada kita dipenjara gara-gara hal gitu ya. Kita langsung meluncur ke hotel, hotel langganan HJ yang bener-bener homey banget (ntar diceritain terpisah deh). Dan taraaaaa hotel kita ngadep Burj Khalifa. Gedung yang memiliki 3 waktu yang berbeda saking tingginya.


Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Snailmail

I signed up in an international portal since I was at high school. I was a quiet one, not much talk especially with stranger. But since that day, I feel myself get easier to talk to strangers. In that portal, there are several options why you join there, including 'flirting', that is shown on the optional boxes. And I found something interesting, snailmail. I never heard about this before, but I thought it is like a mail that goes slower because snail always walking so slow. Then someone chatted me and told me that she want to snailmail. I asked her what is that and she said 'it is postcard swapping'.   was taken at Museum Angkut years ago. taken using my old unique phone Wow.. postcard swapping.. my granny and I did it long time ago before mobile phone was invented. Well I mean before we all use mobile phone to connect to each other. I have family in The Netherlands, and we only have a phone, if we call them using home phone it would cost a lot for even few minu...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...