Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Muterin Dubai Mall


Hemm.. jauh-jauh ke Dubai cuman ngemol? Yang bener aja? Haahah!

Kita take it easy aja hari pertama masih jetlag (aku!), jadinya kita nyantai aja. Lagian nggak banyak yang bisa dieksplor pas summer di Dubai. Panas men.

Akhirnya setelah sarapan kita jalan ke mall. Hotel ke mall cuman 10 menit jalan, tapi rasanya sejam jalan gara-gara panasnya nggak tahan. Penyesuaian suhu ya, dari suhu maks 33 langsung ke suhu 49an. Masuk ke dalam mall rasanya langsung dapet angin surga. Adem bener.

Kita jalan aja, liat-liat, cek buku (wajib), trus nonton, makan siang. Tadinya mau nonton Wonderwoman ya, eh ternyata telat jadinya nonton Superman homecoming. Konyol sih tapi nggak berniat review ya hoho! Nah setelah itu kita makan siang. Seafood kayaknya wajib ya buat dicobain. Kita berdua fond of it lah pokoknya.

 
jagungnya bener-bener yahud banget, super empukkk kerasa bawang putihnya juga merica.

Dubai mall itu beneran gedeeee banget. Udah gede, direction-nya juga nggak seberapa jelas, sampai ada petanya dalam mall. Ah peta mah biasa, mereka punya app yang bisa berlaku sebagai GPS. Kita berdua cuman bengong kek orang bego gitu sambil mikir 'Elu di dalem mol aja ada GPS nya lho, kurang canggih apa cobak' hahahah! Dulu aku pernah bayangin kalo ke Pasar Besar yang ada di Malang itu ada GPS nya pasti bakal gampang, soale aku selalu nyasar kalo dalam Pabes itu. Eh ternyata Dubai Mall punyaaaa.


ada rangka asli dinosaurus juga di satu spot mall ini

 

Beberapa hari disana, kita juga beberapa kali ngemol. Nonton (wonderwoman juga kita tonton), belanja makanan pesenan koleganya dia. Bener-bener belanja ambil ambil aja semua. Mumpung disini, di Afganistan mah ga bisa belanja seenak gini.

 
tenang aja kalo pengen pork, supermarketnya Dubai mall juga ada kok

Jadi dari sekian hari di Dubai itu, kita sering ngemolnya daripada diluarnya. Mau eksplor juga nggak punya nyali kalo pagi-siang gitu. Jam 5 juga udah terang jalanan, jadinya baru berani keluar sekitar jam 4 sorean gitu kalo mau eksplor tempat baru yang agak jauh dari hotel. Aktifitas outdoor lah kiranya. Tapi tenang.. kita ada beberapa kegiatan outdoor juga kok. Will be posted soon one by one.

Comments

  1. Saya lebih penasaran Superman homecoming saja, kalau bayangin dubai jadi pening, ada rasa pengen kesana juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha kesnaa aja masssss... Biar nyobak pake baju ala2 arab jugak 😌

      Homecoming nya konyol sih haha.. Udah nonton belom? Nonton despicable me ajaa 😁

      Delete
  2. aisyah ndang mulih wayahe arisan PKK -_-
    eh jadi ke Dubai kayak ke surabaya ya, harus ke mall
    hahaha aku gak bayangin mbak klo PBM ada gpsnya yg ada mak gak pulang2
    he yallah iku sefoode aku njaluk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aisyah pun wangsul kang 😌

      Cobak lah mas bayangin PBM pnya GPS... Ga bakal nyasar lah dr stan ikan asin ke stan jilbab...ga perlulah muter atas bawah kanan kiri jugak buat nemuin pintu pertama masuk yg nembus matahari parkiran sberang gajahmada hahaha

      Seafood e endes mas, ak durung sukses niru hahaha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini