Skip to main content

Boxing!

bisa wrap sendiri setelah 2 bulan Akhirnya gw nggak cuma mendambakan, "Ahh pengen boxing deh" tapi beneran bayar buat boxing. Udah beberapa bulan ngintip instagram tempat boxing deket rumah gw, udah berbulan-bulan disuruh H buat berangkat, akhirnya gw mantapkan hati "Yaudah lah cobain dulu sekali" yang ternyata gratis trial ya. Karena baru pertama kali, ya gw mau coba yang basic aja.  Setelah satu jam, penuh keringat, gw langsung aja "Mas, bayar dong bulanan".  Gw bener-bener orang yang nggak bisa olahraga sendirian. Karena kalo sendirian, gw pasti boongin diri gw sendiri "Ah kan ga ada yang liat, udah ah nggak kuat" konyol. Tapi kalau ada minimal, pelatihnya, kita udah engap pasti mereka teriak-teriak "10 MORE SECONDS! AYO AYO BISA!!!" Kek malu lah kalau nggak lanjut, yekan? Plank dari cuma bisa 10 detik, jadibisa 20 detik, 30 detik, jadi 40 detik, gara-gara "AYO KAK BISAAAAAA!!!" Antara sebel, kesel, tapi ya seneng 😆 Jadi m

Moved In

Dubidudidam....

Bye Malang, Halo Bali!

Yes, yes yes

 
sunrise hari pertama di Sanur

Setelah beberapa pertimbangan atas dasar suami sering mendarat di Bali, kantor gw buka cabang di Bali, kita berdua suka vibe nya Bali, akhirnya kuputuskan untuk pindah ke Bali. Kalau urusan kerjaan sih 80% kerjaan gw bisa dilakukan dimana saja. Dari Mars pun bisa asal di Mars ada sambungan internetnya. Sempet bimbang, tapi ternyata yasudah lah. Take it aja!

Reaksi teman-teman sih mayoritas "LHO KOK PINDAH SIH? NANTI JAUH DARI ORANGTUA DONG! NANTI KALO KANGEN GIMANA?? EMANGNYA ORANGTUA NGEBOLEHIN PINDAH?" begitulah dengan diksi yang berbeda-beda.

Reaksi suami begini,
"Hun, aku pindah Bali ya? Kerjaan bisa di Bali juga kan, kamu sering mendarat ke Bali juga"
"Kamu bakal bahagia nggak kalo di Bali?"
"Iya lah jelas"
"Yaudah go ahead"

Nah, reaksi mamak gw ketika gw bilang "Ma, aku mau pindah Bali deh", mamak gw jawabnya cuman "Jangan ganti agama ya". Apaan coba. Beberapa menit kemudian, "Molly (kucing) jangan dibawa ya. Biar disini aja. Kita suka dia dirumah". Nggak, nggak ada gitu pertanyaan semacem ngapain kan jauh, nanti kalo mamak kangen gimana, disitu nanti sendirian lho. NOOOO. Mamak gw tau bener gw semakin dilarang semakin nekat, jadi percuma dilarang juga.

 
lumpia enak murah

Jadi, tanggal 27 lalu gw terbang dari Sub-Dps. Kemudian njujug Sanur karena stay disana 2 malam dan harus nemu tempat tinggal setelahnya. Nemu sih, suka banget gw sama tempat gw. Landlord nya begitu tangkas, baek, tanggap, asik lah.

Btw Denpasar (sekitar Sanur) sedang berangin banget, jam 8 pagi aja masih dingin banget selayaknya jam 6 pagi di Malang. Tapi yaaa terik banget kalo udah jam 12-3. Nggak aturan lol. Tapi menjelang sorenya, duh jalan-jalan ke pantai pake jaket coba 😂

Cerita tentang "culture shock" nya nanti saja, ini cuma woro-woro aja kalo udah pindah ke Bali. Setidaknya, pagi hari pertama kerja dimulai dengan pertanyaan "Mau pake helm kak?" dari ojek driver yang mana jarak rumah ke kantor itu 4KM. Ya gw jawab aja sih, "MENURUT NGANA????"

Comments

  1. Mau dong gw juga dipindah ke Bali. Sayang, kita gak punya cabang sana. Paling deket cabang Lombok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaudah minta ke Lombok aja. Kan ke Bali tinggal renang. Kali aja ntar setahun di Lombok, pulang pulang jadi perenang nasional

      Delete
  2. Pris masih di bali ga sih? Jadi stay di Bali? Sini dong kita meet up. we meet in person dan temanan di dunia nyata. AKu bali juga

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men