Skip to main content

Sayang Bumi Sayang Anak

Sharjah - UAE Gw suka banget belanja online. Ya karena praktis aja. Tentu saja gw juga suka banget belanja langsung on the spot  kalau lagi stress dan lagi ada waktu buat muter-muter. Tapi... ternyata gw jadi kesel tiap abis belanja online, gw harus berurusan dengan plastik-plastik bekas belanja.  "Dih plastik lagi." Emang, beberapa barang tentu saja perlu plastik/ bubble wrap  ekstra. Tapi banyak dari belanjaan gw yang nggak perlu itu semua. Tebel banget. Gw paham juga beberapa toko lebih milih dibungkus plastik tebel biar tokonya nggak dikomplain. Tapi bagi gw, udah kebangetan.  Gw tau kita nggak bisa sepenuhnya nggak pakai plastik. Kita masih akan pakai plastik. Konsekuensinya, ya kita harus tau sampah plastik ini harus diolah gimana biar nggak kebuang sia-sia. Mana nggak bisa terurai ratusan tahun lagi.  Masalahnya, plastik ini seringkali nggak bisa dipake lagi karena selotip yang muter. Susah lah di- breakdown lagi biar bisa dipakai ulang. Akhirnya, tentu saja dibuang pe

Moved In

Dubidudidam....

Bye Malang, Halo Bali!

Yes, yes yes

 
sunrise hari pertama di Sanur

Setelah beberapa pertimbangan atas dasar suami sering mendarat di Bali, kantor gw buka cabang di Bali, kita berdua suka vibe nya Bali, akhirnya kuputuskan untuk pindah ke Bali. Kalau urusan kerjaan sih 80% kerjaan gw bisa dilakukan dimana saja. Dari Mars pun bisa asal di Mars ada sambungan internetnya. Sempet bimbang, tapi ternyata yasudah lah. Take it aja!

Reaksi teman-teman sih mayoritas "LHO KOK PINDAH SIH? NANTI JAUH DARI ORANGTUA DONG! NANTI KALO KANGEN GIMANA?? EMANGNYA ORANGTUA NGEBOLEHIN PINDAH?" begitulah dengan diksi yang berbeda-beda.

Reaksi suami begini,
"Hun, aku pindah Bali ya? Kerjaan bisa di Bali juga kan, kamu sering mendarat ke Bali juga"
"Kamu bakal bahagia nggak kalo di Bali?"
"Iya lah jelas"
"Yaudah go ahead"

Nah, reaksi mamak gw ketika gw bilang "Ma, aku mau pindah Bali deh", mamak gw jawabnya cuman "Jangan ganti agama ya". Apaan coba. Beberapa menit kemudian, "Molly (kucing) jangan dibawa ya. Biar disini aja. Kita suka dia dirumah". Nggak, nggak ada gitu pertanyaan semacem ngapain kan jauh, nanti kalo mamak kangen gimana, disitu nanti sendirian lho. NOOOO. Mamak gw tau bener gw semakin dilarang semakin nekat, jadi percuma dilarang juga.

 
lumpia enak murah

Jadi, tanggal 27 lalu gw terbang dari Sub-Dps. Kemudian njujug Sanur karena stay disana 2 malam dan harus nemu tempat tinggal setelahnya. Nemu sih, suka banget gw sama tempat gw. Landlord nya begitu tangkas, baek, tanggap, asik lah.

Btw Denpasar (sekitar Sanur) sedang berangin banget, jam 8 pagi aja masih dingin banget selayaknya jam 6 pagi di Malang. Tapi yaaa terik banget kalo udah jam 12-3. Nggak aturan lol. Tapi menjelang sorenya, duh jalan-jalan ke pantai pake jaket coba 😂

Cerita tentang "culture shock" nya nanti saja, ini cuma woro-woro aja kalo udah pindah ke Bali. Setidaknya, pagi hari pertama kerja dimulai dengan pertanyaan "Mau pake helm kak?" dari ojek driver yang mana jarak rumah ke kantor itu 4KM. Ya gw jawab aja sih, "MENURUT NGANA????"

Comments

  1. Mau dong gw juga dipindah ke Bali. Sayang, kita gak punya cabang sana. Paling deket cabang Lombok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaudah minta ke Lombok aja. Kan ke Bali tinggal renang. Kali aja ntar setahun di Lombok, pulang pulang jadi perenang nasional

      Delete
  2. Pris masih di bali ga sih? Jadi stay di Bali? Sini dong kita meet up. we meet in person dan temanan di dunia nyata. AKu bali juga

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Feeling Balanced

Never thought that I could feel this balanced. I now understand what zen is.  After all ups and downs that made me question my existential (probably won't be the last), I am starting to feel only love and less hate. As if love and compassion filling my heart every day. It's easy to annoy me normally, but so far, this past couple of months I feel less annoyed. So weird, crazy, yet amazing. Say, when I hear people talking about things I prefer not to talk about, like polygamy, I don't feel hate anymore. Usually, I'll say bad words, cursing them, you name it. But last night I watched a video about that and it made me feel "HA HA HA Stupid ignorant reasons" that was it. I thought I'll be emotional and angry, but I didn't. I even take pity for them. I know it's their right to do so, but the youngest wife wanted to go to college, and instead, she is married to that old guy who promised her to pay for her college. But that never happens (yet) even after 3

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala