Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

The DNA

  
funkyjunk.com

Beberapa waktu yang lalu, papa mertua saya mengirim sebuah video berjudul The DNA Journey by Momondo. Videonya singkat, hanya 5 menit, tapi meninggalkan pesan yang mendalam. Setiap orang yang hadir diberi pertanyaan tentang asal usul mereka. Kebanyakan orang tentunya hanya mengetahui mungkin mentok 3-4 generasi diatasnya. Sudah bisa 4 generasi ke atas aja udah bagus ya. Kalaupun saya ditanya seperti itu, saya mungkin bisa menjawab pure Jawa, plus Belanda dari kakek buyut, plus mungkin sedikit manado dari nenek buyut, that's it. 

Nah di video tersebut ada pertanyaan, negara mana atau suku mana yang paling dibenci. Ah saya kalo ditanya begini, saya bisa bilang hemm itu tuh negeri seberang yang barusan 'nggak sengaja' ngebalik bendera kita. Dari dulu sampe sekarang jawabnya begitu kok. Ah udah ah nggak usah bahas itu yaa. Oke balik lagi ke mereka, seseorang ditanyai hal itu dan dia menjawab 'Germany'. Ada juga seorang kulit hitam bilang kalo dia ya dari benua yang rasnya hitam. Beberapa juga mengutarakan ketidaksukaannya akan agama tertentu.

2 minggu kemudian mereka mengetahui hasilnya. Surprisingly, seorang yang benci banget sama Jerman tadi memiliki DNA dari orang Jerman. Seorang berkulit hitam tadi ternyata memiliki DNA dari Eastern Europe. Jawaban dari tes DNA tersebut benar-benar diluar dugaan.

Dua hal yang menjadi poin penting bagi saya. Pertama, Jangan pernah benci siapapun dari suku ras agama apapun karena bisa jadi mereka adalah leluhur kita (jadi gw ga boleh benci negeri seberang yak? I'll try!). Kedua, karena kita bisa jadi berasal dari ras yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya, jadi we are one in humanity. Kita itu ternyata sama. Jadi, kita nggak punya alasan untuk nggak damai dengan orang dari negeri lain kan?

Jadi penasaran DNA ku dari mana aja ya asalnya.....hmmmm

 check out this video

 Tes seperti ini bisa jadi adalah pembuktian dari teori bahwa kita adalah satu saudara dari Nabi Adam. Who knows kan...

Comments

  1. 1. Assalamualaikum wr, wb
    2. Eh apik videonya
    3. Klo gak salah org jawa malah seharusnya ngerti urutan ke atas, di pepak ada kan buyut, canggah, wareng, dst. Dulu kata embah paling enggak satu tingkat di atasnya wareng masih paham dan klo lebaran mesti silaturrahmi, berhubung semakin lama ya begitulah, satu putu aja kadang gak kenal, heuheu
    4. klo negara yg dibenci sih relatif ya, cuma klo gak salah AS sama Israel yg paling banyak. Jerman mungkin masih trauma NAZI ya. Rusia jg banyak yg ga suka,
    5. wassalamualaikum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alamak komennya sopan ya pake salam pembuka dan penutup macem pidato haha

      Wis sam, kamu tau ga asal muasalmu dr mana? Gak pnsran tah? Kali aja kamu ada dna filipin lhooo

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Pengalaman Bikin (Free) Schengen Visa di VFS Swiss

I know this is so normal but anyway I like to compare the experiences because people might have different cases and because I have nothing to lose so... here's my experience for applying Schengen Visa via Swiss (VFS). Kenapa nggak via Belanda? Karena rencana kita berkunjung lamanya ke Geneve - Swiss (ada urusan kerjaan suami gw) dan kami belum tau akan ke Belanda apa nggak saat itu (nggak jadi sih soalnya mepet banget).  Seperti yang sudah sering dibahas orang lain perihal syarat dan ketentuan apply Schengen visa, gw nggak akan nulis itu ya. Udah ada di website VFS, lengkap. Gw cuma tambahin dikit-dikit aja infonya yang mungkin sama seperti kasus yang baca kalo emang kebetulan sama sih 😂 "Ok jadi total pembayarannya 280 ribu rupiah ya" "HAH?? Cuma 200an mbak??? Visanya gratis???" "Suaminya masih WN Belanda kan mbak?" "Iya" "Oiya itu gratis, bisa pake visa tipe C. Jadi cuma bayar biaya admin aja" ...