Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Wandering Around Singapore

 

Ketika mengejar waktu untuk submit dokumen untuk visa sosbud, kita berdua memiliki waktu 4 hari di Singapura, yang akhirnya kami gunakan untuk explore sebagian kecil negeri singa ini.

Meskipun kecil, tapi tetap saja capek hahaha

Yang selalu masuk di to do list kami berdua adalah makan seafood. Rasanya dimana aja harus ya makan seafood ini. Kemudian kita coba jalan-jalan ke museum Asian Civilization Museum. Setelah itu kita mlipir ke Gardens by the bay, Marina, Pantai yang saya lupa namanya, Pulau Sentosa, Chinatown cuman buat beli chicken coin (dendeng ala sono), tak lupa juga ke kedubes Indonesia hahahah (emang tujuan utamanya kesini hahaha).


 
ini masjid apa gitu, lupa. deket Chinatown



view dari Grand Copthorne 




es krim durian yang bikin HJ muntah-muntah 😂



Chinatown, demi dendeng

Asian Civilization Museum (ACM), HJ masuk menggunakan kartu mahasiswanya yang berakibat dia didiskon 50%. Apa kabar kartu pelajar Indonesia yang dibolongin pas skripsi???

 
ACM ditulis terpisah aja ya, banyak fotonya


 
nyebrang kok akhirnya


 
liat sunset dari pantai Pelawan yang katanya pantai bikinan

3 hari selalu makan seafood, akhirnya juga kangen soto si HJ ini. Cari lah kita berdua soto yang enak di Spore. Buka-buka lonely planet nih, ada nemu satu tempat yang rasanya bener-bener Indonesia banget. Sotonya, satenya, sama teh tariknya haha. I feel home. Dan baru kali itu ngerasa makan yang bener-bener makan.

maaf ya kalo gambar ini agak jijay hahaha



Karena kita selalu pake MRT dan sesekali taksi, jadilah kita ngerasa harus beli kartunya ini. Tapi berdasar pertimbangan, si HJ kan lebih sering transit disini dulu daripada aku, yaudah dia beli satu aja buat dia aja. Dia dapet sesame street. Giliran aku dibeliin, berharap dapet sesame street juga, ehhhh dapetnya malah thor. Rebutan euyyy sama dia. Sampe akhirnya pas pulang aku ngambek karena hal lain, eh dia nuker kartunya ini sama Thor-ku hahahha


Rencananya sih mau ketemu temenku orang sana. Tapi ternyata dia lagi sibuk, baru bisa ketemu malemnya, itupun jauh juga dari hotel. Ya sudahlah nanti kapan ketemu. Semoga bisa ketemu dia dan juga partnernya.

Comments

  1. hmm..SG, tempat favorit untuk jalan-jalan, suasana kotanya modern n asik...

    ReplyDelete
  2. Itu siapa sih mbak? Aku kurang fokus wkwk

    ReplyDelete
  3. Selalu kangen dengan suasana Singapura yang bersih dan rapi.

    No debu, no kucel, no becek, ah heaven...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benerrrr bgt no debu no kucel no becek dan nyetirnya banter2 tp pasti langsunh brenti sreeetttt pas liat pejalan kaki. Respek bgt dah

      Dan yg pasti, no SARA 😌

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Tentukan Jangka Waktu Investasi

Seperti Ganesha bukan? Dewa ilmu pengetahuan dan lambang kecerdasan. Favorit gw. Tapi ini speaker sih 😆   "Aku mau investasi" "Oke bentuknya apa dan berapa lama?" "Hmm ya pokoknya apa lah yang cocok buatku" Ya you kira I dukun? Selain menentukan profil resiko , acara yang perlu untuk dipikirkan adalah menentukan berapa lama jangka waktu investasi. Ada yang membagi kedalam dua kategori yaitu pendek dan panjang, ada pula yang membaginya ke tiga kategori yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Nah kebutuhan ini hanya investor yang tahu. Tentunya tiap orang nggak bisa disamakan kebutuhannya.  Jangka pendek biasanya berkisar tidak lebih dari 5 tahun. Biasanya deposito dan obligasi dimasukkan dalam kategori ini. Biasanya yang jangka pendek ini selalu mendapat return pasti, karena selalu pasti jadi resikonya sangat rendah sekali. Kemudian jangan lupa untuk mengecek apakah return yang ditawarkan masih mampu untuk menghalau laju inflasi untuk beberapa tahun ...