Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Wandering Around Singapore

 

Ketika mengejar waktu untuk submit dokumen untuk visa sosbud, kita berdua memiliki waktu 4 hari di Singapura, yang akhirnya kami gunakan untuk explore sebagian kecil negeri singa ini.

Meskipun kecil, tapi tetap saja capek hahaha

Yang selalu masuk di to do list kami berdua adalah makan seafood. Rasanya dimana aja harus ya makan seafood ini. Kemudian kita coba jalan-jalan ke museum Asian Civilization Museum. Setelah itu kita mlipir ke Gardens by the bay, Marina, Pantai yang saya lupa namanya, Pulau Sentosa, Chinatown cuman buat beli chicken coin (dendeng ala sono), tak lupa juga ke kedubes Indonesia hahahah (emang tujuan utamanya kesini hahaha).


 
ini masjid apa gitu, lupa. deket Chinatown



view dari Grand Copthorne 




es krim durian yang bikin HJ muntah-muntah 😂



Chinatown, demi dendeng

Asian Civilization Museum (ACM), HJ masuk menggunakan kartu mahasiswanya yang berakibat dia didiskon 50%. Apa kabar kartu pelajar Indonesia yang dibolongin pas skripsi???

 
ACM ditulis terpisah aja ya, banyak fotonya


 
nyebrang kok akhirnya


 
liat sunset dari pantai Pelawan yang katanya pantai bikinan

3 hari selalu makan seafood, akhirnya juga kangen soto si HJ ini. Cari lah kita berdua soto yang enak di Spore. Buka-buka lonely planet nih, ada nemu satu tempat yang rasanya bener-bener Indonesia banget. Sotonya, satenya, sama teh tariknya haha. I feel home. Dan baru kali itu ngerasa makan yang bener-bener makan.

maaf ya kalo gambar ini agak jijay hahaha



Karena kita selalu pake MRT dan sesekali taksi, jadilah kita ngerasa harus beli kartunya ini. Tapi berdasar pertimbangan, si HJ kan lebih sering transit disini dulu daripada aku, yaudah dia beli satu aja buat dia aja. Dia dapet sesame street. Giliran aku dibeliin, berharap dapet sesame street juga, ehhhh dapetnya malah thor. Rebutan euyyy sama dia. Sampe akhirnya pas pulang aku ngambek karena hal lain, eh dia nuker kartunya ini sama Thor-ku hahahha


Rencananya sih mau ketemu temenku orang sana. Tapi ternyata dia lagi sibuk, baru bisa ketemu malemnya, itupun jauh juga dari hotel. Ya sudahlah nanti kapan ketemu. Semoga bisa ketemu dia dan juga partnernya.

Comments

  1. hmm..SG, tempat favorit untuk jalan-jalan, suasana kotanya modern n asik...

    ReplyDelete
  2. Itu siapa sih mbak? Aku kurang fokus wkwk

    ReplyDelete
  3. Selalu kangen dengan suasana Singapura yang bersih dan rapi.

    No debu, no kucel, no becek, ah heaven...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benerrrr bgt no debu no kucel no becek dan nyetirnya banter2 tp pasti langsunh brenti sreeetttt pas liat pejalan kaki. Respek bgt dah

      Dan yg pasti, no SARA 😌

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter