Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Fully Booked!

  

Well actually this is kinda funny when I tried to remember again about it.

A day after I got married (22 April), we plan to go to Jogja. We planned to see HJ's friend, Flavio and his gf in Jogja. Flavio is based in Jakarta since 2017. Well he will leave soon again to another country, so we use this chance to see each other in Jogja. This is my first time to see him and his gf. His gf is pregnant, 7 months, such a beautiful thing on her belly. Flavio said to my husband, 'you see the belly bump? amazing right?'. akupun merasa, 'wow, hemm manisnya'.

So... we were all talking about going there by train but all trains from Jakarta to Jogja were fully booked. So does from Surabaya. So we decided to fly. I've check train from Jogja to Surabaya were available so we went back to Surabaya by train. We were all forgot that this is long weekend. 24 April is a holiday here. We were all focused on how to get there and how to go back, but didn't pay attention on 'where will we stay'.

...my husband distract me by asking me to make him a cup of ice coffee in the middle of writing...😑

21 April night, my husband thought that we can just book a hotel in Inna Garuda on last minute, so does Flavio. But then when we checked all the hotels around Jogja, they are all fully booked. We called about 10-15 hotels and they were all told us the same 'Ohh I am sorry, fully booked'. Also in Manohara hotel, a hotel in Borobudur complex that become our first destination. We're all like 'hell! we got the flight to go there, also the train back to Surabaya, but we don't know where to stay while we are there'. Kudu ngguyu tapi yo kudu nangis pisan kok geblek tenan ora mikir turu e nang endi

'Ok we have to stay outside Jogja I think, maybe we can stay in Solo or Semarang or somewhere'

Then I found a homestay next to Borobudur, in the midnight after we called 10-15 hotels. We said yes, we book it! We didnt even care about how it looks, how it is, and this and that, what we care only 'we have to find a place to sleep'. Thats all.

22 April we flew to Jogja from Surabaya around 4, and they flew from Jakarta around 4 I guess. When they came to airport, going for check in, dengan manisnya mbak petugas bilang 'Oh... your flight was yesterday'. Flavio gf book wrong date for the flight. So they have to wait and if they are lucky they can get the ticket. They were lucky, they got ticket to fly to Jogja and finally we met in Jogja!

starving! setelah drama seharian, ditambah macet dari bandara ke Magelang, ditambah bumil yang tiap 20 menit ngeluh pipis


Kita makan malam di Hotel Manohara, meskipun nggak bisa nginep disana tapi kita penasaran dan makan disana. Kondisi restorannya bener-bener sepiiii banget dan hanya kita berempat yang makan. Karena saking nggak percayanya kalo semua hotel fully booked, kita tanya ke petugas Manohara Hotel, Borobudur, 'Hi may I ask you if this hotel is fully booked for tonight?', dan jawabannya 'yes it is fully booked till 24'. Bener-bener sepi dan kita selese makan tiba-tiba tanya lagi ke staf yang lainnya, semacem 'mas, ini beneran fully booked ya?', dan jawabannya masih sama. Fully booked menjadi tema kita selama liburan di Jogja. Mereka yang bukan orang Indonesia heran kok bisa sampe segininya pas liburan panjang. Well... Jogja is main destination for people.

Moral valuenya adalah, jangan cuma fokus ke tiket penerbangan/kereta atau apapun untuk mencapai tujuan, tapi pikirkan juga dimana mau tidur, otherwise anda akan menggembel selama perjalanan 😂😂😂😂

Comments

  1. Hahaha.. ya iyalah jeng, Kalo jalan musti nyiapin tempat nginep dimana. Kecuali memang planning ngegemesin, kek aku :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya soalnya sibuk ngurus yg laen jg, pkiran kepecah, akhirnya lupa book hotel hahahahaa

      Delete
  2. Saya harap hotel itu gak sesepi hati Ini...
    Xixixixiixiii...

    ReplyDelete
  3. Bener mbak. Pas udah siap tiket sama barang bawaan sekalinya pas sampe tujuan malah ga dapat kamar.
    Tapi tenang masih ada mes mbak. Mesjid :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah makanya itu. Mana kita sering lg mau kemana lngsg aja berangkat, ga planing jauh2 hari haha

      Delete
  4. Kwkwkw pengalaman yang sangat berharga :D lain kali jangan lupa lagi XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kekke iya mbak. Ini mau jalan lagi, menghindari long wiken dan wiken, plus udah nyiapin hotel dluan hahaha

      Delete
  5. wkwkwk... Saking bahagianya habis married nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kekeke saking bhagianya dpt tiket pulang pergi mas, tp hotelnya kelupaan haha

      Delete
  6. Yo ngok banget to mbak? Hahahaha

    ReplyDelete
  7. "Kudu ngguyu tapi yo kudu nangis pisan kok geblek tenan ora mikir turu e nang endi"
    you should go to the walk on the road and start to gulung2 ndek tengah dalan
    :p :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. yatuhanku yang maha kuasa, jahat nian dua kakak manis ini kepadakuuu

      tapi I didnt gulung2 in the tengah dalan mas alhamdulillah hohohoho

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…