Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Asian Civilisation Museum (ACM)

 

Penasaran sama isinya ACM ini apaan sih. Letaknya 20 menit dari tempat kita nginep, Grand Copthorne. Naeklah MRT ke sana. Sebenernya sih lokasinya di sekitaran Gardens by the Bay, Clarke Quay situ, sekitaran situ deh pokoknya. Ngesot juga bisa kok. Nah semalem sebelumnya kita iseng jalan dari hotel yang letaknya di sekitar Kim Seng Rd (lupa ya jalannya apa namanya) sampai Clarke Quay sana. Namanya jalanan enak ya, nggak macet, nggak padet, nggak begitu panas juga, sampailah kita malam-malam di Clarke Quay situ. Eh baru sadar pas besoknya kalo ternyata ACM nggak jauh-jauh dari situ.


Didepannya terpampang wajah bapak raja pertama Korsel, Sejong. Trus si HJ bilang, 'wow it's your lucky day, you will see about Korean there'. Ternyata itu masih besoknya pas kita pulang. Semacem eksibisi khusus gitu lah. Emang berkala sih, ganti-ganti juga tiap waktu.

Tapi karena lelah bener ya, siang itu mah panas banget disana. Mlipir dulu lah ke Prive, kafenya ACM. Minum aja biar seger. Masuklah kita kesana, daftar dulu ya, beli tiket begitu. Pas disana, aku dikirain orang Singapur sana. Karena museum ini gratis untuk orang Singapur, 10 SGD untuk orang asing, potongan 50% untuk yang memiliki kartu mahasiswa.

 

OMG! Lagi-lagi kartu saktinya HJ berfungsi dong. Dia punya kartu alumni kampusnya, yang pernah sekali waktu ngasih diskon pas masuk Prambanan, trus masuk ACM dia bayar cuman SGD5 aja. Aku !!! tetep SGD 10. uhuuu

Yaudah dapet stiker buat ditempel dibaju, dan juga brosur. Semacem panduan gitu deh, tapi kitanya bingung. Masuknya pun bingung dari mana hahaha. Tempatnya kurang terintegrasi sih, soalnya abis masuk ke stage pertama, trus harus keluar semacem mengulang rute lagi, baru masuk ke stage selanjutnya. Sampai pada akhirnya kita berdua bingung gimana cara keluarnya ya.

Pertama masuk soal sejarah tentang Islam. Selanjutnya lupa urutannya hahaha. Yang jelas ada banyak arca juga gitu, ship wreck, dll. bentar ya, diintip fotonya aja.

 
tantric

 
 tablet

 



 

 


 









fotonya ternyata banyak yang belum dipindah huhu

Comments

  1. Aku malah durung nate mrono-___-'

    Bedanya museum Indonesia dengan Singapura, Indonesia suram, Singapura wahh.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mrono o mas hahaa
      Bawa krtu mahasiswa biar diskon, atauuuu ngaku aja sbg orang spore biar gretong haha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena suami gw dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya dia dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya dia. Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. Dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Gw belum pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ada pengalaman bikin visa kecuali  Visa Sosial...