In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know. What can I say, it's an expensive hobby. I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood. Cimol hides himself in his favorite spot ...
Penasaran sama isinya ACM ini apaan sih. Letaknya 20 menit dari tempat kita nginep, Grand Copthorne. Naeklah MRT ke sana. Sebenernya sih lokasinya di sekitaran Gardens by the Bay, Clarke Quay situ, sekitaran situ deh pokoknya. Ngesot juga bisa kok. Nah semalem sebelumnya kita iseng jalan dari hotel yang letaknya di sekitar Kim Seng Rd (lupa ya jalannya apa namanya) sampai Clarke Quay sana. Namanya jalanan enak ya, nggak macet, nggak padet, nggak begitu panas juga, sampailah kita malam-malam di Clarke Quay situ. Eh baru sadar pas besoknya kalo ternyata ACM nggak jauh-jauh dari situ.
Didepannya terpampang wajah bapak raja pertama Korsel, Sejong. Trus si HJ bilang, 'wow it's your lucky day, you will see about Korean there'. Ternyata itu masih besoknya pas kita pulang. Semacem eksibisi khusus gitu lah. Emang berkala sih, ganti-ganti juga tiap waktu.
Tapi karena lelah bener ya, siang itu mah panas banget disana. Mlipir dulu lah ke Prive, kafenya ACM. Minum aja biar seger. Masuklah kita kesana, daftar dulu ya, beli tiket begitu. Pas disana, aku dikirain orang Singapur sana. Karena museum ini gratis untuk orang Singapur, 10 SGD untuk orang asing, potongan 50% untuk yang memiliki kartu mahasiswa.
OMG! Lagi-lagi kartu saktinya HJ berfungsi dong. Dia punya kartu alumni kampusnya, yang pernah sekali waktu ngasih diskon pas masuk Prambanan, trus masuk ACM dia bayar cuman SGD5 aja. Aku !!! tetep SGD 10. uhuuu
Yaudah dapet stiker buat ditempel dibaju, dan juga brosur. Semacem panduan gitu deh, tapi kitanya bingung. Masuknya pun bingung dari mana hahaha. Tempatnya kurang terintegrasi sih, soalnya abis masuk ke stage pertama, trus harus keluar semacem mengulang rute lagi, baru masuk ke stage selanjutnya. Sampai pada akhirnya kita berdua bingung gimana cara keluarnya ya.
Pertama masuk soal sejarah tentang Islam. Selanjutnya lupa urutannya hahaha. Yang jelas ada banyak arca juga gitu, ship wreck, dll. bentar ya, diintip fotonya aja.
tantric
tablet
fotonya ternyata banyak yang belum dipindah huhu
Aku malah durung nate mrono-___-'
ReplyDeleteBedanya museum Indonesia dengan Singapura, Indonesia suram, Singapura wahh.....
Ya mrono o mas hahaa
DeleteBawa krtu mahasiswa biar diskon, atauuuu ngaku aja sbg orang spore biar gretong haha