Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Pertama Kali Makan Kimchi

Kalian tahu kan kimchi itu apaan? 

Kimchi tuh khas Korea banget, makanan yang selalu tersaji disetiap meja makan setiap waktu dan setiap mereka sedang makan. Kasarannya begini, orang Korea itu belom ngerasa makan kalo ndak pake kimchi ini. Mirip lah sama orang Indonesia kalau makan harus ada sambelnya biar dikit.

Kimchi ini rasannya asem, kombinasi asem pedes gitu lah. Pertama kali makan kimchi, beeeehhhhhh rasanya aneh dan ehhhhhhh kayaknya ga mau cobain lagi dah. Itu aku cobain di acara gathering korea gitu deh. 

Nah karena “kapok” dengan rasa kimchi itu, udah deh nggak mau cobain lagi. Tapi waktu guru korea ku yang pertama mau pulang ke korea sana, kita diajak nginep dan makan-makan dirumahnya waktu itu. Beberapa hari sebelum lebaran. 

Kan kita buka puasa tuh ceritanya, banyak lah hidangan korea yang lainnya, ada juga nih si Kimchi. Aku agak takut cobain lagi, soalnya yaa alasan pertama aku buka puasa dan masa iya mau dikasih yang asem-asem, alas an kedua aku masih “kapok”. Tapi temenku cobain duluan dan dia bilang enak banget, beda ma yang pertama aku coba. 

Penasaran kan, masa iya sih. Akhirnya aku cobain sendiri tuh kimchi, dan ternyata emang iya rasanya beda banget. Yang ini rasanya lebih enak dan lebih meledak di mulut. Ya beda jelas, yang pertama aku cobain tuh buatan orang Indonesia, yang ini bikinan orang Korea. Rasanya emang jauh lebih meledak di mulut. Waktu pertama masuk mulut, rasanya pengen jingkrak-jingkrak nggak kuat asemnya. Tapi beberapa menit kemudian, udah pengen makan lagi biarpun asem banget. 

Ada yang bilang gini, “Kimchi itu emang asem dan kuat, tapi rasa yang seperti itu sangat membuatmu merindukannya”. Iya emang, bener banget. Rasanya yang kuat membuatku merindukannya untuk memakannya lagi.

Update: Fast forward to 2025, gw udah cobain berbagai macam kimchi dan olahan kimchi. Dari merk A sampai Z sampai balik lagi ke A. Mulai dari bikinan orang Indonesia, Korea Selatan, sampai Korea Utara (iya gw pernah makan di resto Korut). Rasa Kimchi itu memang beda-beda. Ada yang gw suka sekali, ada yang meh. Ya dinikmati aja lah 😉

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...