Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Sosok 66 tahun

Sosok seorang papi yang kurindukan akan selalu tampak jelas di ingatanku sosok seorang dengan badan tegas, kuat, tinggi besar dan berusia 66 tahun. Tak akan pernah kulihat papiku menjadi tua renta dengan usia 80, 90 atau bahkan 100. Seorang papi yang kumiliki akan selalu kuingat dengan penampakannya terakhir yang kulihat, 66 tahun. Penampakan yang masih sangat kuat di usianya itu.

Hmmm... Seorang papi yang kurindukan. Aku kadang berpikir, apakah papiku akan mengijinkanku mengejar impianku di negeri ginseng jika saja papiku masih berada disampingku saat ini?? Apapun, aku yakin papi akan mengijinkan walaupun berat. Beliau adalah salah satu orang yang sangat menyayangiku dan sangat menjagaku. Aku masih ingat waktu aku bercerita salah satu teman lelakiku memukulku di TK, dan papiku menjawab, "kene tak ketak e nggawe cincin e papi seng gede iki. Akik iki nek digawe ngetak iso loro. Pokoke nek ngganggu putune papi maneh, ngomongo papi yo nduk". Masih sangat jelas kata itu dipikiranku.

Durian atau berkotak2 es krim kesukaanku slalu diberikan untukku selepas papi pulang kerja. Agenda rutin papi pulang kerja adalah membelikanku durian atau es krim. Setelah pensiun, pekerjaannya adalah merawat apapun yang bisa dirawat. Anggap saja yaaa mengusili sesuatu lah. Ada motor yang dibeli papi setelah pindah rumah. Motor itu tiap hari digunakan untuk mengantarku sekolah SD. Motor itu juga tiap hari di lap, dibersihkan, kadang malah dibongkar biarpun ga ada yg rusak. Dan akhirnya motor itu dijual beberapa bulan setelah papi pergi. Apapun dilakukan untuk menyibukkan diri. Campursari itu lagunya.

Akhir masa hidupnya papi mengalami gangguan di syaraf kakinya yg menyebabkan tidak bisa merasakan rangsangan apapun. Sampai2 pulang dari sholat di mushola tidak menggunakan sandal dan tidak sadar. Kadang juga lupa, lupa melepas kunci motor yg diparkir di teras. Yahh... Wajar. Kita maklum. Sering banget berantem ma mami, gara2 hal sepele. Namanya orangtua, tingkah lakunya balik seperti anak kecil. Berebut video player, yg satu ingin campursari sedangkan satunya menyetel lagu barat. Tp kl terpisah, pasti saling mencari dan merindukan satu sama lain. Fiuuhh mami papi yg wonderful

However, I miss him so much. So so so much. Aku tidak bs memenuhi permintaan terakhirnya, ku akui itu kekecewanku terbesar selama ini. Aku juga tidak bisa memenuhi permintaan papi untuk sekolah di kesehatan, (kalo ini otak jg g seberapa nyampe hehe). Papi juga tidak bisa melihatku sekarang yg sudah menjadi sarjana.

I miss him so much
Doaku dan pintaku, Ya Allah, berikanlah keluargaku panjang umur. Agar mereka bisa melihatku sukses dan berhasil, dan bisa membanggakan keluarga. Agar aku bisa bermanfaat bagi mereka. Agar aku bisa memenuhi semua permintaan mereka. Berikan aku kekuatan untuk bisa menjaga keluargaku apapun yg terjadi, aku tak menginginkan penyesalan yg lain datang. Engkau adalah maha segalanya Ya Allah. Jagalah keluargaku.. Karena aku sangat menyayangi mereka..

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Sudah Vaksin Covid Lengkap

Sei sapi yang kucintai Yes, it's my biggest flex this year.  Setelah vaksin pertama akhir Mei kemarin, akhirnya gw udah dapet suntikan kedua tanggal 21 Agustus 2021. Cantik kan tanggalnya?  Masih di RS yang sama, Surya Husadha, kali ini gw berangkat pagi. Yaa... 15 menit lebih pagi daripada vaksin pertama 😬 Karena gw ketiduran, seperti biasa. Hari itu hari sabtu, memang sengaja milih akhir pekan waktu vaksin pertama. Kita nggak tau efeknya bakalan gimana kan.  Vaksin pertama gw bisa bilang hampir ga ada efek apapun sih. Cuma ke UGD aja hari ketiga karena asam lambung naik banget. Setelah gw inget-inget, gw emang nggak banyak makan setelah vaksin malah gegoleran dan kata dokternya "Kalau abis vaksin tuh makan mbak yang banyak, protein yang banyak, jangan malah ga makan. Jadinya asam lambung naik kan?" Yasudah abis disuntik ranitidin, sejam juga gw udah mendingan.  Jadi gw bertekad "Ok setelah vaksin kedua, gw harus makan yang banyak!!!" Setelah gw datang di RS,...