Skip to main content

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

Sosok 66 tahun

Sosok seorang papi yang kurindukan akan selalu tampak jelas di ingatanku sosok seorang dengan badan tegas, kuat, tinggi besar dan berusia 66 tahun. Tak akan pernah kulihat papiku menjadi tua renta dengan usia 80, 90 atau bahkan 100. Seorang papi yang kumiliki akan selalu kuingat dengan penampakannya terakhir yang kulihat, 66 tahun. Penampakan yang masih sangat kuat di usianya itu.

Hmmm... Seorang papi yang kurindukan. Aku kadang berpikir, apakah papiku akan mengijinkanku mengejar impianku di negeri ginseng jika saja papiku masih berada disampingku saat ini?? Apapun, aku yakin papi akan mengijinkan walaupun berat. Beliau adalah salah satu orang yang sangat menyayangiku dan sangat menjagaku. Aku masih ingat waktu aku bercerita salah satu teman lelakiku memukulku di TK, dan papiku menjawab, "kene tak ketak e nggawe cincin e papi seng gede iki. Akik iki nek digawe ngetak iso loro. Pokoke nek ngganggu putune papi maneh, ngomongo papi yo nduk". Masih sangat jelas kata itu dipikiranku.

Durian atau berkotak2 es krim kesukaanku slalu diberikan untukku selepas papi pulang kerja. Agenda rutin papi pulang kerja adalah membelikanku durian atau es krim. Setelah pensiun, pekerjaannya adalah merawat apapun yang bisa dirawat. Anggap saja yaaa mengusili sesuatu lah. Ada motor yang dibeli papi setelah pindah rumah. Motor itu tiap hari digunakan untuk mengantarku sekolah SD. Motor itu juga tiap hari di lap, dibersihkan, kadang malah dibongkar biarpun ga ada yg rusak. Dan akhirnya motor itu dijual beberapa bulan setelah papi pergi. Apapun dilakukan untuk menyibukkan diri. Campursari itu lagunya.

Akhir masa hidupnya papi mengalami gangguan di syaraf kakinya yg menyebabkan tidak bisa merasakan rangsangan apapun. Sampai2 pulang dari sholat di mushola tidak menggunakan sandal dan tidak sadar. Kadang juga lupa, lupa melepas kunci motor yg diparkir di teras. Yahh... Wajar. Kita maklum. Sering banget berantem ma mami, gara2 hal sepele. Namanya orangtua, tingkah lakunya balik seperti anak kecil. Berebut video player, yg satu ingin campursari sedangkan satunya menyetel lagu barat. Tp kl terpisah, pasti saling mencari dan merindukan satu sama lain. Fiuuhh mami papi yg wonderful

However, I miss him so much. So so so much. Aku tidak bs memenuhi permintaan terakhirnya, ku akui itu kekecewanku terbesar selama ini. Aku juga tidak bisa memenuhi permintaan papi untuk sekolah di kesehatan, (kalo ini otak jg g seberapa nyampe hehe). Papi juga tidak bisa melihatku sekarang yg sudah menjadi sarjana.

I miss him so much
Doaku dan pintaku, Ya Allah, berikanlah keluargaku panjang umur. Agar mereka bisa melihatku sukses dan berhasil, dan bisa membanggakan keluarga. Agar aku bisa bermanfaat bagi mereka. Agar aku bisa memenuhi semua permintaan mereka. Berikan aku kekuatan untuk bisa menjaga keluargaku apapun yg terjadi, aku tak menginginkan penyesalan yg lain datang. Engkau adalah maha segalanya Ya Allah. Jagalah keluargaku.. Karena aku sangat menyayangi mereka..

Comments

Popular posts from this blog

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...