Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Antara kuno dan modern


Ada yang bilang saya aneh kalo tau saya suka banget sama barang-barang kuno yang unik dan bernilai sejarah atau memiliki kenangan tersendiri?
Yaaa saya emang pecinta barang-barang kuno antik unik dan bernilai sejarah. Minimal sejarah dalam hidupku sendiri lah hehehehe… suka barang-barang kuno antik bukan berarti aku fanatik dan menutup diri terhadap kemodernan lho yaa.. aku masih sangat update terhadap barang-barang teknologi baru yang canggih. Yaa kayaknya sih udah bawaan orok kl aku suka banget ma barang-barang teknologi yang terbaru dan canggih. Bisa dibilang, kayak generasi transisi. Dimana sangat mencintai barang-barang kuno dan menanti kecanggihan teknologi baru.

Bongkar-bongkar lemari ibunda, nemu kamera analog yang masih pake film buat fotonya, masih pake baterai alkaline, masih kagak bisa nampil di lcd (boro-boro nampil, lcd aja kagak ada hahaha).. ada lagi nih, sejenis walk man, tapi yang kaset. Apaan ya  itu namanya. Pokoknya itulah, pemutar kaset pita itu. Aku dapetin seharga 70rb di pasar minggu malang. Ngga tau sih murah apa mahal, tp yang jelas aku suka dan bisa nemuin itu udah seneng banget.

Pengenku ntar kalo bangun rumah, rumahku punya tema Modern Touch in Classic Style. Bagus bgt tuh konsep heheeheh (Setidaknya menurutku)

Salah satu hobiku emang mengkoleksi. Mengkoleksi sesuatu yang unik, nggak harus dalam jumlah yang banyak per itemnya, tapi cukup punya benda unik tersebut aja. Nggak tau kenapa, aku pengen banget koleksi kamera. Berbagai macam dan jenis kamera aku pengen punya. Kamera yang udah aku punya ya kamera analog, sebut saja tustel hehehe.. target selanjutnya beli kamera air seharga paling mahal 150 ribu. Setelah itu nahan dulu buat beli yang digital biasa ato Polaroid buat beli DSLR dulu. 6 jutaan nih. Abis tuh merambah ke Polaroid, selanjutnya ke digital yang smart itu hohohooo

*banyak maunya hehehhe


Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

BERDIKARI

Kau tahu kawan kepanjangan dari Berdikari?? Aku rasa, kebanyakan dari kita pasti tau itu kan??!! Yah, BERDIKARI adalah berdiri di kaki sendiri. Artinya??? Mandiri, tangguh, tidak bergantung pada orang lain. Itu yang sejak dulu di gaung-gaungkan kepada kita. Indonesia merupakan salah satu negara yg berkembang. Kita emang sih belum menjadi negara maju seperti Eropa atau Amerika atau negara manapun lah itu. Tapi jika sedikit ditelisik nih ya, kita merdeka adalah hasil perjuangan atau hasil pemberian?! Pasti kita dengan kepala tegak akan mengatakan "Perjuangan sendiri, kerja keras kami selama ratusan tahun". Iya! Benar. Kita merdeka atas keringat dan darah seluruh warga negara. Kita berdiri di tanah merdeka ini dengan kerja keras. Patut bangga? Patut!!! Karena merdeka dengan hasil sendiri, tidak ada negara lain yg menopang hidup kita. Kita berdiri, berjalan, dan berlari atas kemauan kita sendiri. Akibatnya apa? Akibatnya tidak akan ada negara lain yg mengurus kepentingan intern...