Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Antara kuno dan modern


Ada yang bilang saya aneh kalo tau saya suka banget sama barang-barang kuno yang unik dan bernilai sejarah atau memiliki kenangan tersendiri?
Yaaa saya emang pecinta barang-barang kuno antik unik dan bernilai sejarah. Minimal sejarah dalam hidupku sendiri lah hehehehe… suka barang-barang kuno antik bukan berarti aku fanatik dan menutup diri terhadap kemodernan lho yaa.. aku masih sangat update terhadap barang-barang teknologi baru yang canggih. Yaa kayaknya sih udah bawaan orok kl aku suka banget ma barang-barang teknologi yang terbaru dan canggih. Bisa dibilang, kayak generasi transisi. Dimana sangat mencintai barang-barang kuno dan menanti kecanggihan teknologi baru.

Bongkar-bongkar lemari ibunda, nemu kamera analog yang masih pake film buat fotonya, masih pake baterai alkaline, masih kagak bisa nampil di lcd (boro-boro nampil, lcd aja kagak ada hahaha).. ada lagi nih, sejenis walk man, tapi yang kaset. Apaan ya  itu namanya. Pokoknya itulah, pemutar kaset pita itu. Aku dapetin seharga 70rb di pasar minggu malang. Ngga tau sih murah apa mahal, tp yang jelas aku suka dan bisa nemuin itu udah seneng banget.

Pengenku ntar kalo bangun rumah, rumahku punya tema Modern Touch in Classic Style. Bagus bgt tuh konsep heheeheh (Setidaknya menurutku)

Salah satu hobiku emang mengkoleksi. Mengkoleksi sesuatu yang unik, nggak harus dalam jumlah yang banyak per itemnya, tapi cukup punya benda unik tersebut aja. Nggak tau kenapa, aku pengen banget koleksi kamera. Berbagai macam dan jenis kamera aku pengen punya. Kamera yang udah aku punya ya kamera analog, sebut saja tustel hehehe.. target selanjutnya beli kamera air seharga paling mahal 150 ribu. Setelah itu nahan dulu buat beli yang digital biasa ato Polaroid buat beli DSLR dulu. 6 jutaan nih. Abis tuh merambah ke Polaroid, selanjutnya ke digital yang smart itu hohohooo

*banyak maunya hehehhe


Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…