Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda. Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami. Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah. Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...
Satu tahun sudah aku mengenalmu. Bahkan satu tahun pun masih kurang untuk mengenalmu lebih dalam. Ya, satu tahun adalah waktu yang singkat. Ibarat kata orang, masih seumur jagung. Masih perlu lebih banyak waktu lagi untuk mengenalmu. Semakin lama bersamamu seperti memberikan kejutan setiap waktu. Betapa aku masih perlu mengenalmu lebih dalam lagi. No no, kita berdua tidak selalu mesra. Kita berdua juga masih sering bertengkar. Menunjukkan bahwa kami berdua masih sangat peduli satu sama lain. Kamu cerewet dan sensitif, in the other hand I am not. Aku mungkin cerewet, tapi kurang sensitif. Hari selalu penuh dengan kejutan. Ah, aku jatuh hati melihat senyum dan mata kamu. Mata kamu meneduhkan, senyum kamu menyejukkan. Emosi hati bisa hilang jika mengingat senyummu yang menyejukkan. Aku memang masih sering seperti anak kecil, maafkan untuk itu. Aku pun masih perlu mengenalmu lebih dalam lagi, maafkan untuk itu. Kadang aku merasa jika rasa cintaku tidak sedalam rasa cintamu. Ahh tidak, ...