Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Diary Teacher Keder

Nggak berhenti ngakak ya ampun.

Ini buku bener-bener sesederhana membuatku mengingat masa-masa kegelapan di jaman SD. Eh ternyata gw dulu jaman SD juga gitu ya ampun. Puluhan tahun berlalu ternyata kelakuan anak SD juga masih sama aja sekarang 😂 Bukti bahwa sejarah itu berulang.

Jadi akhir-akhir ini gw menghindari segala macam yang agak berat. Terus ketika tau si pak guru satu ini rilis buku, gw sempetin beli lah jelas karena tulisannya nggak pernah bikin gw nggak ngakak. Meskipun gw belinya setelah sebulan lebih rilis.

Di buku ini, yang paling bikin gw ngakak ada di bab perihal kutu 😂 Kenapa bisa creambath sekelas begitu sih 😂 Ini gw kenapa bisa ngakak banget karena dulu gw juga gitu. Nggak sekelas juga kek mereka sih, tapi lebih ke per grup gitu karena entah dari siapa, gimana ceritanya, kita sekelas kutuan semua ya ampun. Cepet amat kutu-kutu ini loncatnya.

Gw nggak mau buka isi buku ini sih. Kalo penasaran ya beli aja lah sendiri. Tapi yang jelas buat gw, selama menyelesaikan buku ini (bacanya maksudnya, kan bukan gw yang nulis), bisa beberapa hari off screen yang biasanya dipake twitteran, jadi pegang buku. Bisa gw bilang ini buku pertama yang gw selesai baca di tahun ini sih. Gila banget ya ampun gw udah jarang banget baca buku fisik. Ngebikin rileks mata lah sejenak. 

Oh iya, yang gw suka dari perspektif pak guru ini adalah, kesan dia belajar dari anak-anak ini. Berebutan disalamin, mendengar cerita unik mereka tiap hari yang gw yakin mah selalu ajaib. Gw sendiri pengajar, nggak ngajar anak SD memang lebih ke ngajar orang dengan rentang usia 17-40an. Gw tentu aja belajar banyak dari mereka. Dari yang masih polos sampai yang udah lebih dewasa dari gw, gw serap semua ilmunya. Tapi bagi gw yang paling berkesan buat gw adalah ketika gw ngajar anak berkebutuhan khusus. Meskipun dia usia 14 saat gw ajar, tapi mentalnya nggak beda jauh dari anak usia 8 tahunan. Kesel? BANGET. Tapi, paling berkesan banget karena gw belajar banyak dari situ yang ternyata... membawa gw ke penggalan jiwa gw 😊

TAPI, yang paling paling gw senengin dari buku ini adalah.... "Ia merupakan penikmat rebahan yang sudah tidak punya lagi cita-cita karena sudah kesampaian: jadi guru SD (yang) PNS." 😂😂😂 Coba mas nyari cita-cita lagi, gak hampa apa hidup tanpa cita-cita 😏 

Comments

  1. Wahh kayaknya asik yah bukunya bisa nambahin imun tubuh...
    Smoga ada rejeki biar bisa beli juga bukunya pak edot

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku ini memang menambah imun banget kak, isinya ngakak mulu hahahhaa
      semoga lekas bs baca yaaa

      Delete
  2. Halo Mbak Prisca... makasih banyak ya udah beli sampe nge-review buku ini segala :-D

    Kayaknya perihal kutu ini emang jadi masalah turun temurun bagi anak SD ya haha

    Selalu ada cerita menyenangkan dari pengalaman jadi pengajar ya, hebatnya Mbak Prisca bisa sampe ketemu penggalan jiwanya.. uhuuy ~ :-D

    Masalah cita-cita udah beneran nggak ada lagi mbak, soalnya cita-cita saya paling tinggi ya jadi guru SD yang PNS. Demi ini hampir setiap hari saya iku try out kesana kemari, buka buku latihan CPNS yang tebelnya luar biasa. Setelah kesampaian, udah cukup ...
    nggak perlu ada ambisi lainnya :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berati sekarang hobinya udah tinggal rebahan aja dong, krn yg satu udah kesampean. Enak yaaa udah bisa rebahan. Selamat rebahaaaannnn~~~

      Ntar kapan kalo bikin buku lagi, kubeli lagi mas. Kusuka banget gayanya bercerita. Astaga itu buku bener2 bikin aku lupa masalahku selama 2 hari :D

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Snailmail

I signed up in an international portal since I was at high school. I was a quiet one, not much talk especially with stranger. But since that day, I feel myself get easier to talk to strangers. In that portal, there are several options why you join there, including 'flirting', that is shown on the optional boxes. And I found something interesting, snailmail. I never heard about this before, but I thought it is like a mail that goes slower because snail always walking so slow. Then someone chatted me and told me that she want to snailmail. I asked her what is that and she said 'it is postcard swapping'.   was taken at Museum Angkut years ago. taken using my old unique phone Wow.. postcard swapping.. my granny and I did it long time ago before mobile phone was invented. Well I mean before we all use mobile phone to connect to each other. I have family in The Netherlands, and we only have a phone, if we call them using home phone it would cost a lot for even few minu...