Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Morning Person!

How morning person I am? Hmm, people know that I am not a morning person. I will fully function after 10 until midnight. Somehow, lately, I feel like I am missing out on things in the morning like bubur kacang ijo. 

So I decided to try to be a morning person. Well... at least waking up and start my day earlier than I usually do. It was not easy at first. But my boss said, "Let's try to have a morning meeting." Obviously, I was challenged. It worked out but also exhausting at first. 

But I still try to wake up early and start my day early. I found out that lavender and chamomile tea helps for better sleep. I definitely bought the tea and start to drink it every day in the evening. So black tea in the morning, or turmeric drink, and lavender & chamomile tea in the evening when I wrapped up some work left at home. 

The lavender & chamomile tea did not work directly but it helps to calm my body a few hours before bed. It relaxed my muscles and mind before bed. Though at first, I slept around 1 or 2 in the morning, slowly but sure now I got really sleepy before midnight and able to wake up around 5 or 6. This is a big thing for me. For the record, 6 AM in Bali still dark. 

So after weeks of good tea, I can be at work before 9 with a fresh body and eyes. Well... still need coffee after breakfast. Oh, I have my sanity table at home. It's a table where I put my little coffee machine there, with coffee and my tea. It's ... yea I call it sanity table 😂 The things that will keep me sane in the morning and at night.

I accomplished more work in the morning. I am satisfied with the changes. Though I would want to do small exercise in the morning, yea slowly. Waking up in the morning is not bad too. I still fully function in the evening too. So, it's pretty satisfying. 

I am content. 

How about you guys? Are you a morning person or night owl?

Comments

  1. samaaaa...
    aku juga morning oerson...awalnya aku kebluq banget kan...susah banget bangun pagi...tapi suatu ketika aku niat mau lari pagi sambil pasar akhirnya kayak kesugesti di pikiran aku bisa nih bangun jam 4 dan berhasil....dan jadi kayak seterusnya bisa begitu wkwkkwkw...tapi aku ga bisa ngopi kalau pagi
    aku bisanya nyusu wkwkwkkw...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berati emang kalo niat tuh bisa ya wkwkkw. Kayak ada yang ditunggu gitu lho tiap bangun tidur, akhirnya jadi excited mau ngapain aja hari itu. Aku bener-bener baru ngerasain ini setelah ngebo bertahun-tahun hahaa!

      ku bisa ngopi kalo udah ngeteh dan sarapan mbak 😅 Kalau langsung kopi bangun tidur bisa-bisa masuk UGD 😂

      Delete
  2. Entah kenapa, aku merasa bangun pagi itu bisa menular. Kebetulan tinggal di mess. Kalau tidur di dekat teman yang biasa bangun pagi, aku juga ikutan terbangun. Biasanya jam 4an sudah bangun. Namun, kalau dekat yang biasa bangun siang, akhirnya ikutan bangun siang.

    Pada dasarnyanaku juga morning person. Jarang sekali bangun siang. Aku merasa memulai aktivitas lebih pagi merupakan hal yang menyenangkan. Biasanya diawali dengan olahraga pagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaa kayaknya emang manusia gampang ikut pengaruh juga ya.

      iya bener juga, pagi2 gerak itu bikin badan seger. Enaknya kalo jam 10 malem udah capek banget biasanya jadi gampang tidur malemnya :D

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men