Skip to main content

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Bikin Kopi Sendiri & Masak Agar Hemat

bikin kopi sendiri di rumah bisa sekece dan seenak ini

Memang betul ngopi Janji Jiwa itu enak banget, apalagi kalau beli 3 aja bisa lebih murah daripada beli 2. Sekali dua kali dalam seminggu sih masih oke. Gw tau gw nggak akan segitu perhitungannya sama makanan tapi selagi bisa direncanakan ya sebisa mungkin direncanakan. Karena gw tiap hari ngopi. Gw nggak akan skip kopi setelah makan pagi. Jadwal gw ngopi jam 9 pagi - 2 siang. Gw batasi diri gw buat nggak ngopi lebih dari satu cup per hari, di atas jam 3 siang udah nggak terlalu berani ngopi karena bisa bikin begadang. 

Gw selalu bawa kopi ke kantor. Gw bikin sendiri, masukin botol termos. Kopinya biasa aja yang gw biasanya minum, kasih susu dikit. Bikin panas, masukin botol termos, bawa ke kantor deh. Awal memulai kebiasaan ini nggak gampang. Sering banget lupa buat bikin kopi. Sering juga botolnya kelupaan buat dibawa pulang. Akhirnya belajar konsisten karena kelupaan bawa kopi dan terpaksa beli kopi itu nyebelin banget.  

gw beli ini di Aruna Bambu (IG). produk mereka bagus-bagus.

Selain bikin kopi sendiri, gw juga jadi lebih rajin masak. Ternyata pengeluaran belanja untuk makanan per minggunya sekitar 200 ribuan. Itupun menunya udah enak dan ramah kantong. Paling juga gw beli makan untuk makan siang di kantor. Kadang gw bawa bekal, kadang nggak, tergantung aja bangunnya telat apa nggak. Masih sesekali makan di luar juga kok misal pengen pizza, burger, satenya abang ini, nasi campur Balinya Pasar Sindu, jus itu, seafoodnya amfibia. Tapi udah jarang banget. Selagi masih bisa masak, gw akan masak.

Memang sih di beberapa kasus beli makan di luar akan lebih murah daripada masak sendiri. Ini perkara penyesuaikan menu aja. Gw udah punya menu apa aja yang bakal lebih murah kalau beli daripada masak sendiri.  

telur amburadul, udang garlic, paprika biar seger. lunch bag-nya ini pemberian temen deket gw taun 2015 yang masih gw pake sampe sekarang.

Setelah gw hitung-hitung, biaya untuk hidup itu nggak mahal. Yang mahal biaya untuk gayanya 😆 Gw jadi lebih bahagia ketika tau penghematannya bisa 50% biaya makan di luar.

Kamu gimana? 

Comments

  1. Hish, gaya sekali ya anda beli sedotan bambu. Judulnya cintai bumi...

    Kalo bawa bekal judulnya cintai dompet


    Hahahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Melewati Pusuk Pass, Lombok

Kembali ke Pulau Lombok setelah dari Gili Air, kita pun 'turun' gunung menuju daerah selatan. Kita pun melewati Pusuk Pass atau orang suka bilang monkey forest. Tadinya sih dikira kayak kita masuk hutan trus yang banyak monyetnya, tapi ternyata jalanan pinggir tebing yang ada banyak monyet main-main disana. Sama persis kayak jalanan kearah rumah nenek. sampahnya nggak seharusnya disitu ya? Berhentilah kita disana. Takutnya monyetnya kayak yang di Bali itu, yang suka nyuri, eh ternyata nggak sih. Monyetnya anteng diem, makan mulu. Salah satu kesalahan pengunjung adalah memberikan makanan ke si monyet-monyet. Nggak apa sih kasih makan tapi plastiknya ya jangan dibuang disana juga lah. Sebenernya bukan dibuang disana sih, tapi monyetnya aja yang narik ngambil plastik makanan disana. Jadilah disitu kotor semua gara-gara plastik sisa makanan tadi. Eh namanya monyet ya masa iya bisa dikasih tau, 'hey monyet jangan buang sampah sembarangan!', kan ya nggak mun...