Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Quick update

Molly menggendut dan sedang butuh pelampiasan birahi yang akhirnya malah humping guling hello kitty 

I am busy LOL ((yes I am making excuses)).

Jadi nggak tau kenapa, udah login nggak bisa komen. Udah blogwalking juga tapi nggak bisa komen juga. Jadi kayak missing out gitu. Masih dipelajari kenapa juga. Trus udah lama nggak ngecek blog, eh kok kolom iklannya banyak banget jadi amburadul begitu. Mohon maaf bagi yang baca dan merasa tidak nyaman, saya sendiripun kurang nyaman melihatnya 😂

Jadi, sudah pindah ke tengah kota. Jadi makin dekat dengan segala jenis warung, makanan, resto, minimarket, yaaaa namanya tengah kota kan deket kemana-mananya. Kemudian, baru juga sadar kalo tinggal depan kantor radio yg ya gusti towernya tinggi amat ya 😯 Tetiba pengen jadi penyiar radio, yaaaa 2-4 jam aja lah seminggu 😎 Kemudian pendengarnya kabur semua soale suaranya ndak merdu banget.

Minggu lalu mudik ke Jawa. Iya, sekarang bisa ngomong mudik ke Jawa karena beneran beda pulau 😂😂 Nah, ternyata Jawa itu adem banget ya walaupun itu bukan di Malang lho. Tiap hari ujan, mendung dan sejuk banget. Sedangkan di Bali, napas aja keringetan 😌 Tapi hawa Bali akhir-akhir manis banget kok, sampe bisa ngopi panas lho. Itu ajaib 😆

Ok then, that's the update. Stay healthy guys and stay happy 💕

Comments

  1. Sombong ya andah gak pernah update lagi....

    Saya sudah sampe mana, anda masih ngaso aja blognya gak jalan-jalan.

    Hai kakaakkkk, kangen komentari blog muhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. sombong adalah jalan ninjaku HAHAHAHAHAHHAHAAH

      iya nih sampe sampeyan sudah kawin beranak lima, aku baru update blog hahaha
      ditunggu yaaaaa ceritaku utk bisa dibacoti :D

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Melewati Pusuk Pass, Lombok

Kembali ke Pulau Lombok setelah dari Gili Air, kita pun 'turun' gunung menuju daerah selatan. Kita pun melewati Pusuk Pass atau orang suka bilang monkey forest. Tadinya sih dikira kayak kita masuk hutan trus yang banyak monyetnya, tapi ternyata jalanan pinggir tebing yang ada banyak monyet main-main disana. Sama persis kayak jalanan kearah rumah nenek. sampahnya nggak seharusnya disitu ya? Berhentilah kita disana. Takutnya monyetnya kayak yang di Bali itu, yang suka nyuri, eh ternyata nggak sih. Monyetnya anteng diem, makan mulu. Salah satu kesalahan pengunjung adalah memberikan makanan ke si monyet-monyet. Nggak apa sih kasih makan tapi plastiknya ya jangan dibuang disana juga lah. Sebenernya bukan dibuang disana sih, tapi monyetnya aja yang narik ngambil plastik makanan disana. Jadilah disitu kotor semua gara-gara plastik sisa makanan tadi. Eh namanya monyet ya masa iya bisa dikasih tau, 'hey monyet jangan buang sampah sembarangan!', kan ya nggak mun...