Tuhan Itu Ada Dua

2:38 PM

 
wikipedia

Berat ya judulnya. Ntah saya sudah pernah atau belum ya menulis tentang PK disini, film India yang masuk salah satu film favorit saya.

Disclaimer : I write this not with an intention to offend any religion. This is pure because I think I need to write this.

Nama PK diambil dari PeeKay yang diterjemahkan dalam film tersebut berarti mabuk (atau mungkin crazy). Banyak scene yang harus dilihat banyak orang. Skenario nya ringan menghibur tapi dalam penuh filosofi. Ceritanya PK ini adalah alien yang datang ke bumi dan alat penghubung dengan planetnya dicuri orang yang kemudian di jual kepada seorang pendetanya agama Hindhu yang ada di India. Tolong dikoreksi ya kalo salah.

Seorang ini namanya Tapaswi, kalau di Islam dia bisa disebut imam besar lah ya. Tapaswi ini menghubungkan umatnya kepada tuhannya tapi dengan gaya yang menghipnotis karena memang bisnis keagamaannya ini disokong dari sumbangan umat untuk kuil (katanya).

PK yang kebingungan mencari 'remote control' nya disarankan mencarinya ke Tuhan. Pertama dia memohon kepada tuhannya umat hindu, karena tidak mempan, akhirnya berlarinya dia ke tuhannya agama kristen, kemudian ke tuhannya agama islam, kemudian ke agama budha, begitu seterusnya. Berbagai cara dia lakukan, semua cara beribadah dia lakukan demi mendapatkan remote nya kembali. Tapi gagal.

Singkat kata, ternyata remote nya ada di tangan Tapaswi yang dijual dari pencuri. Tapaswi mengatakan itu adalah serpihan gendang siwa yang ditemukannya. Lah PK kaget dong, akhirnya dia berusaha mendapatkannya kembali dari Tapaswi.

PK dibantu oleh seorang wanita, Jaggu. Jaggu pernah diramalkan Tapaswi akan ditinggalkan oleh Sarfaraz dari Pakistan dan tidak akan pernah dinikahi. Somehow terjadi kesalahpahaman antara Jaggu dan Sarfaraz ini sehingga membuktikan bahwa Tapaswi terlihat benar dengan ramalannya. Keluarga Jaggu dan Tapaswi jelas membenci Sarfaraz yang notabene Islam.

PK mendatangi Tapaswi dengan membawa lima orang dengan pakaian keagaaman dan melontarkan pertanyaan : tanyakan ke tuhanmu, apa agama kelima orang ini? Oh tentu dengan sombongnya Tapaswi mengatakan tanpa menanyakan ke tuhan jelas dia sudah tau jawabannya.

Kelima orang itu berpakaian masing-masing menggunakan baju ala muslimah, kristen, hindu, singh, budha. Tapaswi menebaknya salah, karena memang PK menukar jati diri mereka dengan pakaian agama yang mereka kenakan. PK menanyakan : Dari mana kamu tahu kalau orang itu beragama A, B, C, atau D? Apakah ada tanda dibadan mereka?

Dalam scene lainnya salah satu umat Tapaswi mengeluh istrinya  sudah tua sakit2an dan lumpuh dan ingin sembuh kembali, kemudian dia menyarankan untuk pergi ke gunung Himalaya kemudian berjalan berkilo-kilo meter dan memintanya kesana maka istrinya akan mendapat jawaban. PK melawannya dengan alasan logis, 'Kita ini anak-anak tuhan bukan? Kalau iya, apa kamu pernah ingin sesuatu dan datang ke ayahmu untuk meminta sesuatu kemudian ayahmu mengatakan akan memberikan solusi kepadamu setelah kamu berjalan jauh ke gunung himalaya?'

Kemudian PK mengatakan 'this is wrong number'. Salah sambung disini artinya banyak sekali kita yang mendatangi pemuka agama untuk meminta solusi atas masalah kita. Tapi banyak dari pemuka agama tersebut memberikan kita informasi yang salah. Memang benar atau salahnya kita tidak sepenuhnya mengetahui, tapi apa nggak seharusnya kita memberikan solusi terbaik untuk orang lain secara logis? Yang bukan dibelokkan demi kepentingan pribadi.

Film ini dikemas secara komedi. Saya bisa bilang sih komedi berat.

Sampai akhirnya tiba pada perdebatan antara Tapaswi dengan PK secara eksklusif. Tapaswi bilang kalau tuhannya yang paling benar, kita harus melindungi dan menjaga tuhan, dan PK menanyakan satu hal penting :

"Sekarang aku tanya, ada berapa tuhan di dunia ini? Ada satu? Nggak, buatku tuhan itu ada dua. Tuhan yang menciptakan kita dan Tuhan yang kita ciptakan. Dunia ini sangat kecil dibandingkan alam semesta lainnya, kamu bilang kamu mau melindungi dan menjaga tuhan? Kamu salah. Tuhanmu nggak butuh perlindungan, tuhanmu nggak butuh dilindungi. Gimana caranya kamu melindungi tuhan kalau tuhanlah yang menciptakan alam semesta sebesar ini?"

Remote PK didapatkannya kembali setelah membuktikan bahwa Sarfaraz tidak meninggalkan Jaggu ketika hari pernikahan tapi karena salah paham atas surat yang salah diberikan kepada Jaggu. Dan ramalan Tapaswi salah.

Film ini jelas menceritakan tentang hal yang disadari atau tidak terjadi di kehidupan kita saat ini. Dimana pentolan agama dipuja-puja meskipun secara logika ada yang tidak bisa dibenarkan dalam hal penyampaian ilmunya. Bukan untuk menjelekkan mereka, toh saya juga nggak lebih bener dari mereka. Tapi kita hanya perlu berhati-hati. Apakah kita memang menerima ilmu yang tuhan sampaikan ke kita atau kita hanya dijadikan alat pemuas mereka demi keuntungan pribadi mereka? Apakah benar kita menyembah tuhan yang menciptakan kita ataukah kita menyembah tuhan yang kita ciptakan sendiri?

Jadi, kamu menyembah tuhan yang mana?

You Might Also Like

0 komentar

Let me know what you think about mine ~ Share it here