Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Merhaba Istanbul



 
Traditional Turkish coffee in an authentic cup and a traditional bread called Simit.

Sebenarnya sih udah nulis soal Istanbul, tapi ada di iPad HJ dan lupa belum transfer. Jadi kita re-type aja meskipun feelingnya nggak sama huhu.

I was writing about Istanbul when we traveled to Kazbegi. It took so long time and boring because my husband was sitting next to driver, and I sat next to a couple who doesn’t speak English and so proud to speak Russian. So I was the only one who said nothing during the trip. Percuma, Bahasa Inggrisnya adekku yang masih SD aja jauh lebih oke dari mereka.

Oke… sebelumnya nggak pernah mikir bakal ke Turki. Tapi karena beberapa pertimbangan, serta ada satu misi penting yaitu ketemu mertua, akhirnya kita (lebih tepatnya, dia) putuskan untuk ketemu di Turki. Karena mertua nggak bisa travel terlalu jauh, dipilihlah Istanbul sebagai titik temu kita berempat. Yang paling jauh ya tentu saja saya. Jauh dan tentunya penuh drama (dramanya nanti aja, banyak pelajarannya kok huhu).

Kita berdua sampai di Istanbul 5 hari lebih awal dari mereka. Karena kita inginnya familiar dulu dengan keadaan sekitar, jadi nanti pas jalan sama mertua bisa jelasin satu dua tiga hal (yang ternyata nyampe ratusan).

Hmmm.. tentunya yang pertama diinjak di Istanbul adalah bandaranya dong ya. Nggak Cuma Istanbul aja sih haha. Ceritanya begini, kita berdua baru kali ini ke Istanbul, mana ada sih orang betah antri lama-lama ya, eh kita surprisingly kaget banget ketika melihat antrian di imigrasi sepanjang ular piton mau beranak. Luar biasa panjangnya. I mean, gw pernah antri di Singapore panjang banget, tapi nggak sampe 5 menit udah kelar.

Saya pernah baca di blog mana-mana kalo antrian di Istanbul itu panjang, ya saya kira sih hanya mentok 100 lah, atau orang sejumlah satu pesawat. Ternyata ya Tuhan, panjangnya bukan main. Biasanya ada penanda buat kita jalan mengular itu kan ya, nah panjangnya itu lebih panjang dari imigrasi Surabaya, Dubai, Singapore, panjang banget lah intinya, dan juga ada sekitar 10-15 baris. Kita perlu waktu sekitar 20-30 menitan, sampe antrian koper bagasi udah kelar malahan. Coba bayangin aja, misal nih (amit-amit) kita udah punya e-visa, ehh ternyata e-visa kita keliatan ga valid, trus suruh antri bikin VoA, opo yo ora mateng kuwi mbaleni antri tekan kaitan? nangis nggelundung nang pojokan wis 😂

Udah antri lama, dan pas cek nama saya, ada kali 5 menit lebih. Gatau lah mungkin mereka takut kali ya kalo gw mau nyebrang ke Suriah. Demi nama siapapun deh gw ga minat nyebrang nyusup berkorban bodoh demi join grup asal Suriah sana. 

Oke enough about it here, gonna write it later.

Ya namanya juga travel ke tempat baru, pasti banyak lessons to learn. Yang jelas saya seneng banget bisa ketemu mertua disana, yaa meskipun mereka berkorban banget bisa travel kesana. Semoga lain kali saya yang bisa kesana biar mereka nggak jauh-jauh keluar dari rumah. Visa ohhhh visaaaa...

Ditulis sesaat setelah landed di bandara Juanda, Surabaya. (sesaat??? 4 jam setelah mendarat)

See ya..


Strictly prohibited to take my photos without permission

Comments

  1. Wes? Ngono tok? Nang ndi serune jal....

    ReplyDelete
    Replies
    1. yo sik tho mas, iki kan opening tho. sabarrrr haha

      Delete
  2. Eh kuwi roti simit raine jan muantep tenan! :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men